
Hello! Im an artic!
Lina menggelengkan kepalanya, “Kakak ke empat, sebenarnya, aku tak yakin, aku juga tak tahu ini apa, saat mendengarmu tadi, aku hanya merasa, terhadap John, aku tidak seperti apa yang kamu katakan, tapi aku tahu, sekarang bagiku, dia bukan lagi orang asing yang tidak punya hubungan apapun denganku.”
“Hei, kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu. ”
Hello! Im an artic!
Lika merasa bahwa cinta setelah menikah juga merupakan hal yang baik. Setidaknya keduanya sudah menikah.
Keadaan keluarga Jiang juga sangat bagus, Adik kelima tak akan kesusahan.
Ia pikir ia bisa menemukan jawabannya dari Lika, tapi sayangnya, apa yang Lika jelaskan tentang menyukai seseorang berbeda dari perasaan batinnya.
Lina duduk sebentar dan kembali ke Universitas Nasional.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Rika mengantarnya ke gerbang sekolah dan pergi, ketika Lina membawa tasnya ke pintu ruang kelas.
Ia mendengar bahwa beberapa gadis bersama dengan Jessica.
“Jessica, aku dulu mengira kamu adalah orang pintar, tetapi sekarang kamu adalah seorang penjilat?”
“Iya, kamu melihat seorang yang punya uang kamu akan mendekatinya. Apakah kamu masih memiliki harga diri? Apakah nyaman menjadi anjing orang kaya?”
Jessica cemas, “Aku tidak, Lina sangat baik, bukan seperti yang kamu pikirkan. Dia punya uang dan tidak punya uang, dia layak untuk dijadikan teman.”
“Nah, aku tidak percaya, jika wanita itu tidak punya uang, akankah kamu mendekatinya? Tapi ya, kamu begitu miskin, itu juga jalan keluar bagimu. Tapi dia adalah seorang ketiga, dan uangnya tidak tahu didapatkan dari mana. Apakah kamu tak takut mengikutinya?”
Setelah mendengarkan sebentar, Lina kehilangan kesabaran dan membuka pintu langsung untuk masuk.
Ketika dia masuk, beberapa gadis-gadis yang membully Jessica juga diam.
Mereka segera menutup mulut dan kembali ke tempat duduknya, karena mereka tahu bahwa wanita ini di luar kendali mereka.
__ADS_1
Meskipun gadis-gadis ini iri, mereka bukan orang bodoh.
Setelah Lina masuk, dia berjalan ke kursinya, saat melewati Jessica, dia berhenti sebentar.
Kemudian dengan serius berkata, “Orang yang tidak bisa memakan anggur maka bilang anggurnya asam. Kamu jauhi orang-orang seperti itu, jangan dibuat asam oleh mereka.”
Jessica tidak bisa menahan senyum, dia tahu apa yang dimaksud Lina.
Gadis-gadis itu marah ketika mereka mendengarnya, tetapi mereka tidak berani membicarakannya.
Hanya bisa mendengarkan Lina, Jessica sangat iri dengan kepribadian Lina, apa pun yang dia ingin lakukan, semuanya tergantung pada suasana hatinya.
Dia selalu berpikir bahwa jika orang bisa hidup seperti Lina, itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Segera setelah Lina duduk di kursinya, seorang gadis dari keluarga yang lumayan tidak bisa menahan diri untuk tidak melawan, “Seorang wanita yang bersandar pada satu pria apakah layak? Semua orang dikelas ini bukan hanya kamu yang kaya, aku lihat kau juga bukan apa-apa, apakah bosmu tidak rela membeli merek terkenal untukmu? Kamu kan rugi banget?”
Lina melirik gadis itu, mantel gucci yang sangat mencolok.
__ADS_1
Bab selanjutnya Bab 208 Mengutuk Bajingan
Lina mengeluarkan sebuah buku sejarah dan dengan tenang membaliknya, lalu secara tidak sengaja berkata, “Oh iya cewek harus menurunkan berat badan terlebih dahulu, kalau tidak, tidak peduli mengenakan LV atau Chanel, membawa Hermes atau Rolex, orang lain tidak dapat melihat dengan jelas, tetapi dapat melihat pinggang kaki pantat yang gemuk dan wajah bundar. Jadi tidak penting apa yang kamu kenakan, tubuh yang paling penting.”