
Lina juga tidak marah dengan candaan John, dia sepertinya sudah terbiasa dengan candaan John.
“kamu kebanyakan pikir. Tuan Jiang.”
Rika dan Ella melihat John keluar dari kamar Lina, mereka sangat terkejut.
Jam segini, John berjalan keluar dari kamar nona, berarti…….
Dan bayangan di kepala mereka semakin merajarela.
Melihat 2 orang ini yang bengong melihatnya.
Lina dengan cepat menjelaskan, “bukan seperti yang kalian pikirkan.”
“Haha, gapapa non, kamu dan John adalah suami istri, kalau ada apa-apa juga wajar kok.” Ella tersenyum.
Kata-kata dia membuat John sangat senang, dia tersenyum sambil mengangguk, dalam hatinya merasa Ella ini benaran sangat pengertian.
Setelah selesai sarapan, Lina membawa Rika dan Ella pergi menjaga took barang antik yang sepi itu.
John juga berangkat ke kantor, dan sibuk sampai siang.
Belum sempat makan, dia sudah ditelepon oleh Andy dan Sony.
Lalu John pergi bertemu mereka, di sebuah restoran hot pot yang terkenal.
__ADS_1
Bulan 9 di kota J sini sangat dingin.
Tentunya saat begini orang-orang paling suka makan hotpot, menhangatkan dan enak.
Hotpot Urana Manchurian adalah salah satu reso terkenal di kota ini.
John memarkirakan mobilnya kemudian masuk ke restorannya.
Dia melihat 2 temannya itu sedang duduk di meja yang dekat jendela.
Mereka bertiga jarang kumpul bersama.
“Kenapa gak ajak Rony? ” John bertanya ke mereka.
“Dia lagi gak di dalam negeri.” Andy menjawab.
John tersenyum, “Semalam aku lembur di ruang kerja, gak ngecek wechat.”
“Istrimu mana? Gak dibawa?” Andy bertanya.
“Kalian berdua gak ngomong dari awal, aku datang dari kantor tadi, dia juga harusnya sudah makan siang, tapi kalaupun dia belum makan, dia juga gak mungkin datang, di sini semua daging semua, istriku gak makan daging, dia sudah makan vege lama.” John menjelaskan.
Lina juga memang tidak suka makan hotpot.
“Oh Tuhanku, makan vege selama tahunan itu bukan orang biasa yang bisa melakukannya, dia kuat juga.” Andy berkata.
__ADS_1
John lalu melirik ke Sony.
“Kamu dengan Lili bagaimana?”
“Yah begitu.”
“Ah? kamu dan Lili? Kenapa aku gak tahu?” Andy dengan ekspresi terkejut melihat ke Sony.
“Kami berdua cuman berakting saja, demi menipu nenekku.”
“Kalau begitu kamu jago pilih juga? Lili? Haha, aku juga penasaran gimana cara kamu meminta bantuan ke dia?” Andy bukannya gak tahu siapa Lili, dia itu putri dari keluarga Hua yang paling jago dan paling kasar, gak ada yang berani menganggunya, level bertarungnya bintang lima, di dunia hiburan gak ada yang berani marah dengannya.
“menggunakan sedikit jebakan.” Sony lalu melihat ke John mereka berdua, sambil terpikir kejadian Lili mabuk malam itu.
Andy mengeluh, “Lili itu gak buruk, cuman terlalu hebat saja, kalau pria biasa pasti gak bisa menahannya.”
Setelah selesai berbicara, mereka bertiga pun tertawa.
“Andy, kalau kamu pria, coba omongin kata-kata tadi di depan Lili.” John bercanda dengannya.
Andy langsung menjawab, “Aku gak punya nyali, aku bukan pria.”
Ketika mereka mengobrol, tiba-tiba dikagetkan oleh suara segerombolan orang.
3 orang itu membalikkan kepalanya, ternyata Eric datang, belakangnya juga mengikuti beberapa orang, tapi bukan dari keluarga tajir.
__ADS_1
Eric melihat mereka, tapi tidak menyapanya, karena mereka juga tidak begitu akrab.
Andy lalu melihat kea rah John, dan berkata, “aku dengar bocah itu lagi mempersiapkan sesuatu yang baru dan besar. Enggak tahu mau ngapain, kamu harus hati-hati, apalagi dia selalu mendekati istrimu.”