
Hello! Im an artic!
Lima menit kemudian, Windi Feng membuka pintu dan keluar, mengambil handuk mengelap tangannya, “Sudah beres, tapi aura negatif di kamar ini terlalu kuat, sementara tidak cocok ditinggali manusia, kalian boleh mengundang biksu dari vihara untuk membaca sutta menetralkan aura kamar, benda kotor itu kubawa pergi. Jika semuanya lancar, setelah setengah jam Desi Zhong akan segera bangun, bisa makan dan minum, mentalnya juga akan kembali seperti semula.”
“Nona Feng berjasa besar, kami Keluarga Zhong tidak akan melupakannya.” Kakek Keluarga Zhong sangat hormat, mengepalkan kedua tangan di depan dada.
Hello! Im an artic!
“Sudah, aku bekerja dengan bayaran, kalian juga tidak perlu berpura-pura, pamit.”
Andy Qin tidak ssnggup menahan tawa, dia berjalan mengikutiWindi Feng , keluar dari rumah mewahKeluarga Zhong.
“Windi Feng , sebenarnya benda kotor apa yang merasuki Desi Zhong ?” tanya Andy Qin penasaran.
Windi Feng membuka tangannya, mendekati Andy Qin, hanya melihat di tangannya ada laba-laba yang seukuran tutup botol mineral tidak bergerak.
Hello! Im an artic!
Andy Qin melompat kaget, segera berjalan mundur beberapa langkah, “Aku paling takut benda ini, bawa pergi.”
__ADS_1
“Bodoh, ini kan yang sudah mati.” Windi Feng melotot dengan tatapan meremehkan.
“Hanya ini, bisa membuatDesi Zhong gila?” Andy Qin sedikit tidak percaya.
“Jangan anggap remeh benda kecil ini, dia juga sudah berusia 300 tahun, hanya saja…dipergunakan oleh orang yang tidak berniat baik, dan berbuat kesalahan saja.
“Nona Besar Feng, dalam sekejap mendapatkan 20 juta, tidak ingin mentraktirku makanan mewah? Aku sebagai asisten, sepertinya ada jatah bayaran juga, aku mendengarmu tadi saat menghitung biaya.”
“Jangan tidak tahu malu, kamu begitu kaya, masih mau mengharapkan bayaran dari orang miskin seperti kami, makanan mewah tidak ada, Kuah Mala mau?”
“Makan makan, apapun kumakan.”
Setelah masalah Desi Zhong selesai, Eric Xie juga lega, tidak perlu dipaksa menikah, dua keluarga itu juga tidak perlu saling berpaling muka.
Tapi Lina Hua tetap merasa aneh, fengshui di Kota J sangat bagus, kenapa bisa ada siluman laba-laba berusia 300 tahun? Ini tidak masuk akal.
Dulu selama beberapa tahun, Kota J selalu aman sentosa, sejak turun gunung, dia menikah dengan John Jiang, neneknya meninggal, seolah semuanya berubah.
Sebelumnya saat Lina Hua mengamati astorologi langit pun dia sudah merasa ada yang tidak beres, tidak seperti susunan horoscope yang pantas ada pada tahun itu, tapi…tidak bisa mengungkapkan alasannya.
__ADS_1
Dia danWindi Feng berbeda, kemampuanWindi Feng turun temurun dari keluarganya, yang dia pahami lebih banyak, Lina Hua sendiri tidak ada yang memberitahunya pengetahuan apapun tentang ini, semuanya dia pelajari sendiri.
Di sisi lain, Rony Gao dan Ella kencan untuk pertama kalinya, mereka berdua grogi tapi juga senang, setelah Rony Gao mendengar perkataan kakak-kakak itu pun dia sama sekali tidak terlalu angkuh, hanya mengendarai sebuah Audi A7 berwarna hitam, sejak pagi sudah sampai di Villa Spring Mansion untuk menjemput Ella, kota J di bulan sekitar 3 dan 4 sebenarnya masih sangat dingin, banyak tempat yang saljunya belum mencair. Rony Gao membawa Ella mengendarai mobil selama 2 jam pergi ke Waterpark di kota tetangga, dua orang itu usianya memang masih muda, bermain air di sana pun bisa sampai seharian, Ella juga tidak pernah sesenang itu.
Terutama saat melihat Rony Gao menjaganya dengan hati-hati, membelikannya air dan pakaian renang, sangat menghangatkan hatinya.
“Ella, makan siang kamu mau makan apa?”
“Apapun boleh, terserah.”
“Kalo terserah ini agak susah, aku pikir-pikir ya, paha kalkun makan tidak? Itu makanan khas di sini, sangat besar, jika dibakar langsung digigit dari tangan.”
“Boleh, aku suka makan daging.”
Maka, dua orang itu tidak lagi peduli dengan sekitar menggigit dan mengunyah paha kalkun, malah memotret foto jelek satu sama lain, senyum Ella tampak sangat sumringah.
Di postingan sosmednya, selembar foto dua orang yang berekspresi konyol terunggah, Ella hanya mengunggah sebuah foto dirinya sedang senyum, tapi Lina Hua tahu, gadis ini pasti sangat senang.
Rika melihatnya dengan sedikit cemburu, “Baru pacaran saja semuanya seperti ini, sebentar lagi pasti sudah tidak.”
__ADS_1
“Rika, kamu tidak suka hubungan Ella dan Rony Gao?” Lina Hua asal bertanya, juga tidak begitu serius.