Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 150 Pesona Kepribadian


__ADS_3

Orang itu mengangguk, “pasti begitu, dan ini juga penjelasan paling logis.”


“Bagus, lanjutkan pengecekannya, kalau bisa sampai tahu siapa wanita itu, namanya, keluarganya, alamatnya dll, harus ada buktinya, aku mau banyak bukti.”


“Siap, Boss Xie”


Eric kali ini beneran akan melawan John.


Beberapa tahun ini, nama putra keluarga Jiang, selalu menekan di kepalanya.


Seperti sebuah gunung, John dari kecil selalu lebih unggul sampai sekarang, sama sekali tidak ada jeleknya.


Sekarang sudah menemukan sedikit, mana mungkin dilepas?


Gak peduli mantannya John itu mati atau enggak, kalau bisa ketemu, bisa menjadi penghalang antara dia dan Lina.


Villa Spring Mansion


Lina gak mau mempedulikan John, hatinya juga ikutan gak senang, tentunya lebih diam dari biasanya.


Setelah selesai mens, dia juga sering bolos sekolah.


Kalau pakai kata rika, non mereka itu seorang murid jurusan buddha.

__ADS_1


Mau masuk yah masuk, gak mau yah ga masuk, sangat keras kepala


Tapi gak masalah, siapa suruh dia itu hanya murid yang masuk di tengah-tengah? Dan juga tidak mempedulikan sertifikat kelulusannya.


Jadi ketika siang hari, Lina hanya setengah jam saja sudah bangun.


Setelah makan sedikit buah, dia duduk di sofa.


Tiba-tiba, hpnya berbunyi, ada wechat masuk.


Dari rumah, mamanya Lina, Nyonya Hua.


“Lina, John lagi diwawancarai, kamu cepat lihat, di saluran ekonomi.”


Secara gak sadar dia juga mengambil remote, dan menyalakan tv dan juga pura-pura tidak sengaja membuka saluran ekonomi tadi.


Dan memang……


Setelah saluran berganti, sebuah muka yang ganteng, muncul di layar tv 100 inc yang berkualitas tinggi, layarnya terlihat sangat nyaman.


“Oh Tuhanku, itu Pak John.” Ella sedang mengepel, dan melihat John, dia terkejut.


Rika juga berlari dari dapur, melihat keramaian.

__ADS_1


Lina hanya terdiam melihat tvnya, tidak bersuara sama sekali.


Di dalam tv, John memakai sebuah jas yang beraksesoris batu safir, dengan elegan berbicara dengan pembawa acaranya.


“Tuan Jiang, kamu boleh ceritakan, mimpi kamu ketika kecil apa yah?”


Jujur, Lina juga ingin tahu jawabannya.


Dia hanya penasran, orang sepertiJohn, bisa punya mimpi seperti apa ketika kecil.


John hanya tertawa ketika mendengar pertanyaan itu.


Senyuman itu bisa membunuh ribuan hati gadis, karena senyuman yang begitu murni, dia seperti kembali ke saat dia muda.


“ketika aku kecil sangat sederhana, walaupun tahu ketika dewasa, aku harus menerukan usaha keluarga, tapi aku selalu bermimpi akan melakukan hal yang aku sukai, ketika waktu itu melihat berita, ada seorang arkeologi menemukan mumi, aku jadi tertarik ke bidang arkeologi, menurut aku sangat berarti ketika kita mencoba menemukan bukti-bukti yang ditinggalkan oleh orang dulu untuk membukti mereka ada, aku pernah membayangkan, aku sendiri adalah seorang kepala tim arkeologi, dan menemukan Makam Jenghis Khan”


Selesai berbicara, John dan pembawa acaranya tertawa.


“waktu kecil Tuan Jiang sangat lucu yah, walaupun mimpi anak kecil, tapi harus dihargai tentunya, Tuan Jiang sekarang punya idola kah? Seperti artis film, atau pebisnis dan investor gitu, semua boleh, pertanyaan ini mewakili para fans, mereka sebenarnya sangat penasaran, orang yang begitu pintar seperti anda bisa menyukai siapa, bisa mengidolakan siapa? ”


Dari tatapan John tersirat sebuah kekaguman, dia ragu sejenak, kemudian dengan pelan berkata “kalau aku ceritakan mungkin pada tidak tahu, dia itu gak begitu terkenal, dia itu ada Appraiser barang antik yang misterius SS, dan juga appraiser barang antik jarak jauh pertama kali, kalau ada kesempatan, aku ingin bertemu dengannya.”


Setelah mendengar kata itu, Rika dan Ella melirik ke arah Lina, wajah Lina masih terlihat santai dan tenang, tapi hatinya tentunya sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2