
Lika: Lina, kamu pergi belajar ke Universitas Nasional ya?
Lina: eng, baru pergi dua hari.
Lika: bagaimana rasanya?
Lina: lumayan baik. Para guru sangat terampil, aku rasa bisa belajar banyak hal.
Lika: hubungan aku dan beberapa guru di sana masih lumayan baik, aku bantu merekomendasikan kamu?
Lina: tidak usah, kakak keempat, sementara ini diriku begini sangat baik, mencari terlalu banyak relasi malah tidak bebas.
Lika: kamu ini, dari awal aku mengira kamu hanya ingin belajar tentang sejarah, hanya berminat saja, siapa yang tahu kamu malah belajar sampai sangat serius, dasar… Papa mama tidak tahukan?
Lina: eng, selain John, ada lagi Rika dan Ella, yang lainnya semua tidak tahu.
Lika: apakah mau memberitahu kakak pertama dan lainnya?
Lina: tidak masalah, aku pikir ini juga urusan pribadiku, mereka juga tidak akan terlalu tertarik.
Lika: benar juga, tapi jika kamu membutuhkan sesuatu, harus menelponku.
Lina: baik, tapi kakak keempat, kamu dan Benard……?
Lika: tidak apa-apa, kemungkinan benar-benar sudah putus.
Lina: apakah kamu berencana mencari lagi?
Lika: sementara tidak ingin, sedikit kacau, ingin tenang sejenak.
__ADS_1
Lina: baik juga.
Lika: kalau begitu kamu sibuk dulu, ada masalah baru hubungi lagi.
Lina: Eng.
Setelah menutup telepon, suasana hati Lina lumayan baik, dia merasa, hubungan dengan Lika sudah sedikit membaik.
Setelah pertemuan terakhir kali, sepertinya hal yang bisa dibicarakan juga sudah lebih banyak.
Lina dari kecil selain Rika dan Ella juga tidak punya banyak teman, sekarang bisa ngobrol dengan Lika, malah merasa, perasaan seperti ini masih lumayan.
“Ella.”
“.”
“Masker walet yang kita buat, masih ada?”
“Kamu nanti antarkan sedikit buat kakak keempatku, hari itu aku melihat kulitnya agak menggelap dan menguning, kayaknya akhir-akhir ini banyak begadang, kamu berikan sedikit padanya.”
“Baiklah nona.”
Ella sambil tersenyum, nona sepertinya sekarang lebih perhatian pada orang dibandingkan dengan dulu.
Hari ini John tengah malam baru pulang, saat pulang juga tidak sampai mengganggu Lina, dirinya diam-diam mandi dan langsung tidur.
Keesok harinya saat Lina sarapan, dia sudah pergi.
Tapi terhadap John yang pergi pagi pulang malam, dia tidak banyak bertanya, melewati hari masing-masing, lumayan baik, tidak saling ikut campur kehidupan masing-masing.
__ADS_1
Hari ketiga, adalah hari jumat
Lina mengganti sebuah jaket jeans, memakai celana pensil warna hitam, sepatu kets berwarna putih.
Tetap memakai topi baseball berwarna hitam.
Sama seperti murid lainnya, dia demi pergi ke kampus kali ini, sudah tidak berani memakai barang bermerek.
Semua adalah baju murah yang dibeli mendadak, karena takut orang-orang itu sembarangan membuat rumor.
Tapi setelah sampai di kampus dan masuk dua pelajaran, masih tetap mendengar rumor tentang dirinya.
Seorang wanita yang sangat suka bergosip di kelas yang memberitahunya.
Dia bilang, “Lina, apakah kamu tahu? Kamu sudah menyinggung orang?”
Lina mengangkat kepala, termenung.
“Kamu sudah membuat Lexie Lu tersinggung, apakah kamu tahu?”
“Lexie Lu itu siapa? Aku tidak mengenalnya.” Lina memastikan dirinya tidak pernah mendengar nama ini.
“Lexie adalah wanita tercantik yang ada di Universitas Nasional, wanita tercantik di departemen…. Sebelum kamu datang, dia adalah wanita tercantik yang diakui oleh semua orang, pria yang ingin mengejarnya harus antri sampai sangat lama, tapi semenjak kamu datang, sekarang semua pria yang ada di kampus hanya melihatmu, kedengarannya Lexie sangat keberatan denganmu, ingin bertanding denganmu?”
“Bertanding? Bagaimana bertanding?” Lina benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran semua wanita ini.
Apakah harus saling membandingkan siapa yang lebih hebat?
“Bukankah beberapa hari lagi acara penyambutan tahun ajaran baru? Katanya…. Lexieakan bermain piano…. bersaing bakat denganmu, kemungkinan.”
__ADS_1
Lina merasa bingung…