
“Kedua, tapi di kelas kita ternyata muncul grand slam, ini yang tak terpikirkan olehku.”
Setelah mendengar kata ini, semuanya terperangah, apa yang di maksud grand slam? Apakah tiap mata pelajaran nilai penuh? Masalah ini…adalah tidakan yang tidak mungkin.”
“Guru, anda tidak salahkan? Anda yakin adalah grand slam?” Siswa yang duduk di barisan paling depan jelas tidak mempercayainya.
Wali kelas meliriknya, sangat tenang, “Aku yakin, bukan hanya begitu, kata pemimpin sekolah, pelajar grand slam kali ini akan diberi hadiah sebesar 20ribu.”
Begitu kata ini terucap, sekali lagi mulai ricuh, 20ribu loh, bagi seorang pelajar, sungguh sebuah jumlah yang besar.
Lina menundukkan kepala, memutar pelan pulpen di tangannya, tidak serius mendengarkan apa yang dikatakan wali kelas.
“Guru, bukankah grand slam itu Jessica Yu, dia yang terhebat, nilainya selalu yang terbaik.” Seorang siswi berinisiatif menanyakan.
Saat ini orang-orang mulai ikut bicara.
Gadis yang bernama Jessica ini datang dari area gunung terpencil, katanya keluarganya sangat susah.
Ayahnya lumpuh dan tertidur di ranjang, ibunya hanya mengandalkan memetik bahan-bahan dasar obat di gunung untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.
Jessica masih punya satu adik laki-laki, satu adik perempuan, semuanya masih kecil.
Dia adalah satu-satunya mahasiswi dari desanya, bahkan satu-satunya mahasiswi dari kota miskin itu.
Dulu saat dia diterima, karena wawancara tv, jadi menggemparkan kampus dan provinsi di tempatnya.
__ADS_1
Pemimpin sekolah bukan hanya mengratiskan biaya kuliahnya, juga memberikan tambahan buat biaya hidup.
Seterusnya tidak peduli ulangan apa pun, dia pasti akan mendapatkan juara satu.
Jadi semua orang mengira, kali ini dia melakukannya dengan baik, mungkin jadi grand slam.
Bahkan gadis kecil itu juga berpikiran seperti itu.
Sampai, guru mengumumkan nama grand slam.
“Lina, selamat padamu.”
Saat ini, seluruh murid di kelas kebingungan, murid grand slam ini ternyata adalah mirid pindahan itu?
Ya tuhan, sudah memiliki paras yang cantik, juga murid terpintar, tidak tahukah sangat membuat orang terdesak?
“Lina, kertas ulanganmu aku sudah lihat semuanya, sangat menarik, pengetahuan sejarah sungguh terlatih sekali, bahasa inggris juga sangat bagus, guru di luar kampus juga sudah memujimu beberapa kali, yang paling membuat aku terkejut adalah pemikiran politik, mata pelajaran ini sangat susah, karena jawabannya tidak pasti, harus direnungi sendiri, cara berpikirmu sangat spesial, juga mengejutkan kepala sekolah.”
“Mungkin hanya beruntung.” Lina sendiri juga tidak tahu harus mengatakan apa.
Karena dia memang pertama kali ikut, melihat pertanyaan apa yah dijawab, mana bisa berpikir begitu banyak?
Mana bisa tahu, kali ini ulangannya, sudah mendapatkan grand slam, ini adalah fenomena yang belum pernah terjadi.
“Hadiah 20ribu, nanti kamu bisa mengambilnya di kantor akademik.”
__ADS_1
“Oh, baik.” Dalam hati Lina tetap tidak ada rasa bahagia.
Dia dari kecil sudah tahu kalau dirinya adalah anak yang berbakat.
Misalnya begini, orang lain butuh waktu tiga sampai lima tahun untuk mempelajari sesuatu sampai mahir, dia kemungkinan hanya butuh 10 atau 15 hari sudah bisa.
Jadi melihat hasil ini, dia juga tidak terkejut.
Tapi para pelajar lain benar-benar kebingungan……
Gadis yang Jessica itu, saat pengumuman seketika, merasa sangat kecewa.
Karena dia selalu mengira dirinya, juga memikirkannya, jika bisa mendapatkan 20ribu ini.
Akan langsung pulang kerumah untuk memperbaiki rumah papa mamanya yang sudah lusuh dan rusak. Tapi……
Setelah jam belajar selesai, Lina mengikuti arahan, mendapatkan beasiswa.
Tak disangka baru sampai di kelas, sudah di hadang beberapa gadis di depan pintu.
“Beasiswa ini seharusnya punya Jessica, kembalikan padanya.” Gadis yang memimpin terus mendesak orang.
Lina melihat wajah orang-orang ini dengan dingin.
“Semuanya adalah teman sekelas, aku membujukmu untuk berbaik hati, sebelum kamu datang Jessica selalu mendapatkan nomor satu, uang ini seharusnya diberikan padanya, apalagi dia membutuhkan uang ini, kamu sudah menjadi wanita simpanan, memakai mobil mewah berharga miliaran, apakah masih kekurangan uang segini?” Kata-kata gadis yang satu lagi lebih keterlaluan.
__ADS_1
Lina mengangkat pelan alisnya,”Mau bermain mengatasnamakan kebaikan untuk menuntut orang?”