Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 272 Terus Menunggu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dokter mengosok-gosok lensa kacamatanya, melihat laporan pelan-pelan berkata, “Kondisinya tidak terlalu stabil, hasil tes yang kita dapatkan sangat kabur, perlu mengambil potongan jaringan ke universitas kedokteran di ibukota untuk tes selanjutnya.”


“Apa maksud perkataan ini?” Kepala Keluarga Hua membawa nada marah, tidak puas.


Hello! Im an artic!


Lisa setelah mendengar perkataan ayah, segera dengan nada marah, “Bener, kalian dokter ngapain? Sudah susah payah begini lama, ternyata tidak ada hasil? Kalian menyuruh kita menanggung resiko, kalian bisa apa tidak? Sertifikat dokter itu beli ya?


Dokter itu melihat sikap Lisa ini, menggelengkan kepala tidak berdaya.


“Apa maksud dengan tes lebih lanjut?” Lina menyerbu ke depan bertanya.


“karena hasil sekarang ini masih kabur, beberapa angka ini masih berada di daerah abu-abu, mungkin iya, juga mungkin tidak, kita tidak berani memberikan keputusan terakhir…… karena titik hitam ini sangat rumit, bukan sel kanker yang biasa, maka untuk mengurangi kesalahan, memutuskan untuk mengambil ke tempat yang akan memberikan penjelasan lebih baik.”


Hello! Im an artic!


Lina sudah mengerti, mengganggukkan kepala, ini bukan masalah kemampuan dokter.


Masalahnya badan Lika yang sedikit special, dokter juga demi tanggung jawab baru memberi saran untuk melakukan tes lanjutan.

__ADS_1


“Kalau begitu perlu berapa lama untuk mengetahui hasilnya?” Lili lanjut bertanya.


“Kalau hasil dikirim ke sana, bagaimanapun harus 1 minggu, orang yang mengantri di sana sangat banyak, setiap tempat di seluruh dunia paling seding mengirimkan potongan jaringan untuk di tes.”


Lina melihat sekilas John, “Boleh mencari professor itu, bisa bantu kita bertemu sebentar?”


“Tidak masalah, serahkan ke saya, saya akan secepatnya memberikan hasilnya.”


John langsung mengambil hasil laporan dari tangan dokter, lalu membawa potongan jaringan Lika, tidak menggunakan pengiriman cepat, melainkan menyuruh orang langsung ke universitas di ibukota.


Jam 11, orang Keluarga Hua satu demi satu pergi, terakhir hanya sisa Lina dan Rika Ella.


Obat bius Lika mundur baru perlahan sadar, waktu dia sadar sudah jam 12.30.


Waktu membuka mata, langsung melihat Benard, dia pikir dirinya sedang mimpi, lalu menutup mata lagi.


Menunggu sebentar baru buka lagi, menyadari masih Benard, dia kaget.


Benard tidak menggunakan seragam polisi, tetapi memakai jaket hitam biasa, bawahannya celana santai warna hitam, potongan rambut pendek terlihat segar, dulu Lika pernah bilang, Benard pakai baju biasa lebih ganteng dibandingkan pakai seragam polisi, waktu itu mereka masih pacaran.


Sebenarnya Benard sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, waktu Lika sedang melakukan tusukan, hanya karena ada orang Keluarga Hua masih ada, dia tidak enak menampakkan diri.

__ADS_1


Menunggu sampai orang Keluarga Hua pergi, baru tenang menemuinya, sampai dia tersadar.


“Lika, kamu mau minum?” Tanyanya lembut.


“Kamu kenapa kemari?” suara Lika sedikit serak, nafasnya sangat lemah.


Dalam hati Benard sakit, tidak segera menjawab, membalikkan badan mengambilkan dia air terlebih dulu.


Lika dengan pelan-pelan meminum air, baru menaruhnya.


“Adik kelima saya yang memberitahukanmu ya?”


Lika bisa menebaknya, kayaknya Lina yang ngomong, selain Lina mengetahui masalah ini, orang lain mana perhatian dengan masalah kecil dia.


“Hm, tetapi kamu jangan menyalahkannya, saya sangat berterima kasih dia bisa memberitahukan kepadaku, kalau tidak saya tidak tahu kamu sakit begini parah.”


“Tidak apa, kamu pergi saja, saya tidak perlu kamu, kemarin itu kamu sudah ngomong jelas, kita berdua sudah putus, itu semua sudah masa lalu, saya tidak akan mengikatmu, juga tidak mau rasa kasihanmu, yang kamu katakan benar, putus baik-baik, hubungan sudah habis, saya juga tidak mau paksa.” Setelah sakit Lika, pikirannya lebih terbuka.


Benard terdiam, setelah 10 detik, dari kantongnya diambil kotak warna merah, kemudian dibuka di depan Lika.


Di dalamnya ternyata sebuah cincin berlian, Lika dengan bingung melihat cincin berlian lalu terdengar suara Benard, ” Lika, mari kita menik;ah.”

__ADS_1


__ADS_2