
Hello! Im an artic!
WajahWindi Feng terkejut, “Tidak mungkin? Tiga puluh juta? Kamu bercanda?”
“Kamu boleh mencari Lina Hua dan lihatlah apakah yang aku katakana itu jujur atau bohong, barang ini sudah ratusan tahun, turun temurun setiap generasi, bukan hanya warna giok yang bagus sekali, juga tidak pasti dapat membelinya walau punya uang, susah dimiliki, harta turun temurun keluarga tidak dijual. Sudahlah, karena giok putih lemak kambing ini berjodoh denganmu, kamu pakailah.”
Hello! Im an artic!
“Tidak boleh tidak boleh, aku tidak mau memakainya, kalau sampai suatu hari terbentur rusak, menjual diriku juga tidak akan bisa mengganti rugi.”
Windi Feng lebih tidak berani menginginkannya saat mendengar mahal sekali, tapi ibu Andy Qin sudah pergi, orang lain sungguh tidak bisa membantu, hanya nyonya Qin yang bisa menggunakan trik itu.
“Tidak apa-apa, kamu pakailah dulu.”
Andy Qin juga malas memikirkan cara melepaskannya, hanya saja kedatangan orang tuanya terlalu tiba-tiba.
Hello! Im an artic!
Windi Feng duduk, dan mengulang cerita kedatangan orang tuanya dengan detail, Andy Qin tidak bicara setelah selesai mendengarnya.
“Andy Qin, aku tidak ada nomor telepon ibumu, kamu teleponlah dan jelaskan sebentar apda mereka, kamu bilanglah kita bukan pasangan dan tidak bisa menikah.”
“Apakah mereka akan percaya? Kita berdua sudah tinggal bersama begitu lama, kamu masih pergi merayakan tahun baru ke rumahmu.”
__ADS_1
“Itu……Kita hanya teman, kita tidak melakukan apa-apa.”
“Kamu pikirkan dengan teliti, apakah kita masih tidak melakukan apa-apa?”
Windi Feng :……
“Itu……Jiwa kita tidak melakukan apa-apa, pokoknya tidak seperti yang mereka pikirkan, kamu cepat sedikit.” MembuatWindi Feng teringat sampai menginjakkan kaki
Andy Qin mengelengkan kepala, “Tidak ada gunanya, ayahku itu sangat keras kepala, sangat sulit mengubah hal yang sudah dia putuskan, tidak ada gunanya aku menelepon, menyia-nyiakan tenaga saja.”
“Ini bagaimana?”
“Sangat jarang ayahku bisa murah hati, kalau tidak……Kita berdua……?” Andy Qin sebenarnya hanya ingin menyelidiki sebentar.
“Itu tidak boleh, pasti tidak boleh, aku bukan orang tipe yang menikah, tidak menikah, selamanya tidak menikah.”
Andy Qin menjilat bibir, juga tidak bersikap bagaimana.
Hanya bilang, “Maksudku kita pura-pura menikah, bukan sesungguhnya, kamu jangan panik.”
“Bagaimana bisa pura-pura menikah, kamu bercanda ya, aku tidak mau melakukannya.”
“Baik baik baik, ya sudah kalau tidak mau melakukannya, aduh, hal ini sungguh……Kenapa ayahku bisa begini?” Andy Qin juga kesal sekali.
__ADS_1
Hubungan dia dan orang tuanya sebenarnya juga tidak begitu baik, hanya karena saat itu meninggalkan rumah dengan sangat tidak senang, kemudian orang tuanya juga datang ke kota J sekali.
Mereka juga masih baik, hanya disampingnya dengan sendirinya tidak begitu banyak ikatan lagi, tapi sebagai orang tua, bagaimana mungkin tidak mencintai anak sendiri?
Maka suasana hati Andy Qin kali ini juga sangat rumit, juga bukan gembira, juga bukan marah, merasa orang tuanya masih perduli padanya.
“Orang tuamu berkata, terima kasih aku merubah kamu dan sejenisnya, apakah hal ini ada hubungannya dengan mantan pacarmu? Ibumu sepertinya menangis.”
Selesai mendengar ini, Andy Qin lebih depresi lagi, mengangkat kepala melihat Windi Feng sekilas, “Apakah didalam rumah ada arak?”
“Ada, arak putih, bolehkah?”
“Boleh, bawa kemari.”
“Kita berdua minum sedikit?” Windi Feng melihat suasana hati Andy Qin tidak begitu baik.
“Baik, minum sedikit.”
Windi Feng mengambil sebotol arak dari atas rak, dan mengambil ceker ayam dan kacang dari dalam kulkas, dua orang sambil minum sambil mengobrol.
Awalnya suasana masih lumayan, kemudian saat membahas Shirley, Andy Qin menjadi sangat sedih.
“KalauShirleysekarang hidup kembali dari kematian, kamu akan bagaimana?”
__ADS_1
“Jangan sembarangan, mau menakuti siapa?” Andy Qin tertawa.
“Bilang saja, lagipula juga bukan sungguhan, ah, bayangkan sebentar.” Windi Feng meletakkan dagu ditangan dan tertawa bodoh melihat Andy Qin.