Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 252 I Ching 64 Hexagram


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Apakah terjadi masalah di rumah?”


Kata pertama Lina langsung ke topik.


Hello! Im an artic!


Eric juga terkejut, “Kamu sudah mendengarnya?”


Lina menggelengkan kepala, “Tidak ada, aku hanya melihatmu mengerutkan kening, di antara kedua alis tengahnya ada sebuah aura sial yang gelap, sepertinya terjadi sesuatu di rumah. Dan wajahmu berwarna hijau, disekitar matamu agak condong ke dalam, seharusnya mewakilkan seorang perempuan, perempuan yang mempunyai hubungan dekat denganmu, apakah ibumu yang sakit?”


“Ha, ajaib, kamu ternyata bisa meramal?”


“Meramal tidak berani, hanya saja dulu banyak melihat bukunya, mengerti sedikit tentang lima eleman dan delapan diagram.” Lina berbicara dengan tenang.


Hello! Im an artic!


Eric perlahan menghela nafas, “Bukan mamaku, tapi adik perempuanku, yang kamu uraikan sangat benar, adikku menghilang?”


“Menghilang?” Lina merasa tak terduga, lagipula akhir-akhir ini tidak mendengar ada putri kesayangan orang kaya yang pergi meninggalkan rumah, atau diculik dan sebagainya yang tersiar diberita.

__ADS_1


Eric kemudian menceritakan masalah adiknya pada Lina secara sederhana, juga menceritakan tentang tadi pergi ke rumah Andy.


Agak lama, Lina melihat-lihatnya.


“Jika kamu mempercayaiku, aku bisa bantu kamu meramalkan keberuntungan dan kesialan adikmu, lihat apakah masih hidup?”


Dalam hati Eric terkejut lagi, dan merinding.


Meski dia sendiri tidak terlalu percaya dengan hal mistos seperti ini, tapi pada saat ini, juga hanya bisa berusaha mencoba berbagai cara, lagipula juga tidak ada kerugian, selain itu orang yang meramal adalah Lina.


“Boleh juga, maka merepotkanmu, apa yang perlu aku lakukan?”


“Kamu perlu memberiku sebuah uang koin, aku tidak boleh membantu orang meramal secara gratis, bisa menyakiti diriku, jika kamu memberi uang, itu berarti aku demi menghasilkan uang baru membantumu.”


“Kamu taruh uang koin di telapak tangan, kedua tanga tutup beranjali, dalam hati mengucapkan tiga kali masalah yang mau kamu mohon, kemudian lempar uang koin ke atas.”


“Baik.”


Setelah satu menit, Eric mengikuti permintaan Lina, lalu melempar uang koin dan menyusun sejajar


Lina dengan serius melihat beberapa detik……

__ADS_1


“Bagaimana?” Eric sangat cemas, sangat takut ada berita yang tidak baik.


Kemudian Lina mengangkat kepala melihatnya sebentar, “Tanah dari bumi, di atas bumi ada tanah, orang itu mengajari pikiran tanpa batas, akan menjaga keamanan, berdiri diatas melihat kebawah kondisi akan terkendalikan, akan mendapatkan arah yang baik. Karena masalah ini orang itu berusaha sekuat tenaga mengajari orang-orang, dan menggunakan kebajikan yang terbatas untuk memberkati dan melindunginya.”


“Lina, aku tidak mengerti, bisa langsung menerjemahkannya ke bahasa biasa?” Eric kebingungan mendengarnya.


Lina perlahan mengatakan, “Ini adalah gambaran ramalan yang lebih baik, adikmu masih hidup, dan sangat cepat, dalam 3 hari akan ada kabar yang didapatkan ”


“Apakah benar?” Hati Eric terasa senang.


“Tapi kamu juga jangan terlalu senang dulu, meski akan ada kabar baik, tapi orangnya tidak akan kembali dengan cepat, harus melewati sebuah rintangan, tapi kamu jangan khawatir, dia tidak dalam bahaya, hanya dilibatkan oleh orang lain. Kamu pulang tunggu kabar saja, seharusnya Andy secepatnya akan membawa kabar untukmu.”


“Kalau begitu sungguh bagus sekali.” Eric pertama kali meramal, tidak menyangka ternyata Lina yang membantunya meramal.


Apa yang dirasakan dalam hati, masih terasa sangat senang, terutama hasil ramalan adalah keberuntungan, suasana hati lebih baik lagi.


“Lina, ini adalah ramalan apa, aku tidak pernah melihatnya, sungguh sangat ajaib, ternyata masih bisa menggunakan uang koin, aku masih mengira hanya kartu tarot baru bisa, ha ha.”


“Ini adalah I Ching 64 hexagrams, dulu keluar dari tangan raja Zhou Wen, saat dia di masukkan ke dalam penjara, sepenuh hati meneliti delapan diagram dan didapatkan prediksi, memohon dengan tulus akan mendapatkan hasillnya.


“Kamu adalah dewi.” Eric sedikit terobesesi memandang wajah yang menakjubkan ini, sangat mengaguminya.

__ADS_1


Lina merasa tidak enak hati, memalingkan wajah.


“Jika adikku bisa pulang dengan selamat, aku pasti membawanya datang untuk berterima kasih padamu, mentraktirmu makan besar.” Eric memandang Lina dengan rasa terima kasih.


__ADS_2