
Hello! Im an artic!
Eric Xie memang sudah tidak ada perasaan terhadap Cecil Liang wanita ini, tapi mendengar kabar kematiannya, masih merasa terkejut.
Bagaimanapun dia baru berumur dua puluh tahun lebih, masih sangat muda, meskipun hidupnya tidak baik, juga tidak sampai harus meninggal?
Hello! Im an artic!
Begitu sampai di kantor polisi, Eric Xie baru mengetahui masalah yang terjadi.
Cecil Liang menikah dnegan pria yang bersifat buruk, sehingga salah jalan, hutang yang Eric Xie bantu lunasi sama sekali jauh dari kata cukup.
Selanjutnya dia berpura-pura kuat, demi mempertahankan pengeluarannya, mulai bergonta-ganti pria tanpa henti.
Kemudian dirinya terjangkit penyakit kelamin, juga menular ke pria yang punya hubungan gelap dengannya.
Hello! Im an artic!
Setelah pria itu tahu dirinya tertular, marah dengan menggila, memukul Cecil Liang.
kemudian kelewat batas menggunakan tenaga, langsung memukulnya sampai mati.
Identifikasi forensik hasilnya tulang dada patah, menembus lobus paru-paru, menyebabkan kematian.
Pria itu juga tidak melarikan diri, menyerahkan diri, langsung dibawa untuk diadili, dan Cecil Liang beberapa tahun ini setelah merusak wataknya, juga sudah putus hubungan dengan semua kerabat keluarga dan temannya.
Bahkan orang tua kandung demi bersembunyi darinya, sudah pindah karena tidak mau bertemu dengannya.
Staff yang mengambil alih masalah ini, tidak mudah baru menemukan seorang Eric Xie, bersedia datang mengidentifikasi mayat.
Sebenarnya, di ponsel Cecil Liang, tersimpan banyak nomor telepon pria.
__ADS_1
Tapi semua pria itu menggunakan kode pengganti misalnya di simpan 1234.
Dan nama Eric Xie, adalah nama lengkap, dan belakang masih ada catatan.
Catatan yang ditulis adalah–pria yang paling paling dicintai.
“Ini adalah ponselnya, hanya namamu yang tersimpan lengkap di dalam, jadi kami menghubungimu.” Orang itu memberikan ponsel untuk dilihat Eric Xie.
Dia juga merasa agak sedih, “Dia…orang-orang dari keluarganya tidak datang?”
“Tidak bisa menghubungi orang tuanya, berhasil menghubungi satu tantenya, bilang tidak akan datang, terserah saja mau bagaimana urusnya, watak wanita ini tidak baik, tidak disenangi bahkan dihindari orang-orang. Untung saja kamu masih bersedia datang melihat-lihat.”
“Kasus ini kapan mulai naik kepengadilan?”
“Cepat, dalam sebulan ini.”
“Setelah identifikasi forensik, terus tersimpan di sini, atasan kami sudah mengatakan, jika keluarga tidak datang mengambilnya, akhirnya akan disumbangkan ke sekolah kedokteran untuk membuat spesimen tubuh manusia.”
Setelah mendengarnya dalam hati Eric Xie semakin tidak nyaman.
“Jangan, aku akan menyuruh orang mengambilnya, aku yang urus saja.”
“Boleh juga, kalau begitu kamu tanda tangan di sini.”
Sepanjang pagi Eric Xie sibuk dengan masalah ini, suasana hati juga tidak terlalu baik.
Dia tidak berani melihat tampangnya, bagaimanapun kasus pembunuhan, pasti akan menakutkan.
Eric Xie kembali ke perusahaan, menelpon orang untuk mengambil mayat Cecil Liang, pergi menaruhnya ke rumah duka.
__ADS_1
Setelah menunggu semuanya sudah selesai diurus di sana, langsung dikuburkan.
Memilih tempat pemakaman dan beberapa barang yang dibutuhkan, semua biaya yang dihabiskan mendekati enam ratus juta, semuanya dikeluarkan oleh Eric Xie.
Bagaimanpun pernah mengenalnya, orang juga sudah tidak ada, Eric Xie tidak ingin dia mati tanpa ada yang urus, akhirnya tidak ada tempat yang bisa dituju.
Eric Xie memang hanya mempunyai satu niat baik saja, hanya saja…..tidak menyangka, satu tindakan baik ini, malah mendatangkan masalah yang tidak kecil bagi dirinya sendiri.
Dia pulang dari kantor dan sampai di rumah, sudah merasakan badannya mulai demam, kemudian seluruh tubuhnya sakit.
“Bibi, bantu aku carikan obat penurun panas.”
Eric Xie sangat lemah mengatakan pada pembantu, bibi pembantu bergegas mengambil air dan obat.
Setelah dia meminumnya, langsung ke lantai atas berbaring, tapi malah semakin menderita.
Akhirnya demam sampai, gemetaran….berbaring di ranjang dan tidak bisa bangun…..
Tapi dia juga merasa, dirinya sebagai seorang pria, pria sejati, jika hanya demam saja sudah menghubungi 120, apakah akan ditertawakan oleh orang lain?
Malah tidak berpikir, dia bukanlah sedang demam?
Keesok harinya Eric Xie tidak turun ke lantai bawah, ketika bibi ke lantai atas melihatnya masih tertidur lalu memanggil beberapa kali, melihat ada yang tidak benar, bergegas menelpon untuk memanggil orang Keluarga Xie datang.
Ketika orang keluarga Xie tiba, Eric Xie sudah sangat parah.
Saat diantar ke rumah sakit, sudah demam sampai 41 derajat, dirinya sudah berada dalam keadaan tidak sadar.
__ADS_1
“Ya tuhan….kakak kedua aku ini sudah mau mati ya?” Bethany Xie berbicara sembarangan.