Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 164 Ganti Rugi Uang


__ADS_3

Di rambut panjangnya ada sebuah bun untuk melindungi diri, sejak kapan dia punya kebiasaan itu?


Cerita kembali ke waktu kecil, ketika Lina baru berumur 6 7 ..


Ketika bersama neneknya pergi ke Gunung Congcui untuk mengambil jamur dan sayuran.


Lina berjalan jauh, dan pembantunya tidak memperhatikannya.


Sangat sial bertemu dengan seorang paman yang mesum, dia sedang menangkap burung langka di sekitar sana.


Ketika melihat Lina cukup cantik, hatinya mulai mesum


Ketika rayuannya tidak berhasil, dia lalu menutup mulutnya kuat-kuat, kemudian membawanya ke dalam pedalaman hutan,


Ketika Lina panik, dia menemukan ada sebuah bun di kepalanya.


Lalu dia langsung mencabutnya dan menusukkan ke mata pria mesum itu, kemudian kabur dengan cepat.


Dan kemudian neneknya memerintahkan orang untuk mencarinya, dan membuat cacad sampah itu .


Tapi Lina juga karena hal itu, trauma, demam dan sakit selama 1 bulan lebih.


Setelah sembuh, dia lalu mempunyai pertahanan diri yang kuat, dia gak punya bela diri sehebat Rika dan Ella.

__ADS_1


Jadi dia hanya bisa menyiapkan barang untuk melindungi nyawanya ketika diperlukan.


Gak disangka, setelah beberapa tahun, dia bisa menggunakannya lagi, dan dia menggunakannya di sekolah yang begitu bersih, cukup menyindir.


Sekarang Lina membuat kaget banyak orang, dan juga membangun kekuasaannya.


Pertama dia menghajar orang terganteng di sekolah, kedua dia mengamcam dengan bun yang sangat tajam.


Murid-murid darimana tahu begituan? Semuanya takut padanya sekarang, gak ada yang berani mendekatinya.


Kalau kata orang dulu, yang lembek takut yang keras, yang keras takut yang miring, yang miring takut yang gak mau nyawanya.


Kalau kamu mengeluarkan sikap siap mati bersama, sepertinya semua orang akan takut.


Kemudian, nama boss sekolah makin menyebar.


Siapa yang akan membayangkan boss sekolah Universitas Nasional, adalah seseorang yang secantik dewi.


Tapi ini adalah fakta, harus diakui.


Setelah 3 hari, luka Freddie sudah mendingan, kemudian dia ke rumah sakit untuk melepas jahitannya.


Tapi dia malah bertemu dengan Lina, atau bisa dibilang akhirnya Lina datang, setelah kejadian itu, mereka berdua tidak pernah ketemu laig.

__ADS_1


Freddie menyuruh keluarganya pergi dulu, kemudian mencari tempat yang cocok untuk berbicara.


“kamu…aku…….”Freddie gak tahu mau bagaimana memulai percakapannya, mereka saling melihat.


Ketika proses penyembuhan, moodnya sangat kacau, walaupun sudah dihajar kepalanya, dia juga gak bisa membenci Lin, dan juga dia merasa hari itu dia terlalu ceroboh, kalau beneran mencium di depan banyak orang, bukankan hasilnya akan lebih parah dari sekarang? Apalagi harga diri wanita itu lebih penting, jadi dia masih galau, untuk minta maaf duluan atau menunggu Lina yang minta maaf duluan?


“kalau kamu gak tahu gimana ngomong, aku yang duluan saja.”


Lina melihat dia yang tersedak ngomongnya, juga gak mau menghabiskan waktu.


“Ok, kamu bilang.” Freddie berusaha menenangkan dirinya, dan melihat wanita di depannya ini.


“Pengacara ku telah menyelesaikannya, katanya keluargamu tidak bermaksud menuntut.”


“Iya, aku sudah jelasin ke papa mama ku, hal ini juga karena salahku duluan, tidak boleh menuntut.” Freddie menjelaskannya.


“hm, kalau begitu, kita lewat proses pribadi, kamu ingin berapa?”


“aku gak mau uang.” Latar belakang Freddie juga gak buruk, biaya rumah sakit juga gak seberapa, jadi dia gak bermaksud meminta uang kepadanya.


Lina gak mempedulikannya, lanjut berbicara, “aku tadi sudah mengecek biaya rumah sakit, rawat inap kamu total sekitar 18.500, dan juga di tambah biaya keluarga kamu yang capek, biaya transportasi, dan biaya kerugian mental kamu, aku kasih 200ribu ke kamu.”


Kemudian dia mengeluarkan cek yang bertuliskan 200ribu dan memberikannya.

__ADS_1


__ADS_2