
Hello! Im an artic!
Lina Hua sambil meneguk buburnya, “Aku memang membantunya, tidak perlu mengumumkannya bukan?”
“Iya, ini memang gayanya Lina Hua.” John Jiang menggodanya.
Hello! Im an artic!
“Tuan John Jiang, jika kamu seperti ini terus maka kamu akan segera terlambat, jangan mengira karena dirimu adalah bos maka kamu dapat sesukanya melakukan kesalahan.”
“Baiklah aku akan mendengarkanmu, aku akan berangkat kerja dulu.”
Setelah John Jiang selesai sarapan dia tersenyum lalu mengangkat tas tangannya itu.
Sebelum pergi dia harus memeluknya, ini seperti pelajaran yang wajib.
Hello! Im an artic!
Setelah John Jiang pergi, Lina Hua dengan tidak bisa apa-apa menganggukkan kepalanya, dia tidak menyangka jika hal ini akan diketahui, walaupun ini kejadian baik bukan?
Tetapi juga tidak menyalahkan orang-orang itu berkata seperti itu, dia juga bukanlah seorang bodhisattva, tetapi jika dipikirkan orang yang menyentuh mawar akan berwangi mawar.
Tetapi secara jelas semua orang ini telah membuatnya, seorang nyonya yang baik hatinya, tetapi dia tahu itu bukanlah dirinya, hanya orangnya saja.
“Nona, anda terkenal sekarang.”
“Terserahlah, yang jelas aku bukan makan karena nama ini.”
__ADS_1
“Nona, aku melihatnya jika pengemar di weibonya menjadi 300 ribu.”
“Aku tidak membuat weibo, pengemar dari mana?” Lina Hua membesarkan matanya.
“Pengemarmulah yang membuatkan weibo untukmu, disana tertulis——Dukungan untuk Lina Hua.” Ella mengeluarkan telepon genggamnya lalu memberikannya kepada Lina Hua.
Lina Hua : …
Baiklah, sumpit ini masih terletak di bibirnya terlihat sangat menggemaskan.
Jika dikatakan canggung juga bukan canggung, jika dikatakan lucu juga bukan lucu pada intinya semua ini terlihat sangat membosankan.
Awalnya Lina Hua berencana untuk berkunjung ketempatnya Jessica Yu, tetapi tidak disangka Windi datang mengunjunginya.
Dia langsung mengendarai mobilnya langsung menuju ke Villa Spring Mansion.
Semangkuk bubur seafood ini hampir 2 juta, terlihat sangatlah mahal.
“Lina Hua silahkan makan akulah yang akan membayar ini kamu tidak perlu sungkan.” Windi terlihat sangat sombong.
Lina Hua tidak dapat menahan tawanya, “Apakah kamu memiliki uang sekarang?”
“Benar, orang itu terlihat sangat puas, kemudian memberikan tambahan lagi, kali ini jika dihitung-hitung mendapatkan uang sebanyak 400 juta.”
Sebenarnya untuk uang Windi tidak begitu berharap, yang terpenting dia bisa makan dan minum dengan cukup, maka dia tidak perlu pusing lagi.
Maka itu, 400 juta bagi dia adalah sebuah kebahagiaan.
__ADS_1
“Orang yang memakai gelang puluhan juta, apakah peduli dengan 400 juta?” Lina Hua melihat gelangnya Windi itu.
Windi segera menyembunyikan tangannya dibawah meja, “Ehem ini bukanlah milikku, aku harus mengembalikan ini ke ibunya Andy Qin, hanya saja aku tidak memiliki untuk bertemu dengannya.”
“Bukankah orang itu telah menentukannya?”
“Omong kosong, aku tidak menurutinya.”
“Jadi apa hubunganmu dengan Andy Qin? Tinggal dan makan bareng?” Lina Hua segera berkata.
Windi seketika terburu-buru, lalu berkata dengan sombong, “Andy Qin… tidak perlu sombong, mungkin seperti pembantu pria dan pengawalku?”
“Apakah tidak tahu malu?”
“Haha, sungguh jika tidak percaya tanya saja padanya.”
Windi tentu saja bercanda dengannya, tetapi Lina Hua termasuk kejam dia mengeluarkan telepon genggamnya lalu bervideo call dengan Andy Qin.
“Lina Hua, apa yang terjadi? Kamu mengvideo call aku, apakah John Jiang tidak cemburu dengannku?”Andy Qin menggoda.
“Semua itu tidak penting, yang terpenting aku ingin bertanya denganmu, apa hubunganmu dengan Windi?”
“Hmm…” Andy Qin merasa canggung.
“Andy Qin, kamu jangan berkata dengan sembarangan, awas kamu aku akan menghabisimu.” Windi mengancam.
“Windi… mungkin seperti anak… anak angkatku.” Andy Qin dengan tidak tahu malu menjawab.
__ADS_1
“Andy Qin sialan…” Windi segera mengangkat kakinya, segera menaikkan pangkatnya menjadi ayahnya, sungguh kurang dihajar.