
Hello! Im an artic!
“Apa hubungannya denganmu?”
Desmond:……
Hello! Im an artic!
Baiklah, Raja Neraka memang senang memarahi orang, seluruh Three Worlds, Three Realms, Six Roads tahu mengenai hal ini. Tapi Desmond sungguh tidak senang jika harus melewati kesempatan menonton adegan yang menarik ini.
“Menurutmu, jika dia memang adalah……orang yang bisa menggunakan Fire of the Nine Heavens, bukankah itu adalah hal yang sangat menarik?”
Raja Neraka menghentikan langkah kakinya……tapi dia tidak menjawab apapun.
“Kedamaian di Three Worlds, Three Realms, Six Roads ini sudah ada sejak lama, jika sekarang ada orang yang tahu kalau Dark Lady of the Nine Heavens atau dewi Xuan mempunyai pewaris, mungkin akan membuat semua orang panik, apalagi orang itu…… mungkin kekuasaan dan kedudukannya akan terancam bukan? Sampai saat itu, apakah dia akan mengerahkan semua prajurit untuk mengejar dan membunuh wanita itu?”
Hello! Im an artic!
“Apa hubungannya denganku.”
Desmond:……
Baiklah, Desmond sungguh kagum dengan pria ini, dia selalu saja mengucapkan perkataan ‘apa hubungannya denganku atau apa hubungannya denganmu’, pantas saja dia cocok menjadi Raja Neraka.
Lina Hua tidak menduga, orang itu setelah sampai didepan pintu langsung pergi lagi, apakah dia hanya melihat pemandangan?
Dirinya sungguh merasa khawatir, dia mengira orang itu datang untuk bertengkar, hingga…… dirinya sudah mempersiapkan diri untuk bertarung.
Karena bagaimanapun dia tidak takut apa-apa bukan? Inilah yang dimaksud dengan pepatah orang yang tidak memakai sepatu tidak takut dengan orang yang memakai sepatu.
__ADS_1
Hanya saja sayangnya, orang itu tidak memberinya kesempatan, belum sempat berbicara, orang itu langsung menghilang, sungguh aneh.
Lina Hua tidak tidur selama semalaman, pagi hari pukul 05.00 lewat, dia langsung masuk kedapur dan membuat bubur seafood kesukaan John Jiang.
Ella dan Rika mau membantu, tapi Lina Hua tidak mau.
Pukul 06.10 pagi, John Jiang turun dari lantai atas, memakai kemeja hitam, dan ditangannya memegang baju jas.
Dan ditangannya memakai jam tangan limited edition dari Patek Philippe.
Tapi sangat terlihat jelas, bahwa tidak ada senyuman diwajahnya, bahkan dari tatapan matanya terlihat begitu dingin.
“Tuan, Nona sudah membuat bubur seafood.” Ucap Ella.
“Iya, Tuan, dan masih membuat makanan kesukaanmu.” Rika melihat wajah Tuannya yang tidak begitu senang, langsung menjadi khawatir.
John Jiang segera mengambil jaket dan berjalan kearah pintu, Rika dan Ella saling bertatapan, mereka tahu jika hal ini tidak akan mudah diatasi.
Saat Lina Hua mendengar kata tidak makan, dia langsung merasa sedih.
Kemudian dia segera berlari keluar dapur, dan berkata dengan khawatir, “tuan Jiang, tunggu sebentar.”
John Jiang menghentikan langkah kakinya, tapi tidak menoleh.
Dulu hal ini tidak akan terjadi, dulu John Jiang begitu menyayangi Lina Hua, dan tidak akan tega melihat dia sedih sedikitpun.
Tapi sekarang…… Lina Hua tahu, John Jiang pasti sangat marah, pasti sangat sakit hati, makanya dia menjadi begitu dingin.
“Tuan Jiang, aku sudah membuatkanmu bubur seafood dan rice noodle roll, rasanya pasti enak, kamu makan saja sedikit.”
__ADS_1
“Tidak usah.”
Selesai bicara John Jiang langsung berjalan keluar pintu, Lina Hua menggigit bibir, kemudian dia langsung pergi mengejarnya.
Diluar sangat dingin, karena belum sampai musim panas, jadi saat dia keluar dengan pakaian yang tipis ini, tubuhnya langsung bergetar.
“John Jiang, aku tahu kamu marah.”
Suara Lina Hua juga ikut bergetar……
John Jiang tidak menjawab, hanya saja tangan yang memegang jas itu semakin erat.
“Kamu kembalilah, diluar dingin.”
Saat Lina Hua mendengar ini dirinya menjadi ingin menangis, karena John Jiang sangat marah, tapi masih saja mempedulikan dirinya, takut dia kedinginan, sikapnya sangat dingin tapi dia tidak bisa tidak mempedulikannya.
John Jiang, kamu adalah orang yang sangat baik….. dasar kamu si bodoh.
“John Jiang, maaf……. aku sangat minta maaf……aku tahu aku salah.”
Lina Hua tahu, saat mengatakan kalimat aku tahu aku salah, dirinya sungguh sudah sangat memberanikan diri baru bisa mengatakannya, kalau tidak orang seperti dirinya, bagaimana mungkin bisa mengaku salah kepada orang lain?
John Jiang semakin tidak senang, yang dia mau…… apa hanya satu kalimat maaf?
“John Jiang, kamu jangan marah lagi, aku tahu aku salah.”
Lina Hua seperti anak kecil suaranya semakin kecil.
John Jiang menoleh, lalu melihat Lina Hua, dan bertanya dengan datar, “Salah dimana?”
__ADS_1