Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 655 Tidak Sama Lagi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sama sekali tidak terpikirkan oleh John Jiang, kenapa reaksi Lina Hua bisa seperti ini, dia bingung.


Lina Hua memegang kepalanya, hanya merasakan rasa sakit yang luar biasa, seolah ditusuk ribuan jarum.


Hello! Im an artic!


Dia berdiri dengan oleng, hendak membuka pintu untuk keluar, tapi hanya beberapa langkah setelah turun dari tempat tidur, tubuhnya lemas seketika……


John Jiang segera menghambur maju memapahnya, hanya untuk mendapati Lina Hua jatuh pingsan sekali lagi……


Ini semakin membuat John Jiang kaget, tapi dengan adanya pengalaman sebelumnya, dia juga tidak terbur-buru mengantarnya ke rumah sakit.


Toh dengan kondisi badan Lina Hua yang special dia sering jatuh pingsan, diantar ke rumah sakit juga tidak bisa diobati, dokter-dokter itu tetap mendiagnosanya sebagai epilepsi.


Hello! Im an artic!


Dia segera memanggil Rika dan Ella, dua gadis itu juga sibuk tak menentu.


Pada akhirnya tidak tahu bagaimana dan tertekan bagian mana, Lina Hua barulah tersadar, saat itu, sudah jam 3 dini hari.


“John Jiang, kenapa denganku?” setelah Lina Hua membuka mata, nada bicaranya masih terdengar lemas.

__ADS_1


John Jiang memeluk Lina Hua, memeluknya dengan sangat erat seolah takut setiap saat bisa kehilangan dirinya.


“Kamu tidak apa-apa, hanya jatuh pingsan.”


“Sudah mengejutkan kalian ya?” Lina Hua tertawa sejenak, warna muka nya masih sedikit pucat.


John Jiang menggelengkan kepala, dia sangat tidak tega, lalu meletakkan dagunya di atas kepala Lina Hua, “Kurangi bicara, cepatlah istirahat, jangan bergerak.”


Melihat nona tidak apa-apa, Rika dan Ella barulah pergi tidur dengan hati tenang.


Rika dan Ella karena sedang bertengkar maka saat malam hari pulang ke kamar pun mereka tidak banyak berbicara, tapi kali ini saat pulang, mereka dengan sangat kompak mengobrol tentang nona.


“Rika, kamu sadar tidak, nona semakin sering jatuh pingsan.”


“Atau lain kali saat nona Windi Feng datang, kita coba tanyakan padanya?” ucap Ella.


“Jika nonaWindi Feng tahu caranya, mungkin sudah membantu kita sejak awal, tidak perlu menunggu sampai sekarang.” Rika tidak terlalu berharap banyak padaWindi Feng , tapi kali ini yang diucapkannya memang benar, mengenai Lina Hua yang pingsan tanpa alasan ini, Windi Feng memang tidak punya jalan keluarnya, karena dia juga tidak tahu penyebabnya.


Pagi buta keesokan harinya


Saat Lina Hua bangun, waktu sudah menunjukka pukul 8, saat dia turun, ternyata masih ada John Jiang yang duduk di ruang tamu.


“Kenapa kamu belum berangkat kerja?”

__ADS_1


“Tidak tenang meninggalkanmu.”


“Aku tidak apa-apa, sudah, kamu pergi saja, perusahaan begitu sibuk, ayah juga tidak di rumah.” Lina Hua tahu waktu John Jiang sangat mendesak, makanya mendorongnya berjalan keluar.


“Atau, kamu ikut aku ke kantor? Kamu di dekatku, aku akan lebih tenang.”


“Tidak perlu sampai segitunya, hah, aku juga bukan anak kecil, pergilah, jika ada apa-apa akan segera memberitahumu kok.”


Dengan kegigihan Lina Hua membujuknya, John Jiang barulah meninggalkan rumah dengan langkah berat.


Rika menghidangkan sarapan untuk Lina Hua, dia duduk di meja makan, sambil membaca berita, sambil mengupas telur rebus.


Ella sedang mencuci piring, lalu saat membawa setumpuk piring, dia tidak sengaja terpeleset, piring di tangannya pun beterbangan.


Dengan secepat kilat, Lina Hua muncul di depannya, dengan stabil menangkap piring-piring tersebut, di saat yang sama, tangan satunya lagi menarik Ella, agar dia tidak jatuh.


“Eh…” Ella sedikit ternganga.


Jika dia tidak salah ingat, jelas-jelas nona sedang makan, jarak antara mereka paling sedikit ada 5 meter, bagaimana mungkin…?


Lina Hua juga sedikit tercengang, dia sendiri juga tidak tahu bagaimana bisa seperti itu, dia hanya reflex, melihat Ella hampir jatuh, lalu…terjadi begitu saja?


“Nona…kamu…” Ella juga tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


__ADS_2