
Hello! Im an artic!
“Kapan?”
“Baru saja.”
Hello! Im an artic!
Sony Wang sedikit memegang hidungnya, dia merasa kepalanya sedikit besar, “Kamu tidak perlu mempedulikannya, aku akan mengurusi hal ini.”
“Tentu saja tidak bisa, aku harus datang, apalagi ini adalah pertama kalinya nenek mengundang aku dengan ramah, aku harus datang.”
Lili Hua mulai dengan sikapnya itu, sangat keras kepala bagaikan seekor sapi.
“Padahal kamu tahu apa pemikirannya itu, kamu masih berani datang, bukankah ini seperti mencari jalan buntu?”
Hello! Im an artic!
“Tidak aku tidak akan mencari masalah, tenang saja, aku hanya penasaran, apa sebenarnya yang dikatakan oleh adik sepupumu itu, hingga membuat nenek merasa marah, hingga membuat aku datang kesebuah pesta perjamuan?”
“Bagaimana bisa kamu bertemu dengan penduduk biasa?” Sony Wang tersenyum.
“Kamu jangan berkata seperti itu, para leluhurku juga orang susah, aku juga keturunan dari orang susah, ini bukanlah urusan orang susah atau tidak, sepertinya adik sepupumu itu, adalah wanita yang murahan.”
“Benar, yang kamu katakan itu benar, wanita murahan.” Sony Wang tidak berani melawan si wanita itu.
__ADS_1
“Jadi malam ini aku akan akan pergi sendiri dan kamu tidak perlu menjemput aku, sampai bertemu nanti malam.”
“Baiklah.”
Lili Hua telah mengurusinya, Sony Wang tidak berani ikut campur tentang ini, takut akan membuat sebuah kesalahan dan akan susah untuk menggantinya.
Setelah Lili Hua menelepon Sony Wang, sekali lagi dia menelepon Bretta kemudian berkata dengan kasar.
Bretta dengan tenang mendengarkannya sambil menghiburnya.
“Adik kelima, coba kamu katakan nenek ini, aku telah bersusah payah untuk menahan dan menghormatinya, dan sekarang dia datang untuk mencari masalah, apakah maksud dari orang ini ingin mengurusi aku?”
“Buat apa kamu begitu perhitungan dengan seorang nenek?” Bretta tersenyum.
“Kamu ini… sikapmu ini kamu sendiri harus berhati-hati jangan terlalu kelewatan batas, apalagi dia adalah nenek kandungnya Sony Wang.”
“Tenang saja, untung saja dia adalah nenek kandung, jika bukan aku telah melenyapkan api amarah ini, apakah dia masih bisa bersombong dengan begitu lama?” Lili Hua memutarkan bola matanya.
Akhir-akhir ini kondisi Lika Hua masih terbilang baik, terkadang Bretta dan Lili Hua datang mengunjunginya, tidak terjadi masalah yang besar.
Pada pukul 6 sore, Lili Hua datang dengan tepat waktu dikediaman Wang.
Tidak tahu apakah dia sengaja atau tidak, dia membawa mobil Lamborghini berwarna merah muda, diluarnya terlihat sebuah berlian merah muda.
Jika diketahui didunia ini hanya ada beberapa saja mobil ini, harganya sekitar puluhan milyar, dan ini pada saat ulang tahun Lili Hua ditahun lalu.
__ADS_1
Agensi perusahaannya ingin membelikan hadiah, Lili Hua hanya menjadi seseorang saja, karena telah menghasilkan uang yang banyak untuk perusahaan, hubungan dia dengan bosnya juga terbilang baik.
Apalagi istri bosnya adalah teman baiknya sendiri, hubungan ini membuat semua hal ini dengan sangat mudah dikatakan.
Tetapi sebenarnya Lili Hua jarang membawanya, yang pertama karena terlalu tinggi akan sangat mudah untuk dijadikan bahan kritikan, yang kedua karena terlalu berlebihan, tidak pantas untuk dirinya.
Tetapi mengapa hari ini dia membawanya? Sangat jelas, untuk memecahkan suasana ini.
Lili Hua membawa mobil ini sampai dikediamannya Sony Wang, setelah turun dari mobilnya, beberapa petugas dikediaman Wang telah menjemputnya.
Karena dibagasi Lili Hua dipenuhi dengan hadiah, karena dia telah mempersiapkannya.
Sony Wang datang setelah lima menita Lili Hua datang, melihat semua barang ini, dia merasa dirinya berkeringat.
“Buat apa membeli sebanyak ini?”
“Tidak apa-apa, kakak tidak kekurangan uang.” Lili Hua mengangkat dahunya.
Sony Wang yang tidak bisa apa-apa ini hanya bisa mengandeng tangannya saja.
Orang tua Sony Wang, kakak dan kakak iparnya, seluruh bibi, nenek dan juga Lanny, semuanya berada disana, dan hal yang tidak diduga orang tua Lanny juga berada disini, sepertinya karena mereka mengambil telur kampung dan madu dengan jumlah yang cukup banyak, maka itu tentu saja mereka berharap putrinya bisa tetap disini, Sony Wang memanggil wanita tante Lili, dengan nama lengkap Lili Tian.
Tetapi semua itu tidak penting karena mereka semua terkejut dengan kado yang telah dibawakan oleh Lili Hua.
“Lili Hua, anak ini kamu terlalu banyak membeli barang ini.” Ayah Sony Wang tidak dapat menahannya.
__ADS_1