Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 271 Kesulitan Menemukan Cinta


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lisa segera berkata, “Dokter, saya darah tinggi, bisa sumbang?”


“Darah tinggi tidak bisa, lagi haid tidak bisa, gula darah tinggi dan darah rendah tidak bisa.” Dokter menambahkan.


Hello! Im an artic!


Linda juga merasa bersalah, “Kalau begitu saya juga tidak bisa, saya kemarin baru dapat haid.”


“Saya saja.” Peter segera berkata.


“Ayah kamu juga darah tinggi, kamu lupa? Bukankah kamu hari ini masih makan obat penurun darah?” Linda memastikan juga memikirkan ayahnya.


“Darah tinggi tidak bisa.” Dokter menekan sekali lagi.


Hello! Im an artic!


“Kalau begitu saya.” Lili mengangkat tangan, dia sebenarnya tidak peduli, cuman sumbang darah saja, bukan sumbang sumsum tulang, maka tidak ada halangan apapun.


Tanpa duga, asisten Lili mengingatkan dengan suara rendah, “Nona Lili, akhir-akhir ini kamu selama 3 hari tidur tidak sampai 4 jam, sumbang darah apa bisa tahan?”


Lili masih belum menjawab, sudah ditolak dokter.


“Begadang berturut-turut tidak bisa, bisa terluka parah, masih ada yang sesuai?”

__ADS_1


Lalu Lina dengan diam-diam berdiri di depan dokter, “Saya saja.”


“Kamu begini kurus…… darah rendah tidak? Darah rendah tidak bisa sumbang darah?”


“Tidak darah rendah, sangat sesuai, saya saja.” Lina sebenarnya sudah berpikir dia saja, cuman dia tidak bisa duluan, karena bisa dibilang kakak pertama dan kedua mau mencari nama.


Melihat semua orang sudah selesai bicara, dia baru bilang, juga sesuai.


“Baiklah, tapi masih kurang 400, masih perlu 1 orang lagi.” Dokter menambahkan.


John dan Rika Ella, dan juga asisten Lili semuanya bukan darah ab, ini ada sedikit susah.


Diam setengah hari, akhirnya Lina membuka mulut, “Juga bukan langsung pakai, ini bukannya untuk persiapan saja kan? Saya sumbang 400 dulu, kemudian istirahat di ruang tunggu, kalau ada resiko, mau sumbang darahlagi, saya akan lanjut sumbang. ”


400 juga tidak sedikit, ini di luar batas normal orang, kalau mau tambah 400 lagi, badan sekecil Lina, pasti akan langsung pingsan.


“Tidak apa-apa, bukannya pasti langsung pakai, hanya kalau, begini saja, dokter kamu cepat siapkan.”


Suara Lina tidak besar, tetapi tegas, setelah selesai bicara, orang lain tidak enak untuk bicara lagi.


Jika dibandingkan, selain Lili dan Peter, 2 orang itu seperti mau menghindar.


Dalam hati John juga terkejut, pantesan Lina selalu kagum dengan keharmonisan keluarganya.


Ternyata orang Keluarga Hua benar-benar darah dingin, di antara kakak adik kandung, masalah kematian pun, mencoba menghindar, ini sangat jarang.

__ADS_1


Tiba-tiba dia sangat prihatin dengan Lina, dia dari kecil sudah dibawa pergi, juga tidak mendapatkan kehangatan keluarga.


Nenek satu-satunya sudah meninggal, pantesan sifatnya begitu dingin.


Semua bilang orang itu asalnya baik hati, tidak ada yang dari awal sudah darah dingin dan tidak berperasaan, tetapi setelah lewat beberapa masalah, baru bisa berubah jadi begitu.


Pada bilang ada kesulitan baru ketemu cinta, tampang Lina masih dingin, tetapi waktu memerlukannya, yang dilakukannya ada kehangatan.


Setelah Lina menyumbang darah, ada sedikit lemas, Rika menemani dan menjaganya, Ella segera keluar membeli makanan penambah darah.


John sendiri melepaskan jas besarnya, lalu menyelimuti badan Lina.


“Kalau sudah lelah merem saja sebentar, saya menjagamu.”


“Tidak lelah, saya menunggu hasil.” Suara Lina terdengar lelah, dia memang ada sedikit ngantuk.


John tahu dia mengkhawatirkan Lika, sambil melihat hasil tusukan.


Setelah 1 jam, operasi Lika selesai, operasi sangat lancer, tidak diperlukan lagi pendonoran darah.


Dokter mengambil hasil keluar, semua orang menahan nafas; tidak berani berbicara.


Seperti menunggu keputusan mati……


“Dokter, bagaimana anak saya?” Nyonya Hua tersendu-sendu, bicara pun tidak ada tenaga.

__ADS_1


__ADS_2