
Freddie adalah orang yang sangat memakai logika, di Universitas Nasional dia di sebut-sebut sebagai orang yang ganteng juga, dan juga dia selalu merendah.
Biasanya selain suka bermain basket, dia tidak pernah mendekati wanita lain.
Dan juga tidak punya gosip yang parah.
Tapi kali ini,dia sudah tidak bisa menahannya.
Dia bisa menerima Linlin demi uang bersama pria, tapi pria apapun boleh, kecuali Eric.
Kenapa harus dengan Eric?
Terus kenapa Freddie bisa segitu kesalnya dengan Eric, mungkin ini karena kejadian 2 tahun lalu.
Waktu itu Freddie punya teman masa kecil.
Teman masa kecilnya ini punya seorang kakak perempuan, sangat cantik, dan punya toko sendiri, biasanya berjualan baju dan lainnya.
Akhirnya gak tahu kenapa, dia masuk ke dunia anak-anak keluarga kaya, dan bersama dengan Eric.
Tapi gak lama, dia mendengar kakaknya itu karena urusan cintanya, dia bunuh diri.
Hal ini tidak terpublish di publik, karena orang-orang kaya itu menggunakan uang untuk menekannya.
Kemudian teman kecilnya itu dalam 1 malam semuanya menghilang, gak tahu pindah, atau kenapa? Pokoknya tidak bisa menemukan mereka
Setelah itu, pernah ada beberapa gosip beredar.
Bawah kakak teman kecilnya itu hamil ketika bersama Eric.
__ADS_1
Kemudian dipaksa mengugurkan, kakaknya gak mau, kemudian karena ditekan terus, akhirnya kakaknya stress, dan bunuh diri.
Dan juga teman masa kecilnya mengambil uang dari keluarga Xie, kemudian pindah keluar kota.
Ada yang bilang, Keluarga Xie membunuh semuanya, dalam 1 malam mereka hilang semua.
Tapi bagaimanapun, sejak saat itu, dia menganggap Eric adalah seorang bajingan dan sampah masyarakat, gak punya hak hidup di dunia ini.
Sehingga Freddie tidak bisa menahan amarahnya, langsung berjalan ke arah jurusan Sejarah.
Jurusan sejarah sedang ada kelas sejarah politik.
Gurunya seorang pria yang berkaca mata sedang mengajarkan sesuatu di kelasnya.
Freddie tidak mengetuk pintu, dia langsung berjalan masuk, dan berjalan ke baris paling belakang, dia menarik Lina dari tempatnya.
“Ikut aku, ada yang mau aku bicarakan.” Emosinya tidak stabil, mukanya sangat kesal
“Gak ada waktu, ini lagi belajar.”
Lina sangat tenang, dia juga tidak akrab dengan Freddie, di depan semua murid, jika dia keluar, nanti malah gosip yang aneh2 lagi.
“benaran, aku ada urusan yang penting.”
“kamu yang jangan mengacau, kamu masuk dan menganggu semua murid di kelas ini.” Lina berkata sambil menatap tajam ke arahnya.
Freddie menarik nafas dalam-dalam, dan berusaha menenangkan dirinya.
Dia dengan suara pelan berkata, “kamu kenal Eric?”
__ADS_1
“Iya.” Lina mengakuinya.
“kamu……kenapa bisa dengan dia……?”Freddie merasa hatinya semakin sakit.
Lina gak tahu dia kenapa, dia juga diam saja.
“tinggalkan dia, dia adalah sampah dari semua sampah, kamu tahu?” Freddie menahan emosinya.
“halo teman, kamu mengatur terlalu banyak?”Lina sangat kesal, dia kan tidak akrab dengannya, kenapa malah mengatur-ngatur hidupnya.
Dia gak tahu Freddie karena tahu beberapa hal, dan demi kebaikan dia, makanya kata-katanya sedikit kasar.
Melihat ekspresi dingin Lina.
Freddie jadi punya pikiran yang jahat, dia, ingin menciumnya, di depan semua murid jurusan sejarah.
Kemudian dia kehilangan akal sehatnya, dia menundukkan kepalanya, dan mendekat untuk menciumnya.
Tapi belum sempat tersentuh, langsung terlihat adegan yang menarik.
Lina pada waktu yang sama, mengambil kursi di samping.
Kemudian diarahkan ke kepala Freddie.
Dan akhirnya, kepala Freddie, berdarah.
Semua orang di kelas bengong, ini gak terlalu hebat? Seorang Dewi begitu kasar?
Awalnya mereka mengira dulu marah kepada wanita-wanita itu sudah hebat, malah sekarang lebih hebat lagi.
__ADS_1