
Di tangan Freddie memegang bola basket, dengan datar dia mengatakan sepatah, “Tidak berminat.”
Tadi bertemu dengan gadis itu, dia juga tidak terlalu teliti melihatnya.
Hanya saat berbicara meliriknya sebentar, memang penampilannya masih lumayan, tapi dia memang tidak ada pikiran seperti itu.
Benar-benar sudah ketakutan diganggu sama wanita….
“Aiya? Bro, masalah Lexie, kamu tidak bisa mempertimbangkannya?”
“Tidak dipertimbangkan.”
Dia adalah putri dari wakil kepala kampus, ha, jika kamu bisa bersamanya, setelah lulus, akan lebih mudah mendapatkan beasiswa ke Amerika Serikat untuk belajar lebih lanjut lagi.
“Tidak berminat, keluargaku juga bukannya tidak mampu mengeluarkan uang.”
“Benar juga, Aishh… Tapi katanya Lexie beberapa hari lagi di pesta penyambutan tahun ajaran baru akan ada pertunjukkan…. Tidak tahu sampai saat itu akan mendapatkan kembali ketenarannya? Bagaimana pun dua hari ini yang menjadi pusat perhatian ada gadis manis yang baru datang itu.”
“Wanita, memang sangat merepotkan.”
Freddie tidak merasa seperti itu, juga tidak berpikir banyak, lalu pergi makan bersama beberapa teman baiknya.
Lina tidak pernah berpikir dirinya akan menjadi terkenal, berarti dia sudah tenar.
Walau cuma wajah samping, semua hanya bayangan punggung yang tidak terlalu jelas.
Tapi tetap saja dipajang oleh orang diberbagai berita utama.
Judulnya sangat menyindir dan menertawakan—
Gadis cantik yang mendebarkan di Universitas Nasional, tidak terikat dengan kehidupan fana dunia.
Kecantikan yang sangat menakjubkan, membuat Universitas Nasional gempar.
Melewati kerumunan orang, hanya demi melihatnya sekilas.
__ADS_1
Postingan ini mulai tersebar kemana-mana, bahkan ada orang yang dibawahnya menertawakan dan mempermainkannya.
—Gadis manis itu parasnya sangat cantik, aku melihatnya sekali, sudah langsung memikirkan nama anakku di masa depan.
Lina memegang ponsel, melihat semua ini, hanya tersenyum dan semuanya berlalu.
Tapi ada orang yang akan cemburu.
Kantor pusat pribadi Keluarga Jiang
Saat John makan siang, mendengarkan pembicaraan di meja sampingnya.
“Apakah kalian tahu? Universitas Nasional muncul seseorang, gadis manis yang sangat terkenal.
“Benar sekali? Katanya penampilan bagai dewi, mendatangkan banyak sensasi, para fansnya meledak, katanya cukup banyak pengintai artis yang ingin mendapatkannya.”
“Tapi semuanya hanya rumor, juga tidak ada satu foto pun yang beredar, apakah cuma untuk mendongkrak popularitas saja?
“Ada kemungkinan, sekarang banyak yang terkenal, demi terkenal, apapun bisa dilakukan, mengatur beberapa orang yang tidak jelas keluar, juga sangat menjijikkan.”
Benar saja, melihat wajah samping, juga sudah tahu adalah menantu kecil di rumahnya yang selalu membuat masalah.
Rasa cemburu di hati John…..
Sama seperti, barang bagus yang disembunyikan di tangannya, telah di intip oleh orang lain sangat tidak senang.
Jadinya, dia mengirim wechat pada Lina.
John: sedang online?
Lina: eng
John: kamu sudah menjadi influencer?
Lina:……….
__ADS_1
John: kalau tidak, kampus ini tidak usah dilanjutkan lagi, apa yang ingin kamu pelajari, beberapa guru sejarah yang ada di Universitas Nasional aku akan, mengundangnya ke rumah untuk menjadi guru privatmu.
Lina: apakah kamu terlalu tegang? Hanya pergi belajar saja.
John: tapi aku takut kamu akan mendapatkan banyak, banyak kesulitan.
Lina: aku tahu niat baikmu, tapi aku juga sudah dewasa, cepat atau lambat aku harus menghadapinya sendiri, menyelesaikannya sendiri.
John: baiklah.
Seseorang benar-benar cemburu, tapi hubungan saat ini, masih tidak bisa ikut campur dengan paksa.
Jika bicara terlalu banyak, gadis kecil merasa tidak senang, sekejap langsung kembali ke Gunung Congcui harus bagaimana.
Mungkin merasa John tidak terlalu senang.
Lina menambahkan pembicaraannya lagi, “Terima kasih atas ponsel yang kamu berikan, pixel kameranya sangat baik, hari ini aku memotret banyak foto di dalam kampus.”
Melihat kalimat ini, benar saja suasana hati John membaik banyak.
Membalas Lina, “Asalkan kamu menyukainya.”
Di luar asal makan sedikit saja, baru kembali ke kelas.
Sudah melihat empat pria yang memakai jas berjaga di depan pintu.
“Halo, kami adalah perusahaan entertainment, ingin kamu pergi ikut audisi”
“Apakah kamu mau menjadi pembawa berita? Aku bisa menjamin dalam setahun pendapatanmu akan mencapai miliaran.”
“Cantik, apakah ada berminat untuk menjadi brand ambassador kosmetik kami? Biaya iklan sangat besar.”
Lina terhalang oleh beberapa orang ini, kebetulan sekali bertemu lagi dengan Freddie dan beberapa temannya.
“Kelihatannya dia sudah mau terkenal.” Saat Freddie mengucapkan kata-kata ini, membawa sedikit sindiran, walau gimana pun sangat jarang ada wanita yang kuat menahan godaan seperti ini.
__ADS_1