
Lina gampang terbangun, ketika hpnya berbunyi, dia melihatnya.
Kemudian dia sadar, ini pasti Eric, karena ini gayanya dia.
Lina hanya melihat sekilas, kemudian melemparkan hpnya ke samping, dan tidak mempedulikannya.
Tapi bagi Eric, malam ini sangat panjang.
Dia tidak tidur semalaman, hatinya sangat kesal dan sedih, sama sekali gak ngantuk.
Jam 6 pagi, dia sudah berpakaian jas rapi di ruangan makan Keluarga Xie.
Semuar orang melihat dia jam segitu, semuanya kaget.
“Eric, ini matahari hari ini keluar dari sisi mana yah?” Ferdy bertanya dengan kaget.
2 orang tua keluarga Xie melihat anaknya, gak berkata apa-apa, tapi kaget juga.
Keponakannya dengan manja memeluk pahanya Eric.
“Paman, wah, hari ini pagi sekali, sama rajinnya dengan aku.”
__ADS_1
Eric melihat keponakannya ini, gemas dan langsung memeluknya dan mencium pipinya.
“Akung, kamu jadi saksi untuk pamanmu yah, mulai hari ini, paman mu memutuskan……untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik.”
Eric mengumumkan.
“Ngomong begitu, emang baru keluar dari penjara mana sih?” Orang tua Xie ini tidak senang dengan kata-kata Eric.
“Papa, kamu jangan merendahkan aku, aku kan anak kandungmu juga.”
Steve belum menjawab, istrinya langsung menjawab dengan kesal karena teringat waktu mempertemukan dia dengan seorang wanita, malah wanita itu dibuat canggung sampai pergi, anak ini benaran !
Eric hanya tertawa tanpa marah, dia mencara tempat buat duduk
Sarapan keluarga Xie tentunya sangat banyak, barat timur semua ada.
Eric membawakan keponakannya itu kue tart yang paling disukainya, dan menuangkan 1 gelas susu untuknya, sangat perhatian.
“Eric, hari ini bangun pagi, ada urusan apa?” Fenny berkata sambil mengambil bakpao.
Eric tersenyum sambil berkata, “Kakak ipar, kamu beneran mengerti aku deh.”
__ADS_1
“ayuk bilang, mau ngapain? Sudah gak duit? Ferdy sebenanya sangat akung dengan adiknya ini, tapi lebih banyak berharap dia bisa segera dewasa, dan membantu dia dan papanya.”
“Bukan donk, uang cukup kok, tahun ini aku dapat banyak loh, aku kali ini pulang……mau ngomong, aku memutuskan untuk balik kerja ke perusahaan kita lagi.”
Setelah ngomong, Eric melihat sekeLiling, dan ingin melihat apa reaksi mereka.
Ternyata semuanya hanya diam saja, gak ada yang peduli dengannya.
“kenapa kok pada dingin denganku sih? Ini bukannya yang kalian mau? Aku bilang aku mau pulang kerja di perusahaan perhiasan AI kita, membesarkan perusahaan kita.” Eric gak senang dan mengulangi katanya sekali algi.
Ferdy menghela nafas, “kata-katamu ini sudah berkali-kali diucapkan, papa juga menyiapkan 1 posisi general manager untukmu, tapi 1 tahun kamu ke perusahaan berapa kali? Semuanya bermain di luar doang kan, jadi, kamu gak mungkin percaya lagi.”
“Bang, kali ini beneran, aku sumpah.”
“Cerita kuno ginian udah gak ada yang percaya.” Ferdy menundukkan kepala sambil memakan buburnya, gak mau peduli adiknya lagi.
“Pa……”
“aku gak pernah percaya janji kata-kata, kalau beneran mau berubah, harus pakai action, kita ada anak perusahaan bergerak di bidang farmasi telah merugi 3 tahun, kalau kamu bisa menyelematkannya dalam waktu 1 bulan, aku akan percaya dengan kemampuan mu, nanti baru balik ke perusahaan utama lagi juga tidak telat.” Papanya ngomong sama sekali tidak melihat ke arah Eric.
“Pa, kamu ini kan jadinya mempersulit aku saja.”eric mengerutkan dahinya.
__ADS_1