Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 91 Kerja Keras


__ADS_3

Rika dan Ella saling melihat satu sama lain.


“Bawa pergi uangmu, tak peduli berapa banyak yang kau berikan, kami tak mungkin bisa membantu.”


Kemudian, Rika dan Ella naik ke mobil lalu pergi meninggalkannya.


Eric Xie tak menduga hal ini. Sejak kecil, ia selalu berpikir kalau dengan uang ia bisa melakukan apapun yang ia mau.


Ia punya suatu pepatah yang selalu ia gunakan.


Pepatah itu adalah — 99% masalah di dunia bisa diselesaikan dengan uang, sisa 1%nya bisa diselesaikan dengan lebih banyak uang.


Dia pikir saat dua perempuan itu melihat uangnya, mereka pasti akan membantu. Lagipula menyampaikan pesan hanya urusan yang mudah.


Tapi tak disangka, mereka tak tertarik, malah langsung menolaknya.


Saat ini orang yang punya integritas sudah tak banyak.


Kelihatannya, sehari-hari Lina Hua amat baik pada mereka, membuat mereka amat perhatian padanya.

__ADS_1


Memikirkan hal itu, membuat Eric Xie makin menyukai Lina Hua.


Ia merasa bahwa dia pasti orang yang amat baik.


Di kantor pusat keluarga Hua


Setelah meeting pagi, Lisa Hua pergi ke kantor mencari Linda Hua.


Samuel Zhang suami Linda Hua juga ada disana


Ketiganya sedang membicarakan tentang pembagian harta warisan sang nenek.


Kata-kata Lisa Hua amat menusuk ditambah lagi dengan amarah yang sedang membara.


Linda Hua hanya tersenyum, “Tak ada pilihan. Kita berdua begitu sukses sudah seharusnya merawat adik-adik kita.”


Lisa Hua menyinyir, “Ha ha ha, merawat adik-adik? Mengapa adik kita tak merawat kita? Lili Hua sudah tampil di banyak drama dan menghasilkan banyak uang, juga mempunyai banyak apartemen, mengapa ia tak memberikan satupun pada kita? Terlebih Lika Hua, tiap hari ia menghitung uang yan banyaknya seperti debu, tapi saat menghitung pembagiannharta, ia juga tak menolaknya? Aku sudah tak tahan dengan Lina Hua. Ia amat licik. Dari kecil ia sudah diberikan ini itu oleh nenek. Semuanya diberikan padanya. Apa maksud semua itu?”


Sebenarnya, bagian warisan yang diterima Lina Hua bisa dianggap sebuah keberuntungan.

__ADS_1


Belakangan aku dengar, mobil Bentley diberikan pada sang ayah, dan setengah dari seluruh perhiasan diberikan pada ibunya.


Tapi kakak beradik ini tak kebagian apapun.


Lili Hua merasa tak masalah. Ia sendiri bisa mengusahakannya.


Lika Hua juga tak peduli. Lagipula ia juga tak peduli pada neneknya. Tak masalah jika ia tak mendapatkannya.


Namun, kakak tertua dan kakak kedua berbeda. Mereka berdua sudah lama ada di dalam grup, mengatur keuangan grup Hua.


Sudah seharusnya mereka yang diutamakan.


Mendengar omelan Lisa Hua, Samuel Zhang juga tersenyum. “Maksud adik kedua adalah, nenek pilih kasih, ayah ibu juga pilih kasih. Semuanya diberikan pada adik kelima, padahal adik kelima juga sudah pindah keluar, menikah dengan keluarga Jiang. Ayah ibu sungguh membingungkan…… Kenapa jadi begini…… Hm, bisnis keluarga Hua belakangan tak begitu lancar, masih juga tak memikirkan kita. Mereka tidak tahu persoalan hidup kita yang begitu sulit.”


“Kakak ipar benar. Kita tak bisa membiarkan hal ini begitu saja…… Aku akan membicarakannya saat pertemuan keluarga berikutnya.”


“Adik kelima didukung oleh John Jiang, apa yang bisa kamu lakukan? Ayah dan ibu juga peduli padanya.” pasrah Linda Hua.


“Tentu saja hal ini tak mungkin kita katakan pada John Jiang. Aku harus bicara empat mata dengan adik kelima. Umur adik baru 22, masih kecil, mana mungkin ia berani melawan?” Maksud Lisa Hua amat jelas. Karena adiknya dibully, jadi hanya bisa memberitahunya secara diam-diam.

__ADS_1


Saat ini, Lina Hua sedang merajut kain liur untuk Edo, berhubung cuaca dingin dan Edo suka berlari kesana kemari.


“Nona, kakak keempat menelpon.” Ella mengambil ponsel lalu menyerahkannya ke Lina Hua.


__ADS_2