Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 748 Bisikan Hati Nurani


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Ayah, jangan menganggap dirimu sebagai korban, jangan lupa, kaulah yang memulai semua ini. Kalau bukan karena kau berselingkuh, dan menyebabkan Patrice Zhang hamil, bagaimana bisa terjadi masalah selanjutnya? Kau melukai ibuku, tidak mempedulikan reputasi keluarga Hua, melukai aku dan kakakku, masih ingin membiarkan wanita itu melahirkan anak haram itu, dan berbagi warisan dengan kami? Bagaimana aku bisa tinggal diam melihat semua ini? Haha, sebenarnya adik ketiga, keempat, dan kelima harus berterimakasih padaku, aku menjadi pembunuh yang memusnahkan rintangan masa depan mereka.”


Setelah mengatakannya, Lisa Hua tersenyum bangga…


Hello! Im an artic!


“Gila, kau sungguh gila, kau adalah putri kandungku, aku tak bisa memenjarakanmu, tapi ingatlah, Lisa Hua, hal baik dan buruk semua tercatat, ada reinkarnasi, jika tak percaya lihatlah ke atas, Tuhan melihat, aku akan menunggu dan melihat…di alam mana kau akan hidup… aku akan mengawasimu dengan baik.”


Saat ini, Lisa Hua tahu, bahwa hubungan ayah dan anak selama bertahun-tahun ini telah berakhir sebagai musuh, dan keharmonisan tak dapat dipertahankan lagi.


Saat Peter Hua meninggalkan rumah Lisa Hua, waktu sudah menunjukkan pukul 2 subuh.


Ia masih mengendarai mobil Bentley peninggalan nenek Lina Hua. Sebenarnya dalam wasiatnya mobil ini diberikan pada Lina Hua.


Hello! Im an artic!


Nenek tua itu seumur hidup sangat mencintai putri kelima keluarga Hua, maka sebelum meninggal ia juga masih memikirkannya.


Mengingatnya, Peter Hua tertawa pada dirinya sendiri, mobil yang dikemudikannya adalah pemberian Lina Hua.


Saat ia tak punya uang lagi ia meminjam pada Lika Hua, seluruh gaji Lika Hua juga ia berikan pada ayahnya.

__ADS_1


Saat ia tak punya tempat tinggal, Lili Hua lah yang memberinya tempat, walaupun perilaku Lili Hua agak kasar, ia masih punya sedikit kebaikan.


Hanya Linda Hua dan Lisa Hua, yang dididik dan dibesarkannya sendiri, yang bekerjasama untuk membekukan kartu kreditnya dan memaksanya menjual barang-barang antik kesayangannya.


Juga membujuknya meminjam uang ke teman untuk mengumpulkan tebusan yang cukup untuk Patrice Zhang, pada akhirnya uang itu jatuh ke tangan mereka berdua.


Sekarang setelah kebenarannya muncul, Peter Hua merasa sangat bersalah terhadap ketiga putrinya yang lain.


Juga merasa bersalah pada istrinya, dan bahkan lebih merasa bersalah lagi pada Patrice Zhang dan anak yang tak sempat dilahirkannya.


Ketika menyelidiki masalah ini, Peter Hua bahkan tak berani mendengar bagaimana cara Lisa Hua menyiksa Patrice Zhang.


Ia tak berani, sungguh tak berani, saat menyadari di sebelahnya ada seekor ular berbisa, sungguh perasaan yang tak dapat dijelaskan.


Tak heran Patrice Zhang terus-terusan mengatakan soal ular berbisa, setelah dipikirkan lagi, rupanya Lisa Hua lah yang dimaksud.


Ia memberi keluarga Zhang uang tunai 400 juta dan beberapa hadiah berharga.


Keluarga Zhang adalah orang miskin sepanjang hidup mereka, belum pernah melihat uang sebanyak itu, maka mereka menerimanya dengan hangat.


Setelah menyerahkan hadiah, tanpa berlama-lama, ia menuju ke kota tempat Patrice Zhang berada, ke panti jompo.


 

__ADS_1


Sebenarnya, panti ini tak cukup bagus untuk disebut panti jompo, ia hanyalah sebuah tempat yang kecil.


Peter Hua datang dengan maksud untuk membawa Patrice Zhang kembali ke Kota J. Lagipula ia masih mempunyai beberapa koneksi di Kota J.


Ia tidak berharap bisa menyembuhkan Patrice Zhang, hanya berharap untuk sisa hidupnya, bisa menemukan tempat yang aman untuknya, mungkin… ia melakukan ini untuk menenangkan dirinya.


Dalam hati masih ada bisikan hati nurani bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk menebusnya.


Menjemput Patrice Zhang ini dilakukan diam-diam, sangat dirahasiakan, tak ada orang yang tahu. Lalu ia segera memindahkannya ke sebuah Pusat Hydroteraphy kelas atas di Kota J.


Patrice Zhang berganti baju baru, didandani, dimandikan, dan dikeramasi oleh suster, dan menjadi segar kembali.


Namun, pandangan matanya masih kosong…


“Patrice, kamu baik-baiklah disini, aku akan sering mengunjungimu.” Peter Hua menggenggam tangan Patrice Zhang.


“Apakah kita akan bermain poker?” Patrice Zhang memiringkan kepalanya, kecerdasannya setara dengan anak kecil.


“Tuan jangan khawatir, aku akan merawat putrimu baik-baik.” Perkataan suster itu membuat Peter Hua menjadi malu.


Ia dengan canggung bangkit dan pergi. Memang benar, Patrice Zhang masih di usia prima, usianya bahkan belum setua Lisa Hua, namun, karena bertemu dengannya, ia menjadi seperti ini…


Akhirnya, apa yang dikatakan Lisa Hua memang benar, ialah yang memulai semua ini, ia tak bisa mengelak dari kesalahan.

__ADS_1


Kota W, di sebuah mansion.


“Jeskry, kabar terbaru, Peter Hua membawa Patrice Zhang kembali ke Kota J. Menurutmu apa maksud perbuatannya ini?”Sam Hu membungkuk di sebelah telinga Jeskry Wu, matanya berseri-seri.


__ADS_2