Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 361 Tidak Bisa Tenang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak apa-apa, aku baik-baik saja,”Lina mengatakan tidak apa-apa, tetapi tangannya sedikit lebih dingin dari biasanya.


John sangat khawatir, mengira dia kedinginan, dengan cepat melepas jaketnya dan meletakkannya di tubuh Lina.


Hello! Im an artic!


“Wow, Yang Mulia mulai menyiksa anjing itu lagi. Aku tidak tahan lagi. Aku masih lajang dan tiba-tiba menerima 10.000 pukulan kritis.” Rony anak itu tertawa seperti biasa.


Kemudian semua orang duduk, Lina duduk di sebelah kiri dengan John dan Bethany di sebelah kanan, Bethany sendiri yang berinisiatif bahwa dia mau duduk di sebelah kakak peri..


Biasanya dia selalu berada di sebelah Andy, tapi sekarang dengan Lina, Andy bahkan tidak akan mementingkannya lagi, penggemar wajah yang klasik.


Andy duduk di sebelah John lalu Rony, dan kemudian Sony. Masih ada kursi kosong di sebelah Sony, yang disediakan untuk Lili.


Hello! Im an artic!


Andy dengan sengaja mengaturnya seperti ini, tujuannya adalah untuk mencocokkan pasangan cp ini.


Maka dari itu Sony dan Bethany sudah menyisakan kursi kosong, tapi acara sudah mulai setengah jam,Lili masih saja belum sampai.


“Lili tidak mungkin tidak datang kan?” Rony tiba-tiba bertanya.

__ADS_1


Sony diam, tidak terlihat bagaimana suasana hatinya.


Andy menjawab, “Tidak, Lili selalu menepati janjinya. Jika dia berjanji padaku, dia pasti akan datang. Jika ada urusan penting, dia akan memberitahuku sebelumnya, dan tidak akan membiarkan kita menunggu.”


Begitu selesai berbicara, Lili datang, dan ketika dia mendorong pintu dia sangat gelisahnya seperti sedang berjalan di karpet merah.


“widihh, layak menjadi artis terkenal, tetapi berbeda, aura ini tidak ada.” Rony bertepuk tangan.


“Anakmu jarang membuat masalah,” Lili tersenyum,dan langsung duduk di tempat yang sudah disediakan untuknya,dari awal sampai akhir dia sama sekali tidak memandang ke arah Sony.


“Membuat kalian lama menunggu,” Lili tersenyum.


Dia berdandan sangat sederhana hari ini, hanya mengenakan sweater hitam dengan kerah tinggi, celana jeans biru tua dan sepatu kulit hitam.


Tetapi berbeda dengan Lili, dia adalah ratu barang, biarpun dia memakai barang murahan juga akan tetap terlihat seperti memakai barang chanel


“apakah karna jalanan macet?” Sambil melihat jam, Andy merasa di jam seperti ini biasanya mudah mengalami kemacetan.


“Tidak, aku pergi ke rumah sakit untuk di infus. Kupikir hanya satu botol. Tidak ku sangka ternyata tiga botol di gantung untukku secara bersamaan, jadi membutuhkan beberapa saat.”


“Ada apa denganmu? Kakak ketiga?” Begitu Lina mendengar Lili di infus, dia buru-buru bertanya.


“Tidak apa-apa. 2 hari yang lalu aku hanya pilek dan demam, dan aku menderita otitis media. Jadi Aku minum obat antiinflamasi.”

__ADS_1


“Kalau begitu kamu harus banyak beristirahat, jangan sampai masuk air di telingamu ketika mandi,” Lina menjelaskan.


“Iya” LiLi Hua mengangguk, tanpa berkata lebih banyak lagi. Dia selalu menjadi tomboy, tidak begitu sombong, jadi baginya sakit di infus itu adalah hal yang biasa.


“Kemarilah. Karna Aku datang terlambat. Aku akan menghukum diriku dengan tiga gelas.”


Lili baik-baik saja. Ketika dia mengangkat gelas anggur dia langsung mengabiskan 3 gelas dengan waktu yang singkat, membuat orang kaget.


“Kamu masih minum alkohol setelah infus, apakah kamu ingin mati?” Sony berkata dengan murung.


“Begitu aku ingin mati, aku tidak akan mati. Sebagai orang utara, jika tidak minum alkohol, makanan ini tidak akan sempurna. Ayo, semuanya ambil satu.” Lili mengabaikan kata-kata Sony dan mengambil inisiatif untuk mengangkat gelas anggur, tos lagi dengan semua orang, wajah Sony berubah semakin lebih jelek.


Sejauh ini, Lili dan Sony hampir sama sekali tidak berkomunikasi, semua berbicara tentang gosip dan hal-hal lainnya.


Setelah makan malam, Lili dibawa langsung ke lokasi syuting oleh asisten dan sopir untuk merekam film, dan Sony kembali ke rumahnya.


Sebelum John dan Lina pergi, Lina masih melirik Bethany ingin bernicata beberapa kata, tetapi terhenti.


Sampai dia masuk ke dalam mobil, lima menit setelah mengemudi, Lina tiba-tiba berkata, “supir, putar balik, John, tolong bawa saya ke Bethany.”


“Ada apa?” John yang berada di sampingnya merasa curiga.


“Dia dalam bahaya.” Lina tampaknya sudah lumayan lama bingung, dan telah berjuang lama untuk mendapatkan keberanian untuk mengatakan.

__ADS_1


John sedikit takut, tetapi dia tahu bahwa Lina tidak mungkin asal berbicara, jadi dia langsung meminta sopir untuk berbalik mecari Bethany.


__ADS_2