
Hello! Im an artic!
Melihat tanggapannya yang sedikit sungkan, John menjawabnya, “Tidak, Bibi Li, Lina masih muda, kami tidak terburu-buru, kami berencana untuk menghabiskan waktu bersama terlebih dahulu.”
“Baiklah, anak-anak muda sekarang sepertinya benar-benar ingin menikmati masa mudanya. Nantinya setelah mereka memiliki anak sendiri, sedikit merasa kehilangan kebebasan diri. Nona masih muda dan cantik. Bayi yang lahir di masa depan pasti juga cantik. Kamu juga diberkati.”
Hello! Im an artic!
“Ya, aku rasa juga begitu.” John menjawab dengan rasa percaya diri.
Lina menendangnya dari bawah meja, memberi isyarat agar dia tidak berbicara omong kosong.
Lina tidak makan daging, jadi dia tidak makan daging angsa yang sudah disiapkan itu, dia hanya makan banyak sayuran dan kentang, karena direbus dalam panci besi, jadi itu sangat lezat. Lina pun juga jarang makan dua roti tepung jagung, nafsu makannya sangat baik. Melihatnya menyantap hidangan dengan lahap, John sangat senang.
Sebelum pergi meninggal villa itu, John memetik bunga plum itu untuk Lina dengan maksud agar bisa menghiasi kamarnya. Lina sangat menyukainya, sepanjang perjalanan, dia pun benar-benar menjaga bunga plum agar tidak rusak sedikitpun.
Hello! Im an artic!
“Benar-benar tidak menyangka, kamu tipikal orang yang tanpa permintaan aneh, tapi kamu sampai seperti ini menyukai bunga plum?” John menertawakannya saat mengemudi.
“Yang aku suka bukanlah bentuk bunga plum ini, tapi kejutan kecil dan sedikit keberuntungan dalam hidup.”
__ADS_1
Setelah mendengarkannya mengatakan ini, John semakin merasa bahwa keputusannya hari ini benar-benar tepat.
“Karena kamu suka, tiap kali musim dingin ini, kami pergi bersama, dan ada villa kayu di Manor Mei, interiornya meniru hotel terkenal di Finlandia dan Norwegia. Terasa hangat, dan kita akan tinggal selama beberapa hari ketika kita punya waktu luang bersama.”
“Boleh juga.”
Tanpa diduga, untuk pertama kalinya Lina tanpa pikir panjang menerima ajakan berikutnya.
Siutasi keduanya tampak kembali seperti dulu, penuh dengan keakraban.
Setelah kembali ke Villa Spring Mansion, Lina tidak sabar untuk memasukkan bunga plum itu ke dalam vas, lalu mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto.
Semenit kemudian, dia mengunggah photonya ke Beranda wechatnya. Beberapa kata-kata yang menghiasi tulisan foto bunga plum itu adalah Separuh waktu yang telah dicuri. Dalam hitungan detik, Lili dan Rika memberikan tanda suka pada unggahan tersebut..
Lina menanggapinya: “petik sendiri.”
Ella pun membalas dan terus menggali sebagai bahan gosipan: “Wah, dimana ad ataman pohom plum? aku juga ingin pergi kesana.”
Lina hanya tersenyum dan tidak membalas komentar lagi.
Lika mengomentari: “Salju yang membalut tubuh ini, menyatu dengan indah.”
__ADS_1
Lina pun menjawab: “Aku juga suka puisi Wang Mian, setiap dengar bikin merinding. ”
Tanpa disadari, Lika dan Lina saling membalas komentar.
Dan tepat pukul lima sore, Lina keluar. Dia pergi ke kantor polisi.
“Permisi, apakah Pak Benard ada?”
“Ada, ada. Silahkan tunggu sebentar.” Petugas polisi itu terlalu bersemangat melihat wanita cantik yang ada didepannya, hampir saja menabrak pohon di depan.
Tidak lama kemudian, Benard keluar menemuinya. Melihat Lina, dirinya seperti pernah bertemu sebelumnya.
“Aku Lina, adik Lika.” Lina memperkenalkan diri.
“Ah, aku ingat itu. Aku pernah melihatmu saat makan malam. Kamu adik ke lima nya, kan?”
“Iya, benar. Apakah kamu sudah usai kerja? Bisakah kita ngobrol sebentar?”
“Sepertinya mala mini aku harus lembur, ada beberapa data yang harus aku selesaikan, kalau kamu ingin bicara soal Lika, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, keputusanku sudah bulat. Aku hanya orang biasa, sulit menyamakan derajat dengan keluarga kalian, bahkan aku tidak mampu mengubah standar kehidupan, kalaupun aku menunggu, belum tentu juga dapat memasukinya dengan bahagia.”
Benard memang sedikit keras kepala. Dia berpikir, Lina datang demi hubungan mereka bisa kembali bersatu lagi, oleh karenanya Benard segera menolak.
__ADS_1
Lina diam sesaat, tanpa ekspresi apapun menyampaikan: “Kakakku sedang sakit, kemungkinan kanker.”
Benard tercengang.