
Hello! Im an artic!
“John, apakah kamu kenal ahli bagian dalam yang bagus?”
“Dokter? Ada, untuk apa kamu menanyakan ini?”
Hello! Im an artic!
“Temanku sakit, aku ingin kamu bantu aku mencarikan dokter dan melihat kondisi paru-parunya.” Setelah Lina mendengar penjelasan John, berpikiran pasti orang ini memiliki pengaruh besar, mungkin saja bisa menemukan dokter terbaik, atau mungkin juga bisa memberi tahu dia bahwa Lika baik-baik saja.
“Oh, Baiklah, kamu tunggu sebentar, saya akan segera menghubungi professor kampus ahli bedah di Ibu Kota itu, dia teman yang aku kenal saat di luar negeri.”
Rumah sakit itu adalah rumah sakit terbaik dalam negeri, tak tertandingi.
Setelah mendengar dokternya adalah professor, hati Lina sedikit tenang. Kemudian Lina mengambil hasil pemeriksaan Lika dan lekas menuju kantor John untuk segera memberitahukannya.
Hello! Im an artic!
Di lain sisi, Lili sudah pergi jauh ke kota untuk pemotretan. Disela-sela istirahat dia tidak sengaja melihat berita dan itu tentang masalah keuangan —— Tuan Sony Wang pemilik perusahaan grup Wang baru-baru ini berhasil menyabotase lima pendanaan besar, dan akan disatukan dengan perencanaan lima proyek sebelumnya, serta akan melakukan revolusi terbaru, menurut informasi yang ada, ini adalah hasil investasi besar dari Grup Wang, diperkirakan melebihi 30 miliar yang semuanya dibawah tanggung jawab Mr Sony, jelas tidak ada yang bisa melengserkan posisinya dalam bisnis keluarga ini.
Ada juga video singkat dari seorang reporter yang mewancarai Sony selama kurang lebih dua menit yang melontarkan beberapa pertanyaan.
__ADS_1
Lili membuka dan melihatnya sekilas, seketika merasakan tidak tenang saat pandangannya melihat sebuah tanggal yang tertera. Ternyata proyek besar ini sudah selesai tepat setengah bulan yang lalu, sebelumnya Sony juga bilang, dengan selesainya proyek ini maka dia tidak perlu bersandiwara lagi. Karena sebelumnya, pria itu memohon bantuannya agar Neneknya tidak mengusik dan mengganggu kerjaannya. Tapi, jelas-jelas proyeknya sudah selesai, bukan saja tidak memberitahukan dirinya, dirinya bahkan untuk kedua kali menemaninya pergi kerumah Sony untuk acara makan bersama.
Sebenarnya ketika pergi kedua kalinya, Sony sudah menyelesaikan proyeknya, namun dia tidak mengatakannya pada Lili.
Apa maksudnya? Ingin mempermainnkanku? terpaksa melanjutkan keadaan itu dengan gayanya yang tegas dan wajah sedikit garang.
“Nona Lili, silahkan minum.” Asisten perempuan memberinya air mineral.
“Tidak, kasih tau pada sutradara, tidak usah melanjutkan pemotretan, aku harus pergi sekarang.”
Lili segera melepas baju tradisional persiapan pemotretannya dan segera mengendarai mobil sendirian menuju Kota J.
Sony baru saja selesai rapat besar dan keluar membawa beberapa dokumen.
“Tuan Wang nanti sore jam dua masih ada pertemuan dengan pelanggan MGM dari brazil.”
“Baik.” Sony melihat jam tangan untuk mengingat waktu.
Ketika itu Lili jalan mendekat. Dengan menggunakan jaket panjang hitam yang menutupi sampai lehernya, kakinya dihiasi dengan sepatu hitam terus berjalan perlahan mengikuti.
“Wow? Ini sepertinya aktris besar itu….” Asisten Tuan Sony tampak tercengang melihatnya.
__ADS_1
Kemudian Sony mengangkat kepalanya. Belum sempurna penglihatan nya pada sosok itu, tamparan yang langsung diterimanya. Ya, tamparan. Bahkan tamparan itu tepat di depan para karyawan.
“Sony, kamu ternyata tidak tahu malu.” Lili penuh dengan amarah.
Pada saat itu, barulah Sony melihat dengan jelas siapa dia dan ternyata Lili yang datang, kemudian mengusap-ngusap wajah yang ditampar dan tersenyum.
“Sayang, kalau ada masalah kita bicarakan di rumah, jangan di perusahaan,malu.”
“Sayang? siapa kekasihmu? Kamu tidak malu.” Lili berteriak.
“Sayang jangan buat masalah disini, ini kantor, ayo, bicarakan di ruanganku.” tanpa menunggu Lili bicara, Sony langsung meraih bahunya dan menyeretnya ke dalam ruangan dengan paksa.
“Hem…ternyata bos sudah jadian dengan Lili, Tuhan.” Para karyawanpun dibuat kaget tak percaya.
“Kalian harus merahasiakan ini, bos kita tidak pernah menampakkannya, khawatir dia tidak senang ada orang yang membocorkannya, kalau tidak, bisa dipecat.” Sekretaris Sony menanggapi dengan cepat dan memperingati semua orang.
Di dalam ruangan kepala kantor.
Begitu Lili memasuki pintu, dia melepaskan tangan Sony.
“Sungguh tak menyangka, brengsek, trikmu banyak juga ya?” Lili geram dibuatnya.
__ADS_1