
Hello! Im an artic!
Pria itu mengatur kacamata bergagang emas miliknya, “Tentang siapa bos kami, anda tak usah bertanya. Intinya…… Di kota, ada keluarga Xu yang berkuasa, tetapi ini adalah kota J, tempat dimana orang-orang berkuasa berdiam. Saya menyarankan Tuan Xu agar bertindak sebagai pahlawan.”
Selesai bicara, orang itu tertawa lalu menyerahkan data itu ke tangan Moises.
Hello! Im an artic!
“Data ini adalah souvenir untuk Tuan Xu. Di dalamnya ada selembar tiket untuk kembali ke ibu kota. Anggap saja ini hadiah pemberian dari bos kami.”
Moises mengambil data itu, tak berani untuk memikirkan balas dendam.
Karena orang ini mempunyai informasi buruk tentang dirinya, ia tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, ia hanya bisa tinggal diam dan menelan kekalahan.
Dengan lesu ia mengambil tiket pesawat itu. Sore itu juga ia meninggalkan kota J.
Hello! Im an artic!
Lili berpikir setelah Moises dihajar, ia pasti akan berkoar-koar membuat masalah. Lagipula, ia adalah orang penting di ibu kota dan ia bisa melakukan apa saja.
Ia tak tahu kalau temannya sudah bertindak. Setelah Lili mendengarnya, ia baru tahu kalau Moises sudah kembali ke Beijing.
“Bukankah ini waktunya untuk mencari orang?” kata Lili dengan khawatir
Dia tak takut akan apa yang akan dilakukan Moises pada dirinya, hanya saja ia takut kalau Moises mengetahui bahwa ini adalah pekerjaan Sony, kemudian mengancam keluarga Wang.
Dia memikirkan hal itu, lalu ia mengirim pesan Wechat pada Sony.
__ADS_1
Lili: Lagi online?
Sony: ?
Lili: Katanya Moises sudah pulang ke Beijing.
Sony: Lalu?
Lili: Aku takut setelah kita menghajarnya, ia tak mundur, pergi mencari orang lain lalu balik menyerang kita. Kamu harus berhati-hati.
Sony: Dia tak mungkin berani macam-macam. Tenang saja.
Lili: Bagaimana kamu tahu kalau ia tak akan berani? Pernah dengar seorang penjahat lebih cepat tersinggung dari seorang pria?
Sony: Selalu ada cara untuk menghadapi orang jahat.
Sony: Biar aku yang mengurus masalah ini. Kamu tak perlu ikut campur.
Lili: Benar-benar tak kelihatan. Kamu terlihat begitu tenang, tapi ternyata kau memikirkannya
Sony: Kau sedang memujiku?
Lili: Kamu keren.
Sony: Hari ini jam berapa pulang kerja?
Lili: Mungkin tengah malam, ada apa?
__ADS_1
Sony: Apa katamu?
Wajah Lili yang memerah terpantul di layar ponselnya. Belakangan ini, mereka berdua saling memahami satu sama lain. Lili merasa kurang cukup tidur, Sony juga seperti tak bersemangat?
Lili: Udahan dulu ya, lanjut kerja dulu.
Sony tersenyum, ia menaruh ponselnya lalu melanjutkan rapat.
Sebenarnya Sony tak pernah kepikiran kalau ia bisa menyukai wanita seperti Lili yang begitu tangguh, suka bertindak kasar dan seenaknya, dan juga sulit untuk menjadi akrab.
Tapi saat ia berada di pelukannya, ia menjadi seperti seekor kucing yang penurut yang terkdang membuat geli.
Sekarang ia juga mengerti, mengapa John begitu memanjakan Linlin, dan Andy tak pernah melupakan cinta pertamanya.
Ternyata, hal yang bernama cinta itu, sekali dicoba, benar-benar bisa membuat ketagihan……
Di sisi yang lain, setelah Lina membawa Jessica untuk diperiksa ke dokter, sang dokter memberikan rencana operasi plastik yang termasuk operasi kelopak kedua mata, implan hidung, memahat wajah berbentuk V, operasi plastik bibir, juga tato alis dan penjahitan lensa kontak. Harga paket ini totalnya sekitar 140,000 yuan.
Tetapi karena diperkenalkan oleh Lili, dokter memberikan diskon 50% padanya. Pada akhirnya ia hanya perlu membayar 70,000 yuan.
Jessica merasa amat senang, menggesek kartu banknya dengan puas dan membuat jadwal operasi untuk minggu depan.
Lina mengantarnya kembali ke sekolah, lalu segera kembali ke Spring Mansion.
Saat ia pulang, John juga baru saja sampai di rumah. Saat ia melihat Lina, John membantu melepaskan jaket dan sepatunya.
“Istriku, aku punya satu permintaan yang membutuhkan persetujuanmu, boleh tidak?” John merencanakan sesuatu.
__ADS_1
“Katakan.” Lina melepas sepatunya, ia berjongkok untuk menggendong Edo dan membawanya ke sofa.