
John: Apakah ibuku pergi ke rumah kita?
John adalah orang yang sangat pintar dan terampil berbicara.
Sebuah kata kami telah mendekatkan jarak hubungan antara Lina dan dirinya.
Lina: Ya, ibu baru saja pergi.
John: Apa yang dilakukannya? Apakah dia mempersulitmu?
Lina: Dia adalah ibumu sendiri, apakah kamu tidak memahaminya?
Baiklah, beberapa terakhir ini dia telah belajar banyak keburukan dari orang yang bermarga Jiang ini, malah masih bisa mengejeknya.
John mengirimkan sebuah ekspresi tertawa.
John: Apakah ibuku mengomelimu, menginginkanmu untuk melahirkan bayi?
Lina: Tidak, masih terlalu cepat untuk mengatakan hal ini sekarang, kita baru menikah selama beberapa hari? Lagipula, kita hanya berpura-pura.
John: Tidak dijinkan untuk benar-benar menyukaiku di masa depan, banyak drama yang memerankannya seperti itu.
Lina: Kamu terlalu banyak menonton drama.
John: Ibuku, orangnya biasa saja, aku berpikir dia bukan tipe orang yang akan mempersulit menantunya, tetapi apabila dia menindasmu, beritahukanlah kepadaku.
__ADS_1
Lina: Kenapa? Apakah kamu bisa membantuku melawan ibumu?
John: Tidak, jika kamu memberitahuku, aku dapat menemanimu untuk membicarakan ibuku di belakangnya.
Ketika Lina melihat kalimat ini, dia tertawa terbahak-bahak.
Tidak jauh, Rika dan Ella juga saling memandang dan tertawa, semenjak nona menikah, tidak benar, semenjak nona dan menantu ini, dia menjadi lebih sering tertawa.
Tidak terpikirkan oleh Lina, orang kaya seperti John yang mempunyai posisi tinggi, orang yang begitu terkenal, juga bisa mengatakan lelucon dingin seperti ini, perbedaan sikap orang ini benar-benar…… Sangat sulit untuk diungkapkan.
Lina: Sebenarnya ibu datang untuk menjengukku, mendengar bahwa beberapa hari ini kondisiku tidak baik, jadi memberikanku banyak suplemen kesehatan yang mahal.
John: Tidak apa-apa, dia kaya, dia adalah seorang konglomerat.
John: Baiklah, Nona Jiang, aku menipu ibuku demi dirimu, apakah kamu ingin memberikan sesuatu kepadaku sebagai imbalan? Misalnya, ciuman atau sejenisnya……
Sebenarnya, John hanya bercanda, karena menurut pengamatannya secara berkala, Lina adalah tipe yang membutuhkan waktu lama untuk menyukai seseorang.
Jika ingin dekat dan melakukan kontak fisik yang mesra dengannya, kemungkinan akan sangat sulit.
Melihat kalimat ini, pipi Lina sedikit panas, dia benar-benar tidak terbiasa akan hal ini.
Harus dikatakan bahwa dia adalah orang yang tidak pernah berpacaran sekalipun, langsung menikahi seseorang dan menjadi seorang istri, dia benar-benar tidak terbiasa dengan status ini.
Dia tidak membalas godaan John.
__ADS_1
Pada pukul 18.00, John pulang ke rumah dari kantor, dia melihat Lina yang sedang duduk di kursi di ruang makan.
“Tuan pulang dengan tepat waktu, Nona sedang menunggu anda untuk makan malam.”
“Bukankah dia tidak makan lagi setelah sore?” John sedikit terkejut.
Karena dia hampir tidak pernah melihat Lina makan setelah pukul 18.00.
Ella menjulurkan lidahnya, dengan sengaja merendahkan nada suaranya, “Tuan,ini adalah masakan Nona, dia memasakkan makan malam untuk anda dan berkata bahwa dia ingin makan malam bersama anda.”
“Bagus sekali…… Tidak akan ada penipuan?” Kalimat ini digumamkan John sendiri.
Kebahagiaan datang terlalu mendadak, benar-benar tidak terbiasa.
John melepaskan mantelnya, mencuci tangannya, berjalan ke ruang makan.
Di atas meja, terhidang enam macam sayuran dan satu sup yang disajikan dengan rapi.
Terlihat menarik dan tercium wangi.
Dia melirik Lina, Lina hanya mengenakan kemeja putih setengah lengan yang sangat sederhana dan bergaya vintage.
Terkesan seperti gaya istana, terlihat muda, jika mengatakannya sebagai pelajar juga tidak aka nada yang meragukannya.
“Ella mengatakan, kamu memasak makan malam sendirian…… Untukku?” John masih tidak dapat mempercayainya.
__ADS_1