
Hello! Im an artic!
Pembawa acara bertanya, “Tuan Xie, apa yang mengilhami Anda untuk membuat Sadar ini?”
Eric bertanya balik, ” mau mendengar kata palsu atau asli?”
Hello! Im an artic!
Ketika ditanya balik, pembawa acaranya terkejut, kemudian dengan muka canggung berkata, “Tuan Xie ini lucu sekali, asli atau palsu kami suka dengar semua, silahkan.”
Eric melihat ke kamera, dengan pelan berkata, “Kalau kata-kata palsu, aku akan memberitahu kalian bahwa, aku membuat obat ini, demi memberikan kebaikan ke semua rakyat, menurunkan tingkat stress anak muda, dan memberikan mereka mimpi indah, saya dengar sejak ada smartphone, 80% anak muda jadi terikat kepada smartphonenya, waktu tidur semakin pendek, jadi aku berharap ketika obat ini dipasarkan, bisa menyelamatkan waktu tidur anak muda.”
“Bagus sekali Tuan Xie, kalau kata-kata asli?” Pembawa acara tersenyum dengan manis, kemudian bertanya balik ke Eric.
Eric ragu sejenak, kemudian melanjutkan berbicara, “Kalau kata asli, aku ingin bilang bahwa semua hal yang aku lakukan ini demi seorang wanita, aku ingin bersamanya, memberikan kebahagiaan kepadanya, jadi aku harus bekerja lebih keras lagi, membuat diriku menjadi lebih hebat lagi, dan tidak mengecewakannya.”
Hello! Im an artic!
“Wah, sangat memotivasi, sangat romantis, wanita mana yang sangat beruntung bisa mendapatkan perhatian Tuan Xie?”
__ADS_1
“Ini… kalian akan tahu nantinya.” Eric tersenyum.
Ketika mendengarnya, Rika dan Ella melirik ke Nona mereka.
Lina sangat tenang, tidak ada ekspresi di wajahnya.
“Non, aku rasa orang yang dibilang Eric pasti dirimu.” Ella tertawa.
Rika mengangguk, “Pasti nona kita, dia takut nona kita tidak suka pria yang bermain-main terus, jadi bertaruh dengan bisnisnya, karena beruntung, dia bisa menciptakan obat apa itu, tapi aku penasaran juga, kalau aku minum obatnya akan mendapatkan mimpi apa ya? Haha.”
“Kalian ya, gak takut diracunin, obat yang dia ciptakan, kalian berani pakai?”
Lina juga tidak menjawabnya, dia tidak pernah tertarik sama hal beginian.
Malam ini, Andy membuka kamar VIP di Klub Melati, dia mengajak John, Sony dan Rony Gao untuk minum bareng.
Pas Lili juga pergi ke sana, tapi Lili pergi dengan beberapa teman baiknya di dunia hiburan.
Ketika Lili masuk, pas bertemu dengan John.
__ADS_1
“Ei? Kebetulan sekali?” Lili menyapanya.
“Kamu juga datang?”
“Iya, dengan beberapa teman, kamu? Lina datang gak?” Lili sengaja mencarinya, tapi tidak melihat Lina.
“Aku datang denganSony, dia lagi parkir.”
Ketika mendengar kata Sony, muka Lili langsung berubah, lalu dia langsung kabur tanpa mengucapkan salam.
John jadi kebinggungan.
Setelah beberapa menit, Sony sudah selesai parkir, dan berjalan masuk.
“Sony, apa yang kamu lakukan ke Lili?” John sengaja menanyakan ke temannya ini.
Sony dengan tenang berkata, “Kenapa tanya begitu?”
“Tadi aku ketemu dengan Lili, aku bilang kamu lagi diluar, dia seperti tikus ketemu kucing, kaburnya cepat sekali, kalian berdua jangan-jangan sudah……?” John mengaku, detik ini pikirannya sudah sedikit jorok.
__ADS_1
Bab selanjutnya Bab 202 Mempersiapkan Semuanya Dengan Baik