Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 126 Pelajar Terpintar Dan Terkuat


__ADS_3

Lina tidak pernah ikut ulangan, tapi juga tidak takut.


Bahasa inggris tidak usah dibicarakan lagi, tentu tidak sulit bagi dia yang bisa bahasa 6 negara.


Berhubungan sejarah dunia dan sejarah china, ini juga yang paling kuat, ini adalah hobinya selama bertahun-tahun.


Jika tidak juga tidak mungkin bisa menjadi orang pertama yang mengandalkan pengamatan jarak jauh sudah bisa mengidentifikasikan barang antik sebagai master yang tidak pernah melakukan kesalahan.


Untuk teori pemikiran politik, dia dulu memang belum pernah menyentuhnya.


Tapi saat berada di perpustakaan, juuga pernah membaca buku itu, awalnya juga tidak berpikir bisa mendapatkan nilai baik.


Karena belum pernah mengikutinya, makanya penasaran.


Menghadapi ulangan semester baru yang datang tiba-tiba, semuanya mengeluh susah.


Universitas Nasional bisa mendapatkan reputasi yang sangat baik dalam negeri, karena mahasiswa yang dilatihnya sangat berbakat dan unggul.


Otomatis juga lebih bersikap lebih tegas terhadap pada mahasiswanya.


Jika kamu merasa datang kesini, bisa membolos, bermain game online, berpacaran, main basket, tidak perlu belajar?


Sungguh maaf, kamu kemungkinan akan menangis, karena jika nilai tidak mencapat target, kamu tidak akan mendapatkan ijazah.


Ulangan yang gila ini, terus berlangsung sampai jam 3 sore hari itu.


Lina mengumpulkan kertas ulangan terakhir, lebih cepat keluar dari kelas.


Berencana memghirup udara segar.

__ADS_1


Lalu siapa yang tahu bertemu dengan Freddie dan temannya yang baru kembali dari main basket, lewat disini


Freddie melihat Lina, langsung berjalan ke sana.


“Katanya departemen sejarah hari ini ulangan ya?”


“Eng.” Dia menganggukkan kepala.


“Bagaimana hasilnya?”


“Tidak tahu.”


“Baiklah.” Freddie juga tertawa sampai bersuara, selalu merasa gadis ini ada saatnya sangat imut.


Lina baru berpikir mau pergi, Freddieberbicara lagi, “Besok aku di lapangan basket no 8 melakukan perlombaan dengan Universitas Teknologi, apakah kamu mau datang?”


“Tidak berminat.”


Beberapa pria dibelakangnya, batuk beberapa kali, berencana menutupi kecanggungan Freddie.


“Baiklah, sungguh membuat canggung, kalau begitu aku doakan kamu setiap mata pelajaran hasil ulangan dapat nilai 59.”


Setelah mengatakan kata ini Freddie, tertawa dan pergi.


Lina tertegun, nilai 59? Ini artinya apa?


Dia juga tidak pernah ulangan, mana bisa tahu kalau nilai 59 bagi seorang mahasiswa, adalah kutukan yang sangat mengerikan?


Setelah kembali ke kelas, beberapa gadis memberinya air mineral, Freddie bermuka dingin dan tidak mengambilnya.

__ADS_1


“Kalian, hari ini sebaiknya jangan menyanjungnya dulu, kakak Yuan kita, hari ini suasana hatinya sedang buruk.” Jaycob mengolok.


“Ada apa dengan Freddie? Kelihatan tidak senang, kalah bermain basket?”


“Tidak, cuma kena tolakkan.”


Satu lirikan Freddie yang mengerikan, ini.


Tapi Lina langsung menolak untuk pergi melihat pertandingan basket, sungguh tak terpikirkan olehnya.


Dia mengira, walau tidak ingin datang, setidaknya bisa menolaknya dengan halus mengatakan, aku lihat keadaan dulu.


Tak terpikirkan dia malah langsung mengatakan satu kalimat tidak berminat.


Sama seperti dulu dia menolak para gadis, sungguh tak terpikirkan olehnya, akhirnya ada suatu hari.


Dia juga menjadi orang yang ditolak dengan mudah.


Jangan dikatakan, dalam hati sungguh ada rasa tidak enak.


Hasil ulangan akan diumumkan ke esok hari.


Saat wali kelas masuk, raut wajah sangat tegang.


Semuanya juga tidak bersuara, bagaimanapun baru mulai masuk kuliah tidak lama, masih belum fokus ke dalam pembelajaran, bisa dimaklumi kalau hasil ulangan tidak bagus.


“Katakan 2 hal, pertama, tak terpikirkan oleh ku kalian begitu santai, begitu menyepelekannya, setelah kembali dari liburan apakah kalian lupa dengan diri sendiri? Hasil ini aku bahkan merasa malu demi kalian……”


Semua murid di kelas diam tidak berbicara….

__ADS_1


Tidak sengaja wali kelas melihat Lina yang ada di barisan paling belakang, dia sedang tidak fokus, menundukkan kepala sambil memainkan pulpen.


__ADS_2