Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 167 Pasangan Palsu


__ADS_3

Lika kelihatan sangat marah, kemudian melepaskan jas polisi tadi, dan melemparkan ke arahnya lalu pergi meninggalnya.


Benard mengambil jasnya, dia juga tidak tahu harus bagaimana.


Dia bukan orang yang gak setia, sebelum Lika, dia hanya punya mantan itupun saat kuliah.


Setelah lulus, mantannya itu pergi ke selatan untuk mengerjakan ecommerce.


Tapi Benard adalah anak tunggal, dia gak mau terlalu jauh, ingin menjaga orang tuannya, jadi dia memutuskan tinggal di kota J.


Kedua orang ini karena ldr jadinya putus, setelah itu dia bertemu dengan Lika, hati yang tenang itu kembali bergejolak.


Kalau saja Lika bukan keluarga Hua, mungkin sekarang mereka sudah mau nikah, tapi semua itu susah ditebak.


Benardpulang ke kantor polisi, rekan kerjanya memberitahu lokasi Lika.


“Benard, pacar kamu 5 menit yang lalu masuk ke hotel bintang 4, sangat aman, kamu jangan khawatir yah.”


“Iya.” Benard mengangguk.


“Benard, kalian berdua kenapa, berhantam lagi?”


Rekan kerjanya tentu tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka berdua, hanya merasa mereka berdua sedikit berbeda dengan yang dulu.


“gappa, kalian tolong usahakan yah, cariin bukti dan dapatkan orangnya.”


Kemudian di satu sisi Lili sdang menghadiri sebuah acara, ketika balik ke apartemen sudah tengah malam,

__ADS_1


Ketika dia masuk ke dalam, dengan capek melempar tasnya ke sofa, dan melepaskan hak tingginya.


Kemudian terbaring di sofanya…


Tiba-tiba, hpnya berbunyi, ada telepon.


Dari layarnya terlihat nama, Brengsek.


Ini nama yang diberikan Lili untukSony, sejak hari itu, dijebak olehnya, dan dipaksa untuk berjanji, Lili benaran sangat marah.


Kalau teringat, dia ingin memarahi si marga Wang ini, dan seluruh nenek moyangnya juga di marahin.


Tapi, telepon ini juga harus diangkat dulu.


Dia menjawab, “ada apa?”


“besok malam jangan lupa pulang denganku.”


“sebentar.”


“ada apa lagi?” Lili kemudian dengan tidak sabaran menjawabnya.


“besok kamu tolong jangan pakai terlalu tipis, orang di rumah sangat banyak, om tante semua ada.” Sony mengingatkanya baik-baik


Lili langsung kesel, “kenapa keluarga Wang kalian banyak urusan si? Kirain kalian itu kerajaan kaisar gitu? Harus tata krama lagi? Udah tahun berapa ini, masih ada pakai tipis atau tebal? kalau gitu besok, aku pakai jubah putih daerah timur tengah saja gimana, hanya 2 mata yang terlihat saja.”


Padahal terdengar menyindir, tapi Sony sama sekali tidak marah.

__ADS_1


Malah dengan muka tenang berkata, “kalau gak takut pengap, juga boleh.”


“Brengsek kamu, sialan.”


Dengan marah Lili memutuskan teleponnya, apaan coba? Sony beneran sangat jahat dan gak jelas.


Walaupun marah, tapi dia harus menepati janji.


Hari kedua setelah selesai kerja, dia pulang menganti baju, ketemu dengan orangtua tentunya tidak boleh memakai terlalu terbuka.


Setelah mikir sangat lama di depan lemari bajunya, akhirnya dia memutuskan untuk mengenakan setelan kotak-kotak abu-abu


Ini juga brand terkenal yang mengirimkan untuknya, rambutnya juga diikat dengan rapi, gak ada tambahan lainnya.


Lagian dia juga tidak benar-benar mau jadi menantu keluarga Wang, jadi gak terlalu peduli apa kata orang.


Karena itu, dia juga tidak menyiapkan kado pertemuan


Untung Sony mengerti Lili, sudah membelikan untuknya dan diletakkan di mobil.


Malam jam 6, Sony membawa mobil Porsche, dan membawa Lili kembali ke rumah utama.


Tempatnya sangat terpencil, orang-orang tua ini beneran suka tempat yang sunyi sepi dan pemandangan bagus, jadi sengaja menjauh dari keramaian kota.


Ketika masuk, Lili terkejut oleh apa yang dia lihat, om dan tante semua datang, mungkin sekitar 40an orang.


Meja saja ada 5, sudah kayak mau tunangan.

__ADS_1


“Perkenalkan dulu, ini pacar aku, Lili.” Sony tetap dengan muka tenang.


Di depan semua keluarga, dia memperkenalkannya dengan tegas.


__ADS_2