Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 221 Anggap Amal Saja


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Yang dibilang Lina sangat benar, kali ini Eric kalau kalah, kalau pulang ke kantor pusat, juga tidak bisa mengangkat kepalanya.


Semua orang tahu dia karena gagal bisnis, pulang dengan menyedihkan, malah masih membuat ayahnya membereskannya, ini akan menjadi tekanan untuknya seumur hidup.


Hello! Im an artic!


Maka keadaan seperti ini, maju mundur juga salah, mau bangun lagi, tetapi tidak bisa, mau mundur, juga tidak bisa.


Beberapa media besar berebutan untuk melaporakan hal ini, terlebih Eric, terdengar dia mengunci dirinya di gedung obat Eric, sudah 3 hari 3 malam tidak keluar.


Seluruh gedung, hanya sisa dia dan sekuriti tua saja, keadaannya lebih parah.


Lina sama seperti biasa ke sekolah, jika sempat ke toko kecil, minum teh.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Tidak terpikirkan olehnya, Fenny bisa mencari dia.


Fenny mengemudikan mobil sendiri, mencari Lina di perpustakaan.


Lina tidak kenal dia, maka dia memperkenalkan dirinya, waktu dia memperkenalkan dirinya, “Hi Lina, saya adalahFenny, kakak ipar Eric.”


“Hai.” Lina menutup bukunya, mengangkat kepala melihat di depannya ada ibu rumah tangga yang cantik.


Fenny adalah seorang yang mengerti perasaan orang, walaupun tidak kecantikan yang lebih, tetapi sangat cerdik, dan sangat fashion, adalah istri orang kaya yang ideal.


Fenny menduga sifat Lina begini, seharusnya tidak suka berbelit-belit, maka dia langsung to the point.


“Ada yang bisa saya bantu?” Lina tidak mengerti, Eric bangkrut, untuk apa cari dia, mau pinjam uang?


Tidak seharusnya, bagaimana juga Fenny bisa ambil uang dari perusahaan sendiri, tidak usah meminjam dari Lina.


Fenny menilai Lina, karena ini bukan pertama kali bertemu, waktu di pernikahan Keluarga Xie, pernah bertemu.

__ADS_1


Waktu itu Lina masih menggunakan gaun, hanya tidak terpikir tidak jadi nikah, Lina malah jadi orang Keluarga Jiang.


“Sekarang Eric sedang tersudut, tidak mau merendah ke ayah, orangnya ……sudah jatuh, dia menyendiri di kantor sendiri, sudah 3 hari 3 malam tidak keluar, telepon tidak angkat, pesan tidak balas, kita takut dia kenapa-apa, takut dia berpikir aneh-aneh. Hubungan saya dan Eric sangat baik, maka saya tahu masalah kalian.”


“Saya dan Eric tidak ada hubungan, nyonya Xie apa kamu salah paham?”


Lina melihat sekilas muka Fenny, menjelaskan.


Fenny tahu perkataannya membuat Lina salah paham, tersenyum berkata, “Maaf saya ngomong tidak jelas, maksud saya, Eric sangat menyukaimu, dia sering mengatakannya padaku, ada maksud untuk mendapatkanmu kembali, maka saya pikir, waktu seperti ini, jika kamu Lina mau muncul, menasehatinya, mungkin dia akan sadar.”


“Tetapi saya dan Eric tidak terlalu kenal.” Lina merasa, dia muncul tidak cocok, karena tidak termasuk berteman.


Tetapi Fenny orang yang begini pintar, bisa mencarinya sendiri, pasti bukan karena emosi, pasti karena sudah dipikirkan matang-matang.


“Saya tahu kesulitanmu, makanya saya baru meminta maaf, mengganggumu. Masalah Eric kita semua sangat khawatir, siapapun tidak mau hasilnya begini, dia orang yang baik hati, pasti tidak akan menjual obat palsu, menjual obat untuk mencelakakan orang, nona Hua, oh tidak, nyonya Jiang anggap kamu berbuat baik, ngobrol sebentar, pepatah pernah bilang memberikan mawar ke tangan orang yang tertinggal harumnya, nyonya Jiang anggap berbuat satu hal baik, boleh tidak?”


Melihat mata Fenny yang memohon dengan tulus begitu, sesaat, Lina ada sedikit bersalah.

__ADS_1


__ADS_2