Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 785 Akhir Zaman


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Asisten Lili itu menabrak tubuh Lina Hua yang kebetulan sedang mempersiapkan barang-barang untuk mencari lokasi makhluk itu, Lina Hua sedang memegangi sebuah kompas pencari makhluk gaib di tangannya.


“Ada apa?”


Hello! Im an artic!


“Kak Lili digigit oleh zombie, sepertinya ia keracunan.” kata asisten itu dengan panik.


Seketika, wajah Lina Hua pun berubah muram, ia bergegas lari keluar, untung saja John Jiang juga ada di rumah, ia dan orang-orang lainnya menggotong Lili keluar dari mobil dan masuk ke dalam ruang tamu.


Lina Hua pun merobek gaun merah Lili dengan hati-hati, jantungnya berdetak kencang.


Lengan Lili yang digigit oleh zombie itu sudah berubah menjadi hitam…… Ada bau busuk juga,


Hello! Im an artic!


Rika dan Ella pun langsung membalikkan kepala mereka untuk menahan rasa jijik.


“Lina Hua, bagaimana keadaannnya?” John Jiang sedang mengenakan kemeja hitam yang lengannya dihiasi dengan berlian-berlian kecil.


“Sayang, cepat telepon Sony, suruh dia datang.”

__ADS_1


“Baik, aku akan segera meneleponnya.”


Setelah Lina Hua meminta John Jiang untuk segera menelepon Sony, John Jiang pun ikut gemetaran, dalam hatinya ia berpikir, apa jangan-jangan Lili akan……


Tiba-tiba, Lili pun mulai siuman, lalu memegangi tangan Lina Hua.


“Lina Hua…… Apa aku…… akan berubah menjadi zombie?”


“Jangan mengada-ada.”


“Jangan bohongi aku, di film-film kan seperti itu…… Kalau digigit zombie, pasti akan berubah menjadi zomie juga, kalau…… Kalau nanti aku sungguhan berubah menjadi zombie…… Kau langsung bunuh aku saja…… Jangan sampai aku membunuh atau mengusik orang lain, meskipun aku bukan seorang pahlawan, tapi aku juga tidak mau menjadi orang jahat.”


“Tidak, kau tak akan berubah menjadi zombie, jangan berpikir macam-macam.” kata Lina Hua kesal.


“Nona Ketiga, kau pasti tidak apa-apa.” kata Ella dengan matanya yang memerah.


“Aku tahu, aku sudah menyuruh John Jiang untuk meneleponnya, ia pasti akan segera datang.”


Lina Hua memegangi tangan Lili dengan erat, tubuh Lili sangat panas, mungkin ia demam karena racun yang ada di dalam tubuhnya, demamnya ini tak mungkin akan hilang begitu saja kalau hanya minum obat biasa.


Lina Hua belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, ia juga tidak tahu harus bagaimana, ia berpikir sejenak, dan akhirnya ia pun menelepon Windi.


Tentu saja, Windi langsung bergegas menuju rumah Lina Hua, demi menyingkat waktu, ia menggunakan kekuatan gaibnya, oleh karena itu, hanya dalam lima menit saja ia langsung sampai ke rumah Lina Hua.

__ADS_1


“Mana Lili, aku ingin melihatnya.” kata Windi terbata-bata.


Lina Hua menunjuk ke arah sofa di dalam ruang tamu, Lili terbaring di sana, wajahnya sangat pucat.


Windi melihat luka Lili sejenak, dan wajahnya pun berubah muram, “Kondisinya tidak begitu baik, sama seperti yang kita pikirkan, makhluk itu sudah berubah, sekarang dia bukan hanya zombie biasa saja, di dalam tubuhnya pasti ada sesuatu, racun di luka ini sangat berbisa dan langsung membusuk dengan cepat, kalau begini terus…… Mungkin tak sampai besok pagi, Lili akan berubah menjadi segumpal daging busuk.”


Mendengar perkataan Windi, semua orang pun tercengang, Lina Hua mengedip-ngedipkan matanya, berusaha keras untuk mengendalikan emosinya, ia menarik nafas dalam-dalam dan tak berkata apa-apa.


Dan Sony yang kebetulan masuk ke dalam ruangan itu pun juga mendengar ucapan Windi, seketika hatinya pun terasa sakit.


Ia langsung berlari dan memeluk Lili.


“Lili, aku sudah datang.” Sony menempelkan wajahnya pada wajah Beatice, hatinya terasa seperti teriris-iris.


Sayang, saat ini Lili masih pingsan, Lina Hua yang menidurkannya sejenak dengan ilmunya agar energi Lili tidak terlalu cepat habis.


“Sony, dia sendang tertidur, jangan bangunkan dia dulu.” kata Lina Hua, ia takut Sony mengacaukan semuanya.


“Siapa yang bisa beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi?”


Mata Sony memerah, ini pertama kalinya ia merasa perasaan seperti ini, rasanya sungguh takut, panik, dan bingung.


Dalam perjalanannya menuju kemari tadi, beberapa kali ia hampir menabrak orang lain, yang ada di dalam kepalanya hanyalah Lili saja.

__ADS_1


Setelah pulang kantor tadi, Sony pulang ke rumahnya untuk berunding masalah pekerjaan dengan ayahnya, tapi belum saja ia mulai bicara, John Jiang langsung meneleponnya.


Bagi Sony, ini adalah akhir zaman baginya.


__ADS_2