
“Lihat situasi, kadang tahu malu, kadang enggak.” John berkata sambil tersenyum.
Lina juga gak tahu mau ngomong apa lagi, orang seterkenal dia, hal licik beginipun bisa dilakukannya.
Hello! Im an artic!
“Aku peringatkan ya, jangan sentuh-sentuh aku, kalau enggak, jangan salahkan aku nanti.”
“Kamu bicaranya kayak kamu gak pernah jahatin aku saja.”
Lina: ……
Oklah, namanya manusia pasti ada gak jelasnya, kalau gak bisa melawannya, kita diam saja, enggak usah peduli padana.
Hello! Im an artic!
Tapi John malah merasa, inilah hubungan mesra antar suami istri, bisa menambah rasa cinta juga.
Ketika sampai di Villa, John terus sibuk dengan kerjaannya, teleponnya berbunyi terus.
Dia bekerja di ruang kerjanya, Lina memeluk Edo sambil duduk di sofa menonton kartun kesukaan edo.
Ella membawakan sepiring buah, sambil berkata, “Non, ini oleh-oleh yang dibawakan oleh Eric, enak loh semuanya, kamu mau coba?”
“Tidak mau.” Lina menolaknya.
__ADS_1
“Ada juga biskuit susu, enak juga.”
“kalian makan saja.”
“Ada 1 gelang kami gak berani pakai, itu hanya ada satu, pasti buat kamu.”
“Gelang apa?” Lina terkejut mendengarnya, barang yang dikasih oleh Eric, dia tidak membukanya dan langsung dikasihkan ke Rika dan Ella, jadi dia tidak mengerti juga apa isinya.
Ella melihat ke atas dulu, untuk memastikan John masih di ruang kerja.
Kemudian dia mengeluarkan satu gelang yang tipis dari kantongnya, semuanya berwarna merah, bagus sih bagus, tapi tidak berharga.
Hanya gelang yang biasanya dijual sebagai souvenir saja, ini membuat Lina lega.
Karena jika mahal, dia harus mengembalikannya, dan dia tidak akan mau.
“Bukan, barang jalanan itu, paling satunya tidak lebih dari 20 yuan.”
“Waduh, gak mungkin? Eric begitu kaya, kenapa bisa kasih barang jalanan? Ini cara buat mengejar wanita? Atau dia ditipu oleh orang yang jualan?” Ella terkejut, dia tidak mengerti, dikirain gelang itu adalah barang antik yang sangat berharga, kalau enggak, kenapa dia mau kasih ke nonanya.
“Mungkin saja, kalian kalau suka pakai saja, kalau gak suka buang.”
Lina memberikan gelangnya ke Ella.
Ketika Ella pergi, Lina kemudian menghela nafas, dengan pelan mengelus badannya Edo.
__ADS_1
Dia mengerti maksud dari Eric, walaupun gelang itu hanya barang jalanan, tapi….. terbuat dari kacang merah.
Kacang merah berarti apa? Semua orang tahu, itu mengartikan rasa rindu yang berat.
Berasalah dari puisi Wang Wei yang berjudul , Kacang merah tumbuh di selatan, berbuah ketika musim semi, berharap kamu memetiknya, karena ini menandakan rindu yang berat.
Eric bukan mempedulikan mahal murahnya barang, tapi melainkan dia ingin Lina tahu rasa rindunya.
Dia mengerti, tapi memang kenapa? Eric bukan orang yang dicintai, sepertinya cinta Eric akan bertepuk sebelah tangan.
Jadi, Lina juga tidak menjelaskan kepada Ella, hanya bilang kalau itu barang jalanan, terserah mau diapain.
Keesokan harinya, Pagi hari.
Setelah 2 pelajaran, Lina lalu kabur ke perpustakaan lagi.
Tidak seperti dulu, kemanapun dia pergi pasti banyak orang yang mengikutinya, melihatnya dan mengosipinya.
Tapi sejak kejadian Freddie dulu, Lina sekarang sudah dikucilkan oleh mahasiswa lainnya, gak ada yang berani mendekatinya, alasannya karena Lina adalah seseorang yang suka kekerasan.
Lina yang mendengar rumor ini, dia tersenyum, akhirnya bisa tenang sejenak.
Ketika masuk ke perpustakaan, dia mencari tempat duduk, setelah duduk, wanita yang duduk di sampingnya langsung pada kabur.
Selang beberapa lama, dia mendengar suara yang bertanya kepadanya, “Lina, Minum air?”
__ADS_1
Lina menoleh dan melihat tangan Jessica ada sebotol air mineral, dan senyum di wajahnya.