Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 153 Tidak Masuk Akal


__ADS_3

Sebenarnya pria yang bisa membujuk dan bersikap manja bukan gak ada, tapi kalau John yang melakukannya, tentunya akan membuat orang terkejut.


Apalagi pas siang, ketika dia diwawancarai, kelihatan sangat serius dan dewasa.


Pas pulang ke rumah, dia mengendong kucing dan meminta maaf, siapa yang bakal kepikiran seorang CEO besar akan begitu?


Sehingga membuat Lina merasa bawa dia dan John adalah sepasang suami istri, mereka itu satu.


Setelah sadar, dia baru kembali berpikir logis.


Dengan tenang melihat ke arahnya, “Kamu gak usah begitu, hubungan kita berdua hanyalah sebuah transaksi, bukan siapa benar atau salah?”


“walaupun hanya transaksi, tapi aku juga berharap transaksi ini tidak ada penyesalan, Lina, kalau kamu gak percaya aku boleh di cek deh, aku tahu bagi kamu juga gak sulit untuk megeceknya, mens kamu itu juga tiba-tiba datang, akau gak mungkin mempersiapkannya dari awal, dan gak mungkin juga bisa tahu kapan mens kamu datang benar? Rumah sakit itu Andy yang bantu aku pesan, ak ubenaran gak tahu di sana bakal ada paparazzi, aku gak tahu mereka akan tulis rumor tentang kamu hamil. Aku sudah tahu bahwa sebenarnya hari itu paparazzi itu datang buat menangkap foto dari seorang artis terkenal, kebetulan mereka bertemu kita di sana, dan pas wanita itu gak jadi datang, jadinya paparazi itu malah menangkap foto kita.”


Yang John katakan semua itu adalah fakta.


Setelah mendengar penjelasannya, ekspresi Lina membaik, sebenarnya itu juga hanya kecurigaan dia waktu itu.


Setelah dipikir-pikir, buat apa John melakukan hal gak jelas begitu.

__ADS_1


Dia hamil atau gak, bagi keluarga Jiang, juga gak ada pengaruh untung atau rugi, lagian kalau mereka sengaja membuat rumor hamil, dan baru menjelaskan itu bohong, kan jadinya menampar muka sendiri bukan?


Sebenarnya Lina mengerti, tapi dia hanya tidak mau mengakuinya saja.


Bukannya orang sering ngomong kah? Kalau berantem dengan pacar, yang cowok harusnya mengalah.


Jadi wanita itu sebenarnya makhluk yang aneh, ada orang pernah berkata, kita jangan pernah menganggu sebuah makhluk hidup yang tiap bulan bisa berdarah sebanyak itu, tapi tetap hidup dengan sehat, mereka itu adalah makhluk yang tidak terkalahkan.


“Lina, kamu dengar gak?”


“Aku gak tuli.”


“Iya, semoga kamu bisa menerima penjelasan aku, jangan marah lagi, mensnya baru pergi, tubuhmu masih lemas, gak boleh marah-marah.”


Lina penasaran dan bertanya ke John.


John adalah seseorang yang sangat sabar, sama siapapun dia selalu sangat sopan, kecuali Eric tentunya.


Jadi Lina ingin tahu, apakah John dari lahir sudah begitu lemah lembut?

__ADS_1


John tertawa, “dulu bukan, dulu aku sangat dingin dan tidak peduli ke semua hal, tapi karena ada 1 kejadian, dan hampir meninggal, terbaring di rumah sakit sekitar 3 bulan, setelah bangun, aku serasa sudah terbuka pikirannya, hidup manusia itu hanya sebentar, kita harus menghargai setiap waktu, tidak boleh menyia-nyiakannya.”


Lina terharu mendengarnya.


Dan dia tidak mau marah lagi dengannya.


Dia lalu berdiri, dan memeluk Edo dari tangannya, dan dengan lembut mengelusnya.


“sudahlah, urusan ini anggap saja sudah berlalu.” Lina berkata dengan tenang


“terima kasih untuk pengampunannya yang mulia.” John bercanda.


Lina menundukkan kepalanya dan ikut tertawa, tapi tiba-tiba, tangan John langsung memegang kepalanya dan 1 tanganyna lagi memegang dagunya.


Tanpa pemberitahuan, dia langsung mencium pelan bibir Lina.


Sangat pelan, kemudian dia langsung kabur keluar, sehingga Lina belum sempat marah dengannya.


Ini……dicium lagi? Lina memegang bibirnya, dia gak tahu giman ngomong, tapi rasanya sedikit asik.

__ADS_1


Kantor Induk Perhiasan AI, ini merupakan kerajaan bisnis Keluarga Xie.


Setelah selesai meeting pagi, Steve bertanya ke Ferdy, “Anak durhaka itu ada pergerakan apa? Sudah kabur belum?”


__ADS_2