Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 191 Pulang Dinas


__ADS_3

Jujur, Lili sepertinya telah meremehkan Sony, dia mengira Sony adalah orang yang gampang di bulli.


Tapi sepertinya semua itu hanya tipuan dia, ternyata dia adalah seekor harimau.


Hello! Im an artic!


Lili kemudian tidak ingat bagaimana caranya dia kabur, dia juga melupakan alasan dia datang mencari Sony.


Ketika dia keluar, mukanya masih memerah dan panas, selama beberapa tahun ini, siapa yang berani melakukan ini kepadanya.


Ini bukan adegan film, di kehidupan nyata, Lili hanya merasakan seluruh kepalanya pusing, dia langsung kabur pulang, dan juga lupa memarahi orang.


Sony terbaring di karpet, dia tersenyum, kemudian dia memegang lehernya, ternyata ada darah.


Hello! Im an artic!


Lili yang mencakarnya ketika dia malarikan diri tadi, kuku wanita itu cukup tajam juga.


Tapi dia juga tidak rugi kan, dia sudah menciumnya juga.


Melihat reaksi Lili, sepertinya dia sudah lama tidak mencium orang, seperti anak baru saja.


Memikirkannya saja membuat dirinya senang.


Beda dengan Lili, ketika sampai di rumah, dia dengan cepat mandi, kemudian tanpa henti mengosok giginya, tanpa henti.

__ADS_1


Di pikirannya masih terlintas kejadian tadi, seperti mimpi.


Tapi yang lebih menakutkan adalah dia tidak berani memarahi pria itu, chat saja gak berani.


Apa karena ciuman tadi membuat dia menjadi bodoh?


Apalagi dia seorang artis yang begitu terkenal, seperti ratu, siapa yang berani menganggunya?


Tapi pada akhirnya dia kembali ke masalah tadi, adegan ciuman dia dengan orang lain, apa hubungannya dengan Sony?


Kenapa dia harus mencampuri urusannya? Dan menyuruh pihak investor untuk menarik kembali uangnya?


Bagiamanpun, sekarang dendam di antar mereka sudah terjadi, dan tentunya ini bukan dendam yang kecil.


Ferrari yang begitu sombong bukan dia siapa lagi?


Lina kesal melihatnya, katanya lagi mau dinas? Kenapa beberapa hari sudah balik lagi?


“Rika, aku boleh berbicara beberapa kata dengan Nonamu.” Eric masih pintar, dia tahu harus memuji Rika dulu.


Rika melihat Lina yang duduk di belakang.


Dia tidak berbicara, berarti masih boleh.


Eric kemudian membuka pintu mobilnya, dia melihat Lina, dan sangat senang tentunya.

__ADS_1


“Aku sudah pulang dinas, beberapa hari tidak bertemu, kamu kangen aku gak?” Eric bercanda.


Lina malah tidak bisa tertawa sama sekali, dia melihatnya dengan muka serius, “Tuan Xie, waktuku berharga, langsung ngomong inti saja?”


Mendengar Lina berkata begitu, Eric lalu dengan cepat mengambil sesuatu dari kantongnya, kemudian dengan pelan dia meletakkannya di kursi mobilnya.


“Apa ini?” Lili meliriknya, melihat bungkusannya yang aneh, dia tidak bisa melihat jelas apa isinya.


“Dinas kali ini, aku membawa beberapa oleh-oleh, walaupun tidak begitu berharga, tapi kalau kamu suka, nanti akan aku minta orang belikan lagi.”


“Gak usah, terima kasih.” Lina mengambil barangnya dan bermaksud mengembalikannya.


Eric langsung mundur beberapa langkah, “Kalau kamu gak mau, buang ke tong sampah saja, gak apa-apa….. aku pergi duluan yah, byebye.”


Lina: …….


Eric beneran tidak tahu malu, kasih kado saja harus memaksa gitu, Lina walaupun tidak menyukainya, tapi sayang kalau dibuang.


Dia melihat sekilas ke barangnya, “Rika, kamu bagi saja dengan Ella.”


“Terima kasih non.” Rika menahan tawanya.


Lalu Rika berkata, “Non, jangan khawatir, Eric mencarimu dan memberikan sesuatu kepadamu, kami tidak akan kasih tahu ke PakJohn.”


Lina terkejut, “Kalau John tahu emang kenapa? Aku juga gak takut dia tahu.”

__ADS_1


__ADS_2