Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 815 Tak Bisa Menghindari Takdir


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah mendengarnya, Rika terisak, ia menangis sesenggukan, kedua tangannya dengan gemetaran menggenggam Lina Hua.


“Kemaslah barang-barangmu, nanti aku akan menyuruh supir mengantarmu ke bandara, penerbangan jam 11, bukan?”


Hello! Im an artic!


Rika menangis, hanya bisa mengangguk-angguk, nona mengetahui semuanya, bahkan jam keberangkatannya.


Rika pergi, tujuannya untuk mencari kebebasan, namun bagi Lina Hua, ini seperti perjalanan ke neraka… neraka bagi Rika.


Tiket memang untuk penerbangan pukul 11.10, sekarang pukul 8, tiket itu dipesan oleh Jeskry Wu.


Rika berencana, jika hari ini ia tak bisa pergi, besok ia akan memohon lagi, singkatnya, ia harus mendapatkan ijin dari nona, tidak bisa pergi begitu saja.


Hello! Im an artic!


Akhirnya, Lina Hua tak bisa menolak permohonan Rika, ketika Rika mengemas barang-barangnya, Ella sama sekali tak membantunya.


Ia sangat marah, tak menyangka wanita ini, demi pergi bersama pacarnya, terus memaksa nona, memohon sampai menangis.


“Rika, kau sungguh kejam, haha, apakah nona selama ini merawat seekor serigala?”


“Ella, kau tak perlu berbicara sekejam itu, bukankah kau dan Rony Gao juga berpacaran sangat mesra? Kita berdua sama saja, tak perlu saling menuding.”


“Aku tidak sama denganmu, aku tak akan memaksa nona, jika nona berkata tidak, aku akan segera berpisah dengan Rony Gao. Jika aku mengatakan hal yang tidak benar, aku akan mati tertabrak mobil.” Ella bersumpah.

__ADS_1


Rika mendengus tanpa mengatakan apapun, ia bergegas mengemas barang-barangnya, banyak barang yang ditinggalkannya.


Jeskry Wu berkata akan membelikannya yang baru, ia hanya membawa beberapa baju dan tas mahal pemberian Lina Hua.


Juga sebuah kartu debit yang berisi uang yang diberikan Lina Hua selama beberapa tahun ini, dan juga sekotak perhiasan, semua pemberian Lina Hua, saat ia berulangtahun.


Sebuah koper 28 inch, bisa memuat semanya.


Rika menarik koper itu ke ruang tamu, “Nona, aku sudah selesai berkemas.”


“Oh, ini untukmu.”


Lina Hua mengeluarkan dua buah barang, yang satu adalah gelang tasbih hitam, satunya lagi sebuah kartu berwarna hitam emas.


“Nona, ini…”


“Baik.”


“Mobil sudah di depan, pergilah.”


“Nona, aku sangat berterimakasih kau telah menerima kami selama bertahun-tahun ini, memberi kami pakaian dan tempat tinggal.”


Rika berlutut lagi, bersujud 3 kali pada Lina Hua, dan tanpa menoleh lagi, meninggalkan Villa Spring Mansion.


Setelah Rika pergi, Lina Hua menghempaskan diri di atas sofa, dalam hatinya ada perasaan tak enak.


John Jiang turun, duduk di sebelahnya dan menghibur, “Lina, di dunia ini tak ada pertemuan yang tak berakhir.”

__ADS_1


“Tidak begitu, ia bisa dibunuh oleh pria itu, ia bisa mati.” Wajah Lina Hua sangat sedih.


“Itu adalah takdir, semua orang mempunyai hak untuk memilih jalan sendiri, Lina, kau telah berusaha semampumu.”


Akhirnya, Lina Hua hanya bisa bersandar di bahu John Jiang, menguraikan keruwetan pikirannya yang disebabkan oleh Rika.


Di sisi lain, apartemen Sony Wang menjadi lebih ramai.


Clarista Ye, sepupu Sony Wang yang berasal dari kampung, entah bagaimana bisa mendapatkan kuncinya.


Tanpa memberitahu, ia menyelinap masuk, ia mandi disitu, dan mengenakan sebuah gaun malam yang menarik.


Di bagian ujung gaun malam itu terdapat bulu-bulu aneka warna, terlihat sedikit lucu, ia membelinya di sebuah toko online, 200 ribu, dan masih diberi gratis kipas bulu.


Tujuannya sangat sederhana, ketika Sony Wang pulang nanti, ia akan tergoda.


Bukankah nenek telah berkata, selama ia bisa hamil, semuanya akan berjalan lancar.


Siapa sangka, Sony Wang belum kembali, ia dipergoki oleh Lili Hua.


Sebenarnya, Lili Hua sejak tadi di sana, tidur di lantai atas.


Clarista Ye sejak tadi sibuk di lantai bawah, tidak memperhatikan ke atas, maka Lili Hua sejak tadi berdiri di lantai dua mengamatinya, ia tak menyadarinya.


Bahkan di ruang tamu lantai 1, ia masih berbicara sendiri, berlatih, “Kakak sepupu, apakah gaunku ini bagus? Kakak sepupu… apakah kau mau minum wine?”


Lili Hua mendengus, kedua tangannya memegang pegangan lantai dua, ia mengacungkan jempol pada wanita ini, keberaniannya patut dipuji.

__ADS_1


Saat ini, terdengar suara pintu terbuka, Sony Wang akhirnya pulang.


__ADS_2