
Hello! Im an artic!
Tapi sebelum datang kedepannya, dia melihat Lili dengan kesulitan berjalan lalu hampir jatuh dari tangga.
Sony dengan cepat memeluknya dengan tangannya, dan ketika jari-jarinya menyentuh tubuh Lili yang lembut, rasa akrab itu kembali.
Hello! Im an artic!
Meskipun mereka bersama untuk waktu yang tidak lama, tapi mereka sering tidur bersama.
Jadi mereka tahu sifat satu sama lain dengan sangat baik, terutama ketika Lili tidur dia suka sekali menempel dengan orang lain, dia sering memeluk Sony seperti gurita.
Setelah Lili sedikit bergerak, dia menoleh dan meliriknya, lalu dia sedikit sadar.
Dia tidak berbicara, tetapi hanya menggelengkan lengannya dengan keras dan mendorong Sony pergi.
Hello! Im an artic!
“Pergi, jangan sentuh aku.”
Perkataan semacam itu membuat Sony menjadi sedikit malu.
Seorang teman di sekitar Lili dengan cepat menjelaskan, “Lili sedang mabuk. Maaf, jangan memarahi dia.”
“Tidak apa-apa, kalian pulang saja. Awalnya ingin menyambutnya, tapi dia mabuk seperti ini, juga tidak ada gunanya.”
__ADS_1
Sony berkata kalau dia mau pergi, tetapi Lili menjadi lebih marah.
Lili langsung meraih kerah kemejanya dari belakang, dan menariknya dengan kencang.
“Apa yang kamu lakukan, Lili?” orang lain mengira dia menjadi gila karena minum alkohol. Lagi pula, mereka semua tidak tahu hubungan antara keduanya.
“Bajingan, aku memandang rendahmu.”
“Yah, memandang rendah saja.” Sony tidak menoleh, suaranya rendah.
Dengan berlinangan air mata di mata Lili, “Aku benar-benar kurang beruntung, huh, kamu jahat. Kamu tunggu saja.”
Sebenarnya, Lili jelas ingin membicarakan sesuatu di antara mereka berdua, tetapi ketika dia mengatakannya, kata-kata yang dia katakan berubah menjadi kutukan dan ancaman.
“Oke, Lili, ayo pergi, jangan merasa malu, seorang reporter pasti akan datang untuk menyelinap dan mengambil foto.”
Beberapa orang mengangkat Lili ke dalam mobil, dan Sony keluar dan kembali ke Andy.
“Kamu membuat dia sangat marah…”
“Ya, wanita itu memang aneh, lebih baik lajang saja… Kenapa harus jatuh cinta, apakah hp tidak enak dimain, atau anggur tidak enak diminum?” Sony berkata pada dirinya sendiri.
Andy tertawa selama tiga detik…
“Kenapa kamu tertawa?” Sony memelototinya.
__ADS_1
“Kalau Johon mendengar, dia juga pasti akan tertawa, kau jatuh cinta kok ada begitu banyak perasaan rumit ya, untungnya waktu nya tidak lama, kalau 3-5 tahun, apakah kamu harus menulis sebuah buku untuk mencatatnya? Hingga saat itu kamulah Shakespeare.”
“Pergi, jangan bicara padaku lagi, pulanglah dan tidurlah.”
Sony sedang tidak dalam mood yang baik, jadi dia sedang tidak ingin bercanda. Setelah Lili pergi, dia juga meminta supirnya untuk pulang.
Di sisi lain, Eric sudah lama tidak bertemu Lina, karena Lina belum ke sekolah belakangan ini.
Jadi dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.
Terutama karena hubungan dengan Lina sekarang sudah lebih dekat dari sebelumnya, dia merasa malu dan tidak berani menunjukkan perasaannya.
Setelah berpikir keras untuk waktu yang lama, dia akhirnya menemukan alasan.
“Lina, aku punya sesuatu untukmu. Bisakah aku bertemu denganmu?”
Suatu hari Rabu pagi, Eric mengirim WeChat.
Begitu Lina sedang ada waktu, dia pergi keluar untuk menemui Eric.
Mereka bertemu di sebuah kedai kopi, Eric mengenakan mantel kasmir biru muda dan syal dengan merek terkenal, terlihat sejuk.
Lina berpakaian lebih santai, dia hanya mengenakan jaket panjang hitam agar tetap hangat, dari ujung kepala sampai ujung kaki, badannya terbungkus rapat.
“Aku dengar kamu sakit kedinginan?” Eric bertanya langsung padanya.
__ADS_1