
Hello! Im an artic!
Belum sempat Bob berkata, dokter telah keluar dari ruangan unit darurat.
“Dokter, bagaimana keadaan kakakku?”
Hello! Im an artic!
Dokter yang melihat koridor ini, menurunkan maskernya.
“Tidak membahayakan nyawan, tetapi mendapatkan luka yang cukup parah, tulang belakangnya mengalami patah tulang, ada beberapa besi yang tembus disana, kami perlu menjahitnya, lalu ada sebuah besi yang masuk ketubuhnya, kami akan mendapatkan tanda tangan dari keluarganya barulah kami dapat menanda tangani ini.”
Bob dengan perasaan yang sakit menanda tangani ini, semua orang menunggu Eric Xie hingga selesai dioperasi.
“Lina Hua, kamu pulanglah matamu telah menghitam.” Lili merasa sedih melihat adik kelimanya ini.
Hello! Im an artic!
“Tidak apa-apa, tunggulah hingga dia tersadar.”
“Dokter telah berkata tidak apa-apa, kamu jangan terlalu merasa bersalah.”
“Iya, aku tidak apa-apa.”
Windi dan Andy Qin berpamitan terlebih dulu, apalagi memang hubungan mereka dengan Eric Xie tidak begitu baik.
__ADS_1
Hanya menyisakan Lili, Lina Hua, Indri dan keluarga Xie.
Wajah nyonya Xie terlihat tidak baik, maka dari itu Lili, Lina Hua dan Indri hanya menunggu dengan diam.
Indri membuka pembicaraannya lalu melihat kearah Lina Hua, “Aku tidak menyangka cintanya begitu rendah hati.”
Lina Hua tidak berkata hanya mengigit bibirnya saja, dia sangat mengerti perkataan Indri.
“Manis, disaat seperti ini jangan lagi memberikan tekanan lagi kepada adik kelimaku, dia sudah cukup merasa bersalah, dia bukanlah orang yang tidak tahu berbalas budi dan lagi urusan percintaan tidak bisa dikasihani, kedua hal ini sangatlah berbeda, adik kelimaku ini menyukai Lina Hua, jika terus saja dikaitkan? Apakah masih bisa menjadi orang?”
“Aku bukan menyalahkan, aku hanya tidak menyangka Eric Xie yang terlihat sombong itu, ternyata memiliki sisi yang begitu rendah hati.” Indri menjelaskan.
“Ya tidak bisa apa, cinta itu tidak bisa dikatakan seperti itu.” Lili berkata.
Lina Hua terdiam tidak bisa berkata apa-apa…
Setelah beberapa lama, telepon genggamnya berbunyi, John Jiang meneleponnya, Lina Hua mengira pasti Andy Qin yang memberitahunya.
Ternyaata benar…
Ketika dia mengangkat teleponnya, John Jiang dengan lembut berkata, “Lina Hua, jangan menangis, aku sudah berada diperjalanan.”
“Aku tidak kenapa-napa, tuan John Jiang.”
“Masih berani bilang tidak kenapa-napa, suaramu terdengar jelas serak seperti itu, tunggulah aku kita akan menghadapinya bersama-sama.”
__ADS_1
Sebenarnya John Jiang telah tertidur, setelah seharian mengadakan rapat ini dia telah tertidur di hotel.
Ketika Andy Qin menelepon waktu sudah menunjukkan pukul 12, setelah John Jiang mengangkatnya dia segera terbangun.
Dia segera menggunakan mobilnya dijalan tol, dari provinsi ke Kota J tidak terbilang dekat, hampir menghabiskan waktu 2 jam.
Setelah dia menutup teleponnya, selang berapa lama John Jiang datang.
Dia tidak tenang melihat Lina Hua dan dia tidak ingin Lina Hua menghadapi semua ini sendirian.
Menjadi prianya, dia harus menjaganya disisinya.
Ketika John Jiang datang, dia terlebih dulu menyapa keluarga, mengucapkan kata-kata yang lebih sungkan.
Bahkan ketika didepannya nyonya Xie, juga memberikan sebuah tanah yang diminta oleh nyonya Xie.
Wajahnya nyonya Xie terlihat jelek, seperti memberikan sebuah pemberian kepada keluarga Xie.
Setelah dia mengurusi ini, John Jiang mencari Lina Hua disebuah koridor rumah sakit, dengan lembut dia memeluknya.
“Lina Hua, aku telah mengurusnya, kamu jangan bersedih, kebaikan Eric Xie menyelamatkanmu aku telah membayarnya.”
“Tidak, aku tidak ingin menyusahkanmu.”
“Kamu berkata apa, kita ini adalah suami istri dan apa itu menyusahkan? Semua ini memang harus aku lakukan.”
__ADS_1
“Jadi apakah kamu cemburu?” Lina Hua mengangkat kepalanya dengan mata merahnya.
“Tentu saja aku cemburu, tetapi aku lebih sakit hati melihatmu.. nyonya John Jiang menangis seperti kucing, aku tidak perlu perhitungan lagi kan?” Setelah berkata, John Jiang menaikkan sudut bajunya, sambil menyeka air matanya Lina Hua.