
Hello! Im an artic!
“Baiklah aku akan mengikuti kamu, secara kebetulan aku dapat menjelaskan hal ini kepada nyonya Andy Qin.”
Windi memikirkan hal ini, dia ingin mencari ibunya Andy Qin dan mengatakan semua ini, dia bukanlah istrinya Andy Qin, dia harus segera mengembalikan kalung ini.
Hello! Im an artic!
Siapa yang menyangka jika dirinya malah dibawah kesebuah baju pengantin yang terbesar di Kota J ini.
“Nona Windi, tiga hari yang lalu nyonya telah memesan tempat ini, dan juga nyonya telah membuatkan gaun pengantin seharga 26 milyar, anda dapat mencobanya sekarang.”
Manager ditoko baju pengantin ini berkata dengan hormat dan ramah kepada Windi.
“Berapa harga gaun pengantin ini?”
Hello! Im an artic!
“26 milyar…”
Windi merasa kakinya melemas dia hampir saja terjatuh.
“Nona Windi apakah tidak apa-apa?” Manger wanita ini menjulurkan tangannya.
“Tidak, tidak apa-apa, itu… dimana nyonya Qin berada aku ingin bertemu dengannya.”
“Nyonya tidak berada disini, semua ini dia minta dari seketarisnnya, tetapi seketarisnya juga sudah kembali.”
Windi : …
“Apakah ada yang diinginkan oleh nona Windi, anda dapat mengatakan hal ini kepada saya dan saya pasti akan membuat anda melayani anda dengan baik.” Wanita itu mengira Windi sedikit merasa tidak puas..
__ADS_1
“Tidak tidak tidak, aku tidak membutuhkan apapun.”
“Jika tidak maka cobalah gaun pengantin ini, diatasnya juga diberikan tempelan diamond… sangatlah indah… nona Windi sangatlah beruntung.”
Windi yang merasa kebingungan telah ditarik kedalam ruang ganti, otaknya masih terus saja berputar.
Setelah dia didandanin oleh beberapa orang, kemudian…
Seseorang didalam kaca ini, dirinya sendiri merasa terkejut.
Apakah ini dia?
Windi membesarkan kedua matanya.
“Astaga, setelah nona Windi didandanin sungguh terlihat cantik, jika nyonya melihat ini pasti akan merasa bahagia.”
Manager ini segera memotret Windi kemudian mengirimi nyonya Qin di kota Sheng.
Lalu ketika tidak ada yang menyadari dia melepaskan gaun ini sambil mencari alasan menuju kekamar kecil.
“Astaga… orang tuanya Andy Qin, begitu ketatkah? Apakah mereka sangat suka mengatur hidup seseorang? Pantesan saja Andy Qin pergi begitu saja.”
Windi menarik nafasnya…
Pada saat ini telepon genggamnya berbunyi.
“Halo?”
“Aku telah mengirimi kamu pesan entah kemana kamu pergi, kita akan makan malam dimana?”
“Makan kamu.” Windi sedikit tidak sabar seperti akan marah.
__ADS_1
“Baguslah, aku akan menunggumu dan mandi.”
Windi : …
“Andy Qin apakah keluargamu begitu terlihat sangat akrab, ibunya tidak menghubungiku lalu segera membeli studio pernikahan lalu juga memesan gaun pengantin, sungguh tidak bisa dimengerti…” Windi berkata dengan kasar.
Andy Qin yang mendengar ini tidak merasa aneh.
“Lihat mereka seperti itu, mereka berkata jika mencintai aku, benar memang mereka mencintai aku, tetapi juga mengatur aku…”
Jika didengar dari perkataannya Andy Qin, Windi kembali bertanya, “Apakah ketika kamu kecil mereka seperti itu?”
“Benar, selalu seperti itu.”
“Jadi pada saat kamu bersama dengan Shirley…”
“Setelah ibuku tahu dia segera meminta Shirley untuk tinggal dirumah kami, awalnya Shirley tidak terbiasa, pada saat itu aku baru berumur berapa, masih anak kecil dan tidak mengerti apapun.”
“Eh… sungguh menakutkan.” Windi seketika merasa kasihan kepada Andy Qin.
Awalnya mengira orang tua Andy Qin terlihat baik begitu juga sikapnya, siapa sangka begitu suka mengontrol orang lain.
“Tidak peduli, yang jelas aku telah pergi dari rumah ini selama bertahun-tahun, jika ibuku kembali muncul, maka kamu gunakan saja kekuatanmu, maka semua ini akan selesai dan tidak perlu memperdulikan mereka.”
“Ai, benar sekali itu, hebat sekali otakmu berputar.” Windi tertawa.
“Windi…”
“Iya?”
“Mungkinkah kamu karena ayah ibuku yang ikut campur membuat kamu tidak menginginkan aku lagi? Bisakah kamu seperti itu?” Andy Qin bertanya dengan pelan dan terlihat agak dingin.
__ADS_1