Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 186 Benaran Jago Berakting


__ADS_3

Ketika mereka berdiskusi, Nyonya Hua sengaja menyuruh Rika dan pembantu yang lain pergi dulu.


Sekarang di ruang tamu, sisa mereka bertiga.


Hello! Im an artic!


Melihat kondisi ini, sepertinya mama dan anak keduanya ini akan membujuk Lina untuk melakukan sesuatu.


“Lina, Kakakmu ada urusan ingin mencarimu, kalau kamu dengar pasti akan langsung setuju juga.” Nyonya Hua tersenyum sambil berkata.


Lina hanya terdiam, kemudian dia melirik ke Lisa, sebenarnya dari kecil sampai sekarang, Lina paling tidak menyukai kakaknya yang ini.


Dia sangat licik, selain suka berakting, dia tidak memiliki perasaan asli kepada siapapun, di matanya hanya ada profit, walaupun kakak pertamanya juga begitu, tapi dia tidak separah kakak keduanya ini.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Lina, jadi begini, rumah sakit kecantikan yang dibawah perusahaan induk keluarga kita sekarang dipimpin olehku, dan kamu pasti tahu beberapa tahun ini operasi plastik sangat laku di pasaran, jadi bisnis di rumah sakit kita juga sangat bagus, tapi, kita dari dulu sangat butuh seorang ambassador. Hari ini pas meeting, aku mengajukannya, tapi jika merekrut artis terkenal, biayanya sangat mahal, 1 tahun bisa mencapat 50juta, tidak worth it. Hasilnya juga belum tentu bagus, jadi aku mengajukan Lina saja yang menjadi ambassador bisnis kita, kamu sangat cantik, kalau pakai foto kamu sebagai ambassador, pasti banyak orang yang awalnya ragu akan segera memutuskan untuk datang ke rumah sakit kita, kalau begitu, bisnis kita akan semakin lancer lagi.”


“Oh, kalau gitu kalian mau bayar aku berapa?” Lina bertanya dengan tenang.


Lisa terkejut, Nyonya Hua yang duduk di samping lalu bertanya ke Lina, “Lin, bisnis kita sendiri, kamu kenapa harus minta biaya ambassador?”


Lina dengan muka tidak bersalah, “Tapi aku sekarang bukan keluarga Hua lagi, secara logika aku adalah orang keluarga Jiang, dan statusku adalah menantu keluarga Jiang, dan juga mertuaku tidak suka aku terlalu sering muncul ke publik, tapi kalau kalian ingin menyuruh aku menjadi ambassador, berarti harus bayar juga, kalau ada uangnya aku juga bisa bertanggung jawab ke mertuaku, kalau artis terkenal 50juta, aku gak seterkenal mereka, mungkin sekitar 40juta?”


“Adikku, walaupun kamu sudah menikah, tapi juga masih ankanya papa mama, dan juga adik kita, dan juga keluarga Jiang begitu kaya, mana mungkin peduli dengan biaya ambassador yang dikit ini.”


Lisa terlihat sangat tidak senang, tapi dia berusaha melanjutkan pembicaraannya.

__ADS_1


“Kakak, kenapa gak cari kak Lili saja? Dia selain cantik juga artis terkenal, pengaruhnya pasti lebih besar dari aku.” Lina bertanya.


Lisa sebenarnya sudah mencarinya, tapi ketika muncul kata ambassador, Lili langsung mematikan teleponnya, kemudian asistentnya mengirimkan chat ke Lisa, dia berkata bahwa Lili tidak akan menerima pekerjaan dari rumah sakit kecantikan, karena akan digosipin bahwa dia adalah artis operasi palstik, dan tentunya akan membuat citra dia memburuk, karena sifat Lili yang keras itu, Lisa juga gak berani mengejar dia lagi.


“Ah, aku sudah mencarinya, tapi Lili sudah mempunya beberapa kontrak, jadi tidak bisa bekerja sama dengan rumah sakit kita.” Lisa berusaha membohonginya.


“Lina, ini bisnis kita sendiri, kamu anggap saja lagi membantu mama juga, kakakmu juga sudah tidak ada cara lagi.” Nyonya Hua berusaha membujuk anaknya, tapi malah membuat hati Lina semakin kecewa, bagi dia, orang-orang di rumah ini sudah terlalu parah.


Lina tersenyum, “Kakak, kalau enggak begini saja, kamu telepon mertuaku, sejak aku menikah, banyak hal yang harus aku turutin, kalau dia setuju, aku akan membantumu.”


Lisa merasa sangat marah sekarang, dia tidak menyangka Lina akan melempar tanggung jawab ini ke nyonya Jiang, masalahnya adalah dia berani telepon ke mertua Lina?


Dengan sifat Nyonya Jiang, dia akan menyetujuinya? Apakah dia akan membiarkan menantunya sendiri untuk menjadi ambassador rumah sakit kecantikan? Lisa mengerti bahwa mertua Lina sebenarnya tidak mencampuri urusannya, dia hanya sengaja memakai mertuanya sebagai alasan, dalam hatinya Lisa memarahi Lina sebagai seoarang yang jago berakting, kenapa dulu dia gak menyadari Lina serumit ini.

__ADS_1


“Adikku, kalau begitu, kita berdua sudah gak ada pembicaraan lagi?” Lisa tertawa dingin, sepertinya dia sudah sangat kesal.


__ADS_2