
Hello! Im an artic!
Dengan lembut John memegang tangan Lina, berkata ke Lika, “Bertemu dengan Linlin sudah menggunakan seluruh hoki saya, mana berani mengecewakan dia, kalau kehilangan dia, malah saya takut akan sial selama 10 tahunan.”
“Jangan sembarangan ngomong.” Karena Lina sendiri bisa meramal, maka paling tidak suka mendengar orang menyumpahi diri sendiri hal yang tidak baik.
Hello! Im an artic!
Mengenai pembisnis sendiri, 10 tahunan sial itu adalah sumpah serapah, John bisa bilang ini, bukan sembarangan.
Lika sangat puas, ada pandangan mata yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Lili di samping melihat dengan sedih, melihat adik keempat dan kelimanya sudah ada kebahagiaan sendiri, dia malah kepikiran Sony.
Dan juga mengalami kecelakaan malam kemarin……
Hello! Im an artic!
Waktu perjalanan pulang, Lina ada sedikit lelah, menyandar ke arah pengemudi, tidur sebentar.
John terbiasa mendengarkan lagu dari bluetooth di mobil, terdengar sebuah lagu tua——
Manusia datang juga pergi, semuanya seperti mimpi, manusia datang pergi juga kosong, bunga matahari selalu menghadap ke arah barat bulan menghadap timur, cinta sejati benar-benar tidak ada habisnya, manusia pegi datang juga kosong.
Ini pertama kali Lina mendengar lagu ini, tetapi tersentuh.
Dia pelan-pelan membuka matanya……
Tiba-tiba berkata, “Mungkin menurut kakak keempat, penyakit ini sial, tetapi malah mendapatkan cinta yang hilang, kamu bilang, ini hal baik atau buruk?”
__ADS_1
John hanya mendengar, terdiam beberapa detik, “Saya rasa Tuhan itu adil, kalau kamu merasa dirugikan, dia akan menambah dengan cara lain, mengenai masalah Lika, mungkin di kesehatan dengan orang yang dicintai, dia lebih mementingkan orang, jadi ya, sesuai harapannya.”
Lina sangat setuju, juga menganggukan kepala.
“Benar, kakak keempat sangat keras kepala, dia mementingkan cinta, mungkin karena sifatnya yang seperti ini, seperti San Mao gitu, cinta yang pertama, maka merasa mungkin inilah ending yang bagus, iri sama mereka, iri dengan Benard, dan juga kakak keempat.”
“Tidak perlu iri, dia ada kamu pasti juga ada, dia tidak ada, kamu juga ada.”
John menoleh melihat Lina, perkataan ini tidak jelas.
Tetapi Lina sangat pintar, bagaimana tidak tahu?
Dia tidak menjawab, hanya tersenyum.
Siang hari John mengantar Lina pulang, sebenarnya mau makan malam bersama, cuman ada urusan mendadak harus pergi.
Waktu di depan pintu, Ella dan Rika pas lagi sibuk di dapur.
John terkejut……
Kemudian melihat Lina, mengira sekarang, sendiri sedang bermimpi.
“Buka mobil pelan-pelan, hati-hati di jalan.” Suara Lina sangat lembut.
Tidak tahu apa hanya khayalan John, dia juga merasa, dulu suara Lina sangat dingin sekarang lebih lembut.
“Linlin……” dengan suara serak melihat dia, matanya berlinang airmata.
“Baiklah, cepat pergi.”
__ADS_1
Lina baru pertama kali mencium John, walaupun ciuman di dagu, tetapi menurut John, ini adalah hadiah terbaik.
Lina buru-buru berlari, karena malu.
Melihat bayangan nona yang malu, John manyun, hati yang gembira tidak bisa dibandingkan dengan cuaca yang cerah.
Ternyata yang namanya cinta, bisa membuat orang merasa, dunia ini begitu indah.
Lina dengan otomatis, memberikan kepercayaan dan semangat yang besar ke John, dia jadi tambah sayang ke istrinya.
Pagi jam 5
Semua orang Keluarga Xie tidak ada yang bisa tidur, semua orang menunggu di dalam vila mewah Keluarga Xie.
Ferdy dan Eric ke airport, orang Andy seperjalanan melindungi Bethany pulang, tetapi Andy tidak kelihatan.
Bethany waktu masuk, suami istri Keluarga Xie bersama-sama meneteskan airmata.
“Putriku, akhirnya kamu pulang juga.” Nyonya Xie tidak bisa menahan tangisannya.
Steve juga menangis terus, memang sudah tua, tidak bisa menghadapi sedikit pukulan, terlebih anak kesayangannya ini.
“Ayah, ibu, membuat kalian cemas.”
Bethany memakai mantel panjang hitam, itu yang dibawakan Eric waktu mau ke airport.
Dalamnya hanya memakai dress tipis, muka juga pucat, sepertinya kurus banyak.
Bethany berlari ke sana, memeluk ayah dan ibunya, bertiga menangis bersama.
__ADS_1
Eric dan Ferdy kakak beradik yang di belakang, matanya juga merah.