
Lina tersenyum melihat koin kuno yang sedang dipegang penjual itu.
Penjual melihat gaya Lina yang tertarik dengan barangnya langsung menawar lagi, “Nona, kamu masih muda gini, aku rasa kamu tidak tahu apa kegunaan dari uang kaisar ini?”
Lina menjadi makin tertarik, “Oh, coba bilang padaku.”
Pedagang itu sengaja menurunkan suaranya dan berkata dengan misterius, “Aku kasitahu, uang kaisar ini sangat hebat. Dia bisa mengundang uang datang, bisnis lancar, dan bisa membuat penjudi terus menang, kamu tahu nggak? Dirumahmu ada penjudi tidak, suruh dia pakai pasti akan jadi terus menang. Kalau kamu pakai sendiri, kamu bisa memenangkan tiket lotre, percaya padaku.”
“Oh? Iya? Kalau gitu kenapa kamu tidak pakai untuk beli lotre sendiri?”
Ketika Lina mengajukan pertanyaan ini, pedagang berusia 40tahunan itu langsung tersenyum canggung, “Aku… aku gak ditakdirkan seperti itu. Seperti yang pepatah bilang, tiap orang memiliki takdir yang berbeda-beda. Aku sudah ditakdirkan menjadi orang miskin, jadi supaya apa masih harus mencoba beli tiket lotre. Tapi nona kamu ini berbeda, kamu kelihatannya kaya dan elegan.”
__ADS_1
Lina mengulurkan tangannya dan memegang uang kaisar itu, “Jadi kamu tahu tidak uang kaisar ini dibagi menjadi 5 kaisar besar dan 5 kaisar kecil?”
“Hah?” pedagang itu kebingungan.
“Uang kaisar memang bisa membuat hidup orang makmur, yang kamu bilang tadi itu benar. Tapi kamu juga bisa mengusir roh jahat, mengusir aura negatif, nasib buruk, menunda penuaan, dan tujuan-tujuan lainnya.”
Pedagang itu menampar dirinya sendiri, “Nona, ternyata kamu ini seorang ahli ya. Baiklah, aku bersedia menjual barang-barang ini padamu. Sini lihat uang kaisarku banyak jenisnya, ShunZhi, Kangxi, Yongzheng, Qianlong, Jiaqing. Semuanya lengkap, satu nya seharga 200ribu, semuanya berarti satu juta. Aku kasitahu, hari ini kita ditakdirkan bertemu, kalau orang lain pasti akan aku jual minimal seharga 3 juta.”
Dalam hatinya mereka berpikir, masih saja pedagang ini berani mencoba menjelaskan pada Lina, yang sudah jelas-jelas adalah seorang ahli di bagian ini.
Lina mengangguk, “Uang kaisar, satunya 200 ribu, gak mahal sih.”
__ADS_1
“Iya kan, nona mau berapa, biar aku bungkus untukmu.”
Lina sedang mempermainkannya, dia langsung berkata, “200 ribu satunya memang gak mahal untuk uang kaisar asli, tapi ini kan uang kaisar palsu.”
Ketika Lina menyebut kata palsu, beberapa orang disekelilingnya pun menyaksikan mereka, dan satu per satu menunjuk-nunjuk kearah pedagang itu.
Pedagang itu mana bisa tahan, dipermalukan ditempat seperti itu.
“Heh, kamu kok seenaknya aja buat cerita seperti itu? Mana buktinya? Aku sudah beberapa tahun jualan disini, tiap pelangganku selalu merasa puas, bagaimana mungkin aku jual barang palsu. Kalau kamu gak paham jangan asal ngomong, kalau gak mau beli kamu langsung pergi aja.” Pedagang itu sudah kesal dan mulai mengatai Lina.
Lina juga tidak panik, dia lanjut berkata, “Uang kaisar palsu atau asli, pertama bisa dilihat dari ukurannya. Yang asli ukurannya berkisar dari 24-28 milimeter. Sedangkan ukuran uangmu ini paling sedikit 35 milimeter. Kedua bisa dilihat dari ketebalannya, uang kaisar asli ketebalannya tidak melebihi 4 milimeter, dan punyamu ini sudah mendekati 10 milimeter, menunjukkan ini adalah barang palsu, bahkan palsu nya pun adalah palsu jelek. Ketiga dilihat dari tulisannya, uang kaisar ini berasal dari lima generasi kekaisaran. Tiap tulisannya ada ciri khasnya masing-masing, dan tulisanmu ini semuanya sama, menunjukkan kalau ini tulisannya kamu buat dari komputer. Terakhir adalah warnamu ini terlalu terang, yang asli tidak seterang ini, modal dari barang ini tidak melebihi 6 ribu per pcs nya, kamu jual 200 ribu, kamu memang cari untung banyak.”
__ADS_1
“Kamu… kamu ini sedang cari sensasi ya?” dikatakan seperti ini oleh Lina, pedagang itu tidak lagi bisa menahan raut wajahnya.