Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 217 Ada Sedikit Menyedihkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


John melihat Lina dengan raut muka yang begitu serius, pun merasa sangat lucu sekali.


Dia mengulurkan tangan, mencengkram tangan kecilnya.


Hello! Im an artic!


“Jangan khawatir, tidak akan, orang lain mau ngomong apa terserah mereka, yang penting saya tidak melakukannya, saya tidak takut, kalau ada orang yang mau mencari masalah, akan saya bereskan.”


“Baiklah, kalau kamu tidak takut, saya takut apa.”


Lina merasa apa dirinya terlalu mencampuri urusannya?


Baik hati mengingatkan, orang tidak peduli, perasaannya kesal.


Hello! Im an artic!


Pas Lina sudah mau pergi, John mana bisa tidak melihat maksud kemarahan dia, maka segera menarik tangannya, tidak membiarkan dia pergi.


“Lepaskan.”


“Tidak.”

__ADS_1


“John kamu jangan kayak anak-anak.”


“Linlin, saya mau minum kopi, bisa buatkan saya?”


Lina: …


“Baik, presiden Jiang, Harap tunggu.” Lina benar-benar dibuat kesal, tadi apa maksud John manja?


Tapi memang benar dia jarang membuatkan dia apa-apa, sekarang mau kopi, buatkan saja, toh bukan masalah yang merepotkan.


John melepaskan tangan, Lina pergi membuatkan dia kopi.


Sebenarnya setelah selesai mengantarkan kopi hendak pergi, tetapi tidak disangka, malah dipaksanya memebicarakan desain interior 1 jam.


Karena John pernah sekolah di luar negeri, juga pernah bertamasya ke banyak negara, maka dia baru bisa mengatakannya dengan sangat luar biasa.


Dua orang ini ngobrol saking asiknya sampai tengah malam baru tidur.


“Presiden Xie, kalau ingin terus menurut kerugian hari ini, perusahaan kita akan rugi 1 miliar-an…… saya rasa anda harus memikirkan bagaimana agar tidak rugi lagi, kalau menyatakan bangkrut sekarang, mungkin masih bisa mengurang kerugian sedikit.” Ini adalah pesan dari kantor keuangan.


Setelah melihat sekilas Eric tidak membalasnya.


“Presiden Xie, apa masih mau mengambil rumput Sadar dari tanah asal? Mendengar setelah obat bermasalah, apa kita masih mau lanjut produksi, atau berhenti dulu?” Kelompok dari barat laut juga menanyakan maksudnya melalui pesan.

__ADS_1


“Eric, maksud saya dan ayah, kamu langsung melikuidasi kantor saja, pulang ke kantor pusat bekerja, kalau begini kamu tidak akan bisa menanggung lebih banyak, hutang akan semakin besar, sampai terakhir adalah satu lobang besar, ayah tidak menyalahkanmu, tenang saja.” Ini pesan yang dikirim Ferdy.


Eric hanya melihat sekilas setiap pesan, telepon tidak terima, perasaan, seharusnya paling buruh selama ini.


Dia tahu kalau bisnis pasti ada resiko, tetapi tidak berpikir resiko datang begitu cepat.


Membuat dia tidak bisa menahannya, membuat dirinya keliatan menyedihkan.


Saat dia berbaring di ranjang berpikir, waktu Lina melihat berita, mungkin akan memandang rendah dia?


Pasti merasa dia adalah seorang brengsek yang tidak bisa melakukan apa-apa, John pasti akan menertawakannya?


Masih ada orang dulu yang dia singgung itu, saat ini mereka akan menertawakan dia.


Bunyi deringan hp, dia melihat sekilas, Katie yang menelpon, tetapi tetap tidak dia angkat.


Setelah bunyi beberapa lama, Katie memutuskannya menoleh kepala melihat ayah dan ibunya.


“Paman kedua tidak angkat, saya telepon dia juga tidak angkat.”


“Ternyata perasaan dia lebih parah dari yang kita duga.” Fenny melihat ke suaminya.


Nantikan bab selanjutnya Bab 218 Biarkan Dia Lepas Tangan

__ADS_1


__ADS_2