Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 813 Ternyata Benar Akan Pergi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kakak pertama, kapan kakak ipar pertama akan kembali? Jika ada kakak ipar pertama, akan lebih baik, dia paling mempunyai kemampuan.”


Mendadak Bethany Xie sangat kangen dengan kakak ipar pertama, asal ada Fenny Feng Feng, akan bisa menanganinya dengan baik.


Hello! Im an artic!


Pandangan mata Ferdy Xie agak tidak biasa, “Tidak bilang, mungkin lama tidak pulang ke rumahnya, orang tuanya tidak rela begitu cepat sudah harus kembali.”


“Benar, tidak muda Fenny Feng baru bisa pulang, biarkan dia tinggal beberap waktu lagi, masalah ini jangan biarkan dia ikut khawatir.” Nyonya Xie tidak menyadari keanehan hubungan putra pertama dan istrinya, mengira kepulangan kali ini adalah kunjungan keluarga yang normal, sebenarnya, hanya Ferdy Xie dan Katie Xie yang tahu, apa artinya ini?


Waktu itu saat ibu dan putri pergi, Katie Xie sudah menangis, memeluk kakek tidak ingin melepaskan tangannya.


Menangis sampai rongga mata juga memerah, Steve Xie seumur hidup berkuasa dan kuat, juga senior besar yang kaya, tapi melihat cucu perempuan menangis dengan sedih, dirinya sendiri juga meneteskan air mata.


Hello! Im an artic!


Fenny Feng Feng sebelum pergi, meninggalkan kata-kata ini untuk Ferdy Xie.


Dia bilang, Ferdy Xie, kamu sendiri dalam beberapa waktu ini pikirkan baik-baik, bagimu diriku, sebenarnya apa artinya?


Ferdy Xie tidak mengtakan apa-apa, masalah akhir-akhir ini juga sangat banyak, diantara dia dan Fenny Feng Feng, sebenarnya dia juga tidak tahu kenapa berubah menjadi seperti ini?

__ADS_1


Mengenai masalah pindah rumah sakit, Steve Xie masih belum kembali, ketiga orang ini juga tidak bisa memutuskan, hanya bisa menunggu sampai tengah malam Steve Xie kembali baru dibicarakan.


 


Dalam wakttu ini, Eric Xie semakin serius, terus berulang-ulang, orangnya juga demam sampai linglung, tidak tahu terus bergumam sembarangan dan mengatakan apa.


Dan pada saat ini


Lina Hua sudah keluar seharian, malam John Jiang menjemputnya pulang bersama, ketika dua orang pulang juga sudah jam delapan malam.


Selain berada di tempat Lika Hua seharian, Lina Hua juga pergi mencari Breatice Hua, beberapa orang makan bersama, masih pergi ke kedai teh duduk sejenak, sepertinya menghabiskan waktu.


Ketika Lina Hua dan John Jiang tiba, ternyata Rika masih belum tidur, duduk di sofa sambil menunggu.


“Nona, tuan.” Rika segera berdiri.


Tapi hari ini dandannya berbeda, dia memakai sebuah rok terusan panjang, pinggang ke bawah, warna anggur merah, bahkan di leher bertambah sebuah kalung Tiffany di lehernya.


Itu adalah model kunci emas yang sangat klasik, berkilauan, Rika yang seperti ini, kelihatan memang berbeda dengan biasanya, gayanya sangat bertolak belakang.


“Ella dimana?” Lina Hua senganja bertanya.


“Ella sedang mandi, juga baru kembali belum lama, nona apakah kalian sudah makan? Aku buatkan mie untuk kalian?”

__ADS_1


 


“TIdak perlu, sudah makan, aku pergi mandi dan tidur, aku agak capek.” Lina Hua tersenyum sambil mengangguk dan berjalan ke lantai atas.


“Nona.”


Suara Rika mendadak sangat keras, John Jiang yang terkejut melihatnya dengan aneh.


Lina Hua baru berjalan dua anak tangga, juga menghentikn langkah kaki, tapi tidak menoleh.


“Rika, Lina Hua hari ini sangat lelah, ada masalah apa nanti baru dibicarakan lagi.”


John Jiang sangat jarang ikut campur urusan Lina Hua dengan kedua pelayan, tapi setelah tadi pagi selesai ngobrol dengan Lina Hua, dia sangat merasa kasihan dengan istrinya.


Biasanya, John Jiang pertama kali berbicara, Rika tidak mungkin tidak menyetujuinya.


Hanya saja, sekarang matanya seperti tertutup, sangat terburu-buru, masih tetap keras kepala dan mengatakannya, “Nona, aku tahu anda sengaja menghindariku, anda tahu apa yang mau aku katakan.”


John Jiang sedikit menghela nafas, gadis ini tetap begitu gegabah.


Lina Hua menoleh, mengangkat sudut bibir, menantap Rika, tersenyum penuh kehangatan, “Baiklah, kamu katakan saja, aku akan mendengarnya.”


Rika menggigit bibirnya, sepertinya dalam hati penuh perjuangan, dia sepertinya memejamkan mata untuk bisa memberanikan diri.

__ADS_1


“Nona, aku ingin pergi dari sini, aku ingin pergi mencari pria yang aku cintai……menikah dengannya.”


Memang saja tetap mengatakannya, tadinya John Jiang tidak percaya, namun setelah mendengarkan semua ini, tidak bisa tidak percaya kemampuan ramal Lina Hua.


__ADS_2