Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 248 Misteri Di Dalam


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lina menaruh kembali botol tembakau ke saputangan Jessica, perlahan melepaskan sarung tangan.


“Gambar pada botol tembakau bercorak pada dinasti Qing sangat menarik, kebanyakan adalah bunga burung ikan atau gunung sungai, dan ada yang lebih berani menggunakan gambar berhubungan badan zaman dinasti, mereka menggunakan warna cerah yang menandakan keberuntungan dan kelancaran. Beberapa generasi raja pada dinasti Qing sangat menyukai benda ini, jadi selanjutnya menjadi ada gambar wanita cantik, gambar jenderal berperang, dan gambar 8ekor kuda sedang berlari. Tapi semua ini yang masih ada di dunia lebih banyak, barang kalau langka lebih mahal, jika banyak harga tidak terlalu mahal lagi. Dan punyamu ini walau adalah benda dalam masyarakat dulu, tapi gambarnya aneh, kamu lihat saja sendiri, apa gambar di atas?”


Hello! Im an artic!


Begitu mendengarnya Jessica tertegun, mendengar Lina berkata begini, dia bergegas menundukkan kepala melihat gambar di botol tembakau.


Dulu dia juga melihatnya dengan teliti, tapi tidak terlalu mengerti, mengira hanya lukisan karakter sederhana, bagaimanapun botolnya agak kotor, juga tidak bisa dilihat dengan jelas.


“Ini….apakah orang yang hebat?”


“Apakah kamu memahami gambar negara?” Lina bertanya padanya.


Hello! Im an artic!


Jessica menggelengkan kepala, “Itu hanya bisa dipelajari oleh orang kaya, latar belakangku ini, tidak berani memikirkannya, jadi juga tidak pernah menelitinya.”

__ADS_1


“Pantas saja….gambar ini adalah dewa Zhong Kui (dewa mitologi cina pembasmi roh jahat).”


Lina selesai bicara, Jessica baru memahaminya, kemudian menepuk kepalanya, “Ha ha, terlihat akrab, ternyata adalah dewa yang punya nama besar, aku masih mengira penuh dengan jengggot adalah dewa pintu.”


Lina melanjutkan dan berkata, “Gambar zhong kui adalah salah satu gambar yang paling disukai oleh pelukis, para pelukis terkenal pasti pernah melukisnya, termasuk Wu DaoZi (pelukis terkenal dinasti Tang), Zhang He, Qi BaiShi (pelukis terkenal tahun 1900), Xu BeiHong (Pelukis terkenal 1940), Zhang DaQian (pelukis wanita terkenal tahun 1959) dan masih banyak lainnya, teknik lukis mereka punya gaya tersendiri, dan gaya gambar pada botol tembakau bercorak ini sangat unik, jika dilihat dengan teliti akan menemukan, lukisan sangat bagus, sangat halus. Jadi aku tebak botol tembakau bercorak ini mungkin dari salah satu pelukis dinasti Qing yang berbakat hanya saja yang tidak terkenal, meski pelukis tidak terkenal, tapi teknik melukisnya baru dan ajaib, tidak banyak yang tertinggal di dunia, jadi aku merasa paling sedikit bisa menjual seharga 30ribu tentu saja, mungkin bisa lebih tinggi.”


“Ampun, di dalam masih ada hal seperti ini, kalau begitu apakah aku benar-benar sedang beruntung?” Jessica merasa sangat terkejut.


Awalnya mengira barang kecil ini bisa untung 1000-2000, tidak sia-sia pergi ke sana, jika bisa dijual 30ribu, bukankah sekali sudah untung 20ribu?


“Begini saja, barang kasih ke aku, nanti aku bawa ke temanku, beri kamu 30ribu dulu. Jika dijual bisa mendapatkan harga lebih tinggi, aku akan menyuruh temanku membagi hasil lagi untukmu, bagaimana?”


Setelah Lina menyimpan barangnya, langsung lewat wechat mentrasfer 30ribu buat Jessica.


Saat pulang kuliah, dia memang berencana langsung pulang ke Spring Mansion.


Tapi mendadaak malah mendapat telpon dari teman Lika, bilang kalau Lika sakit, ingin dia pergi ke sana.


Lina langsung pergi ke asrama Lika, seorang guru wanita yang menjemputnya, “Aduh, aku lihat guru Lika beberapa hari ini ada yang tidak beres, tiba-tiba meminta cuti satu minggu, lalu di kamar juga tidak mau keluar, aku rasa kemungkinan sakit, aku lihat di sampingnya juga tidak ada orang lain, teringat dulu ponselnya tidak ada baterai lalu meminjam ponselku untuk menelponmu, bilang kalau kamu adalah adiknya, aku berpikir lebih baik memberitahumu.”

__ADS_1


“Baiklah, terima kasih.”


Lina menganggukkan kepala, kemudian langsung di bawa guru wanita ke kamar Lika.


Saat Lina masuk ke kamar, sudah sore jam 17.30.


Lika terbaring di atas ranjang, tertidur dan tidak terlalu sadar, Lina memegang keningnya, menyadari sangat panas, bersama Rika bergegas memapah Lika ke rumah sakit terdekat.


Dalam ruang gawat darurat


“Keluarga pasien Lika.”


“Dokter, aku.” Lina berjalan ke depan.


“Dia demam sampai 41derajat, kenapa baru di bawa sekarang? Tahu tidak kalau demam tinggi bisa merusak otak?” Dokter wanita melototi Lina.


“Aku…aku juga hari ini baru tahu.” Dalam hati Lina terasa sedih.


“Kondisinya sekarang tidak terlalu bagus, ada peradangan paru-paru, saluran pernafasan terinfeksi, perlu dirawat inap untuk lihat perkembangannya, kamu pergi bayar dan urus surat rawat inap.”

__ADS_1


__ADS_2