Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 270 Penyesalan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Benard tidak menyangka akan mendapatkan kabar seperti ini, membuatnya tidak fokus bekerja. Saat itu Lika pergi mencarinya untuk kembali berbaikan, tapi Benard menolak secara halus dengan beralasan jika suatu saat nanti, kesempatan berpihak pada mereka, suatu saat akan bisa kembali bersama. Dia mengira dengan begitu, semua kesedihan akan segera berakhir, siapa yang mengira, Lika ternyata……


“Bagaimana… bagaimana bisa?” Benard merasa lemas.


Hello! Im an artic!


“Mari kita mencari tempat teduh untuk berbicara.”


Lina melihat kondisi sekelilingnya, ia merasa tempat ini kurang nyaman untuk membicarakan perihal Lika, apalagi persoalan ini bukan persoalan kecil yang lekas mendapatkan jawaban. Benard mengangguk setuju, dan segera mengajak Lina ke café. Walaupun di Café, tapi mereka tidak ada yang memesan Kopi, mereka merasa bagaimana bisa kita masih bisa meneguk segelas kopi.


Lina menceritakan kisah itu dengan singkat, mulai dari hari demam Lika.


Benard mulai menghitung hari, ternyata waktu itu tepat saat Lika datang menemui dirinya, dan dia merasa sangat bersalah.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Dia melipatkan tangannya, merasa bersalah “ini semua salahku. Waktu itu, dia mencariku dan mengatakan ada orang yang terus mengganggunya, aku paham maksutnya, dia ingin sedikit menggodaku, memberiku kesempatan untuk memlih, tapi saat itu aku tidak bisa berbuat apapun, aku benar-benar…… aku sempat berpikir lama, aku benar-benar tidak ada cara lagi untuk memasuki benteng rumah mewah kalian, dan lagi orang tua kalian memang meremehkanku, mereka pasti tidak menyetujui hubungan kami, saat itu aku hanya memberikan ucapan selamat dan agar semua baik-baik saja, mana tau kalau ternyata…. Semua salahku, kalau bukan karena aku yang keras kepala, dia pasti tidak akan deman, dia juga tidak akan……”


Sebenarnya dia tidak dapat menerima kenyataan ini, begitu mendengar Lina menjelaskan kondisinya, Benard selalu terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri, ingin sekali rasanya mengambil pisau dan membiarkan Lika balas dendam padanya.”


Lina hanya menatapnya dengan tenang.


“Jika, ternyata itu memang kanker, itu semua sudah takdir, bukan salahmu, sel kanker bukan satu dua hari tumbuhnya, pasti ada sesuatu yang membuat factor kanker itu jadi tumbuh dan bersembunyi, kamu juga gak perlu menyalahkan diri sendiri, tidak ada gunanya. Aku kemari, hanya ingin memberitahumu, pukul 8 malam nanti, kakakku akan kemo, dokter pun mengingatkan bahwa kemo ini akan sedikit membahayakan. Jika memang benar-benar kanker, ia hanya bisa mencegah penyebaran kanker nya saja. Keluarga kami sudah mendiskusikannya, dan kami memutuskan untuk menerima resiko tersebut.”


Mengingat kenanga-kenangan keduanya bersama-sama, saat ini terasa menyakitkan.


“Yang Kak Lika cemaskan, hanya kamu. Walaupun dia tidak pernah mengatakannya, tapi aku paham, dan aku menemuimu juga hanya ingin memberitahukan kenyataan yang ada. Kamu? kamu sendiri yang ambil keputusan, masih tetap ingin menengoknya, atau memang sudah tidak ingin menemuinya karena kalian tidak lagi bersama, semuanya boleh, itu keputusanmu, kami tidak akan mengganggu.”


Setelah mengatakan itu, Lina bangkit.

__ADS_1


Bernar lupa mengucapkan terimakasih padaLina telah memberitahunya informasi ini. Kalau taka da satupun yang mencari dan memberitahunya, dan jika nanti jika Lika benar-benar…… Pasti akan menjadi penyesalan sepanjang hidupnya.


Jam enam sore


Karena Lika akan melakukan kemo, semua keluarga Hua semua berkumpul, Lisa pun juga datang. John khawatir kondisi ini akan membuat perasaan Lina kacau, ia terus menemaninya. Bahkan Lika tidak mengetahui penyakit apa yang dideritanya, dokter hanya menyampaikan perlu sedikit pemeriksaan, jadi tidak mempengaruhi mood Lika saat itu, ia tampak tenang.


Sebelum operasi,


Sebelum operasi, dokter berbicara dengan beberapa perawat di koridor, menghindari Lika dapat mendengarnya.


“Karena kekebalan pasien sangat rendah sekarang, jadi kemungkinan darah yang dikeluarkan akan banyak, demi persiapan yang matang, kita memerlukan donor darah, darah pasien AB, dan stock donor darah kita kebetulan selalu kurang tipe AB, kalian semua adalah keluarganya, mari, siapa yang donor darahnya AB? kita memerlukan sekitar 800.”


800 berarti kurang lebih membutuhkan dua orang, karena satu orang tidak boleh lebih dari 400.


Setelah dokter mengucapkan kata-kata ini, semua orang terdiam. Keluarga Hua heran. Kecuali tipe darah Nyonya Hua bukan AB, golongan darah Peter dan kelima putrinya adalah AB, jadi ini bukan masalah besar.

__ADS_1


__ADS_2