Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 334 Orang Tua Tak Tahu Cara Menghargai Dirinya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Semakin banyak Queenie bicara, Peter semakin merasa tidak enak, ia lebih merasa bersalah lagi.


Ia menarik tangannya, lalu mengelus pundak tangannya dan menghiburnya, “Mana mungkin aku sejahat itu. Kita tunggu dulu, seperti yang kamu katakan, dan tunggu empat bulan lagi. Jika ia laki-laki, biarkan ia lahir. Kamu juga tak usah bekerja lagi. Aku akan mencari cara untuk merawat kalian.”


Hello! Im an artic!


“Aku tahu kamu juga menginginkannya.” Queenie menunjukkan rasa gembiranya, sambil merebahkan kepalanya ke dada Peter.


Peter lalu berseru padanya, “Ini juga sebuah takdir. Kalaupun ia perempuan, aku juga tak bisa membiarkannya diaborsi. Lagipula ia hidup. Aku juga sudah tua. Kita juga tidak mengkonsumsi obat kontrasepsi, jadi selalu ada kemungkinan untuk hamil. Anak ini juga kuat. Mari kita persiapkan dengan baik, semuanya pasti aman.”


“Baiklah, aku mendengarkanmu sayang.” Queenie berkedip. Peter tak tahu sedikitpun tentang omong kosongnya.


Queenie tidak senang dengan statusnya saat ini. Ia selalu ingin punya anak. Kalau saja ia bisa mendapatkan sedikit bagian dari harta keluarga Hua, di masa depan ia tak perlu mengkhawatirkan apapun.


Hello! Im an artic!


Dia juga sudah memikirkannya. Ia sudah berumur 30 tahun. Penampilannya juga tidak begitu menarik. Tak mudah baginya untuk mencari pasangan.


Kalau terlalu ideal, orang tak bisa menggapainya. Kalau tidak ideal, dia juga sulit mencari. Situasi di tengah seperti ini amat sulit.

__ADS_1


Jadi lebih baik menghancurkan keluarga besar Hua. Kalau ia mengandung anak laki-laki, ia yakin, bukan perkara sulit untuk membuat Peter menceraikan istrinya.


Perkataan ini tak perlu diungkapkan, cukup disimpan dalam hati.


Kehamilan Queenie sebenarnya suatu kecelakaan, tapi setelah Peter terbiasa, ia juga ikut merasa senang.


Ia mengajak Queenie untuk membeli perhiasan, tapi karena takut ketahuan, ia pergi ke pinggiran kota untuk membeli sebuah kalung dan sebuah jam tangan.


Kalungnya terbuat dari berlian, harganya lebih dari 90,000. Jam ini juga model keluaran terbaru dari Cartier, bentuknya seperti balon berwarna biru.


Harganya lebih dari 180,000, jika ditotal keduanya lebih dari 200,000 RMB. Uang tabungan Peter sudah tak sebanyak dahulu. Ia sudah menginvestasikan uang tabungannya di pasar saham, seandainya istrinya meninggal


Queenie sangat bahagia. Seharian ia dimanjakan oleh Peter. Tak peduli apa kata orang, panggilan sayang tak henti pada Peter membuatnya merasa pusing.


Namun, di dunia ini tak ada yang dapat tersembunyi. Setelah sebelumnya Lina menyakitinya, ia terus menyuruh Rika untuk mengamati gerak-gerik Queenie.


Beberapa hari yang lalu, Rika mendapati kalau Queenie pergi ke rumah sakit untuk mengecek kehamilan. Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan Queenie, ia benar-benar kaget.


Ia segera bergegas pulang.


Setelah mendengarnya, suasana hati Lina menjadi tak enak.

__ADS_1


“Nona, Queenie amat lihai. Dia benar-benar hamil. Tuan besar sudah berumur lebih dari 50 tahun. Aku benar-benar tak menyangka……”


Lina amat merasa malu dan terpukul. Ayahnya sudah begitu tua, namun ia masih bisa menghamili selingkuhannya. Ini…… sangat tidak pantas untuk dibicarakan.


“Nona, pelacur sialan itu amat lihai. Perhitungannya akan tuan besar amat tepat. Aku hanya berpikir, kehamilan itu pasti bukan keinginan tuan besar.” Ella menjelaskan analisisnya.


“Rika, sudah berapa lama ia hamil?”


“40 hari.”


“Terus cek pergerakannya. Aku terus merasa tak akan mudah menghadapi wanita ini.”


“Baiklah, akan saya cek.” Rika bergegas pergi setelah mendengar perintah.


Rika cepat dalam menangani masalah, ia mengenal berbagai macam orang di sekitarnya. Lina juga memberinya uang, jadi mengecek apapun, bisa dilakukan dengan mudah.


Sepanjang hari Lina merasa depresi. Ia amat marah sampai ia tak memakan makan siangnya. Ia terus mengulang empat kata dalam hatinya – orang tua tak tahu cara menghargai dirinya sendiri.


Sorenya, Rika pulang membawa informasi.


“Nona muda, tebakanmu benar. Wanita ini tak mudah untuk dihadapi.” Kata Rika sambil bernafas terburu-buru.

__ADS_1


__ADS_2