
Di depan banyak polisi itu, mereka saling memeluk, sepertinya Lina gak terbiasa.
Dengan tenang mendorong John, “aku gak apa-apa.”
“pengacara telah melakukan jaminan, kita bisa pergi.”
Tempat ini, 1 detik pun John tidak mau Lina menetap di sini.
John segera mengengam tangan Lina dan berjalan keluar, sepanjang jalan Kepala polisi dan paman tadi cuman bisa tersenyum.
Semuanya bisa melihat, bahwa rumor di luar itu benar.
Tuan Jiang sangat memanjakan istrinya, dan demi istrinya dia akan marah.
Setelah naik ke mobil, John memberikan 1 botol air kepadanya.
Lina menerimanya, dan hanya diam tidak bersuara.
“gak mau jelasin ke aku apa yang terjadi?” dia tertawa melihat gadis ini, yang berekspresi seperti tidak terjadi apa-apa.
“gak ada yang perlu dijelasin, hanya memukul orang saja.”
“kenapa memukul orang?”
“gak senang saja.” Lina juga malas menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Apalagi di depan John, dia gak mungkin bilangFreddie mau menciumnya.
Kalau dia cerita lebih ribet lagi, dengan sifatnya itu, John gak mungkin melepaskannya.
“ok, istriku benar, sama sekali gak salah.”
Lina :……
“lain kali ingat, kalau lihat siapa gak senang, langsung hajar, tapi kalau mau hajar gak perlu kamu yang turun tangan langsung, jangan lukain kamu sendiri, aku bisa memberikan kamu beberapa pengawal di sampingmu.”
“gak perlu, kalau aku butuh pengawal, aku tinggal bawa Rika saja, dia gak lebih buruk dari pengawal, tapi aku kira aku gak butuh, hanya sebuah sekolah saja, gak selebai itu.” Lina menolak niat baik John, takutnya dia benaran mencari pengawal lagi.
“Oke, terserah kami, tapi ada 1 hal aku harus memperingatkanmu.”
Bagaimanapun kalau sampai orang lain tahu menantu keluarga Jiang, memukul orang di sekolah, ini bisa menjadi berita besar.
John melihatnya dari cermin kecil, melihat dia dalam-dalam.
Kemudian pelan-pelan berkata, “lain kali kalau ada kejadian begini lagi, gak usah tunggu ke kantor polisi baru telepon aku, jadi gak usah melewati proses di kantor polisi lagi, tempat seperti itu jarang pergi lebih baik, aku bisa langsung suruh pengacara untuk urusin, dasar kamu ini, sudah masuk 1 jam baru telepon aku.”
Ternyata John hanya kasihan ke istrinya sendiri, menunggu terlalu lama di kantor polisi.
Ngomong begitu ke dia, berarti menyemangati dia terus berkelahi kah?
Lili hanya tertunduk diam, tapi dia merasa John ada sedikit……gimana bilang yah? Terlalu memanjakan dia.
__ADS_1
Dia gak tahu kalau terus begini, bagus atau enggak?
Setelah menjemput Lina, John membawa dia ke restoran vege yang terkenal di kota itu.
Semenjak bersama Lina, John merasa dirinya sudah sangat jarang makan vege, sangat terpengaruh oleh Lina, tapi dirinya gak terlalu mempedulikan detailnnya.
Waktu malam hari, Lili video call ke Lina.
Lina sedang mengeringkan rambut ketika habis mandi, kemudian dia melihat video call dari Lili, langsung dijawab.
“Adik, kamu sudah terkenal.” Lili berkata dengan muka senang.
“Apa?” Lina gak mengerti apa maksud Lili.
“pakai kursi untuk menghajar kepala teman cowok, haha, hebat lah” Lili mengacungkan jempol.
“kenapa kamu bisa tahu?” Lina binggung.
Hal ini, harusnya sudah diblok infonya, kantor polisi dan sekolah gak mungkin ngomong.
John juga gak mungkin ngomong keluar, kok bisa sampai ke telinga Lili?
“inilah kamu yang gak tahu, kantor polisi yang kamu pergi hari ini, ada fans aku, abang polisi itu demi mendapatkan perhatian aku, mengirimkan DM ke weibo ke aku, haha, aku pas melihatnya, dia menjelaskan kejadiannya kepadaku.”
Lili dulu mengira Lina hanya orang lemah, sekarang dia baru tahu, dia salah menilai.
__ADS_1