
Hello! Im an artic!
Ella menganggukkan kepala terus, “Benar sekali, saya juga terkejut, anda bilang ya di tempat kita ini banyak barang bagus, giok, vas bunga……. Dia malah memilih kipas tua, kipas itu seperti mau hancur, tidak ok. Apa ntar akan dikembalikan, menipu kita, bilang kita penipu?”
Ella benar sangat kuatir, merasa orang akan mengembalikannya, 50 ribu beli kipas tua, pasti merasa tertipu?
Hello! Im an artic!
“Tidak akan, dia sudah untung, ngapain balik cari kita lagi?” Lina tertawa.
“Hah? Untung?”
“Hm, kipas saya itu, kalau ketemu orang yang tahu harganya, tidak dibawah 20 ribu, yang pasti…… tidak semua orang tahu, maka kalau saya tidak mau menjualnya, hanya menaruh tag 50 ribu saja, bertemu dengan orang yang ditakdirkan, tidak terpikir begitu cepat.”
“Omg…… oke deh, kita tidak mengerti dunia konglomerat.”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Ella sudah ikut Lina sangat lama, tapi dia dan Rika sama semuanya tidak ada bakat ini.
Tidak peduli nona gimana ajar, juga tidak mengerti barang ini, sampai sekarang barang asli atau palsu, juga tidak bisa tahu.
Maka Lina juga memberikan pekerjaan membeli barang ini kepada Jessica, Jessica seorang sejarawan, matanya sangat jelih.
Juga membantu dia mencari barang yang sangat unik.
Tidak terpikir kipas itu, Lina hanya tertawa lalu diam.
Ella memberi Lina secangkir teh jasmin, dua orang itu di toko kecil, duduk sebentar.
Akhirnya kipas ini bisa terjual juga, orang yang membeli benar-benar tahu harganya, sayang…… Lina tidak melihat pembeli misterius itu.
Malam waktu pulang ke villa Spring Mansion, John juga baru pulang.
Jarang pulang lebih pagi, John mengganti baju rumah, otomatis menggendong edo, yang dikenal kucing kulit penyu.
__ADS_1
Lina masih dengan tenang, di ruang baca berlatih tulis kaligrafi, saat lelah.
Bersandar di sofa sambil melihat tv……
John menggendong edo lalu ke sana, “edo sepertinya jadi sangat berat, jangan-jangan hamil ya?”
Lina melihat John dengan tak berdaya, “Dia kucing jantan.”
John: ……
Rika dan Ella hampir menyembur, tuan mau mengoda nona menggunakan cara berbeda, membuat orang tertawa.
“Ah, kalau begitu makanan kita di sini enak, membuat edo gendut, berasa tangan mau patah.” John segera membuat alasan.
Saat ini, dari tv diberitakan sebuah berita baru, “Berita hari ini jam 4.50 di tempat sampah di Taman Nancie di daerah yang dikembangkan ditemukan mayat wanita, muka dihancurkan, sampai sekarang belum diketahui identitasnya, polisi sudah mulai menyelidikinya, jiak ada masyarakat yang bisa memberikan petunjuk, harap menghubungi stasiun tv, akhir-akhir ini jika ada yang perempuan hilang bisa ke kantor polisi terdekat.”
Setelah mendengar Lina malah bermuka datar, John mengerutkan alis, memikirkan waktu mau pulang kerja, orang dikantor mendiskusikan hal ini.
__ADS_1
“Akhir-akhir ini tidak aman, kalau sudah malam, kalian perempuan jangan keluar.”
“Tuan, apa yang membunuh itu orang gila?” Ella bertanya dengan terkejut.