Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 172 Menjadi Anak Nakal


__ADS_3

Eric menemani keponakan ke tempat les pianonya.


Merupakan sekolah pelatihan piano yang sangat mewah, katanya kepala sekolahnya adalah seorang pianist yang sangat terkenal.


Guru di dalam juga pendidikannya sangat tinggi, dan juga cantik-cantik semua.


Gurunya Katie bernama Dabria Dong, katanya adalah lulusan terbaik dari universitas nasional music.


Selain mukanya yang manis, badannya juga bagus, kalau tersenyum lebih manis lagi.


Karena Katie menyukai guru ini, makanya memilih les privat dengannya.


Biaya satu kali kelas adalah 1500, ini sudah harga yang sangat mahal.


Katie masuk dan belajar piano dengan gurunya, Eric duduk di ruang tunggu sambil membaca berita di hp nya, sekalian bermain game juga.


Satu jam dengan cepat berlalu, setelah selesai, Katie berdiri.


“Katie, hari ini kamu bagus ya mainnya, pulang nanti harus belajar lagi ya, biar gak lupa.”


“Ok bu guru ”


“Ok, kalau begitu biar aku antar kamu keluar.”

__ADS_1


“bu Guru, tadi yang antar aku itu paman aku, kamu merasa dia ganteng gak?” Katie sambil memegang tangan gurunya sambil bertanya


Gurunya ini juga binggung, lalu dia tersenyum sambil menjawab, “Ganteng, wajah keluarga kalian semuanya bagus kok, punya gen yang baik.”


“Bu Guru, kamu mau gak jadi pacar paman aku?”


Gurunya: ……


Jujur, Dabria tidak pernah menyangka, seorang bocah berumur 5-6 tahun bisa menanyakan hal seperti itu, cukup mengagetkan.


Melihat gurunya tidak menjawab, Katie mengira dia tidak mau.


Kemudian dia melanjutkan merayu gurunya, “Pamanku itu sangat ramah orangnya, juga bisa bercanda, sabar, ada villa sendiri, ada mobil Ferrari, ada perusahaan sendiri, sama pacarnya juga pasti baik, dulu mantan yang bersama dengan pamanku, semuanya mendapatkan banyak perhiasan dan tas, kakek juga sangat menyayangi pamanku, kalau pamanku nikah nanti pasti akan mendapatkan banyak uang, terus ada juga saham perusahaan, kalau Bu guru jadi tanteku nanti, gak usah kerja lagi, bisa jadi menantu keluarga Xie kami.”


“Semuanya itu ide aku sendiri, bu guru jangan lihat aku anak kecil, di rumah kalau ada bicara pasti semua orang mendengarkannya, paman aku juga sangat sayang denganku, sebelumnya aku telah memikirkan lama, dan aku rasa kamu yang paling cocok dengan pamanku, kalau kamu mau, nanti aku kenalkan pamanku. ”


Dabria dulu tidak pernah punya pemikiran ini, dia hanya tahu Katie dari keluarga kaya, dia tidak pernah mencari info lain lagi.


Tapi sekarang, paman Katie tadi…


Dia juga sudah melihatnya tadi, lumayan ganteng, dan gaya pakaiannya juga sangat bagus.


Dabria juga tidak punya pacar, ketika mendengar rayuan bocah kecil tadi, dia mulai sedikit tergerak hatinya.

__ADS_1


Melihat gurunya ragu terus, Katie langsung menarik tangannya dan berjalan ke depan.


“Paman.”


“Sudah selesai?” Eric lalu berdiri, dengan senyum menghampirinya


“Paman, perkenalkan, ini guruku, namanyaDabria.”


“Halo.” Eric juga tidak berpikira lain, dia mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Dabria kelihatan sedikit malu, dia hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya.


“Paman, guruku ini orangnya sangat baik, kalian bisa berteman, add wechatnya.” Katie menyuruhnya.


Eric sekarang baru sadar, ternyata bocah ini mau menjadi mak comblang?


Sekarang Eric juga gak tahu harus bagaimana.


Gurunya juga mukanya memerah karena malu, tapi dia juga tidak menolak saran dari Katie.


“Paman, cepat, add wechatnya.” Melihat pamannya tidak bergerak, Katie mengubernya.


Eric juga sedikit malu, lalu dia mengeluarkan hp untuk menambahkan wechatnya.

__ADS_1


Setelah selesai, mereka berdua berjalan keluar tempat lesnya, ketika masuk ke mobil, Eric mencubit pipi keponakannya, “Katie, apa maksud mu tadi?”


__ADS_2