Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 830 Tamu VIP


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Alex Ling tersadar dari lamunannya itu dia berkata, “Oh, aku salah mengenali orang, aku bahkan tidak mengenali apa itu nyonya John Jiang.”


Apa perasaan itu? Hatinya terasa tidak tenang, juga tidak bisa mengatakan jika ini sedih, tetapi rasanya juga tidak terbilang tenang.


Hello! Im an artic!


Lina Hua dan Windi duduk sebentar disana, baru saja mereka ingin pergi Lili datang dan membawa seseorang.


Sebelumnya didalam grup, Lili sudah menanyakan dimana lokasinya, Windi yang bercanda itu berkata apakah kamu kekurangan makanan? Aku akan membayarnya.


Tidak disangka Lili sungguh datang dan juga membawa seorang teman.


Temannya itu Lina Hua mengenalnya, namanya Indri seorang penyanyi, seorang penyanyi yang ternama sekarang, namanya melunjak naik setelah debutnya.


Hello! Im an artic!


Dan juga Indri sedikit gaya kebarat-baratan, dengan dandanannya itu terlihat seperti Taylor.


Lili segera duduk dan memesan makanan, Windi dengan wajah sedihnya itu, “Apakah kamu ingin memeras aku?”


“Jika tidak? Aku jarang sekali bisa makan darimu, kesempatan tidak akan dua kali.”


“Indri kamu ingin makan apa?” Lili bertanya.

__ADS_1


“Apa saja boleh, terserah kamu saja.”


Indri tersenyum lalu melihat kearah Lina Hua, “Lina Hua kita bertemu lagi.”


“Benar.” Lina Hua tersenyum.


“Setiap kali mengingat kamu, membuat aku teringat kepada Gu Mupai haha, seperti merasa kamu bukan gadis dari dunia manusia, terlihat sangat berbeda.”


Lina Hua merasa sungkan lalu segera berkata, “Tidak, kamu yang terlihat lebih indah dengan gaya barat ini, suaramu juga terbilang indah.”


Lili yang sambil melihat menu makanan ini tersenyum, “Kalian berdua ini saling memujukah?”


Lina Hua dan Lili saling tersenyum, dan tidak berkata.


Tetapi sebenarnya dia tidak peduli, apalagi Lili adalah teman yang sangat dia sukai, maka dari itu dia terasa dengan nyaman.


Pada saat akan berpisah, Indri berkata, “Windi, Lina Hua sabtu ini, dipusat Kota J akan mengadakan sebuah konser, tamu undangan hanya ada Lili, maka dari itu apakah kalian mau menjadi tamu VIP ku disana?”


“Astaga benarkah itu?” Windi sedikit terkejut, tidak disangka Indri begitu baik.


Lina Hua tidak langsung menjawabnya, apalagi dia tidak merasa hubungannya dengan Indri cocok untuk menjadikannnya tamu VIP.


“Tentu saja ini benar, aku dengan tulus mengundang kalian dan juga kalian dapat mengajak keluarga kalian, John Jiang juga boleh datang dan juga aku akan mengundang Eric Xie.”


Perkataan Indri ini membuat Lina Hua kagum kepadanya.

__ADS_1


Awalnya Lina Hua takut jika dia dipergunakan disini, lalu mengundang Eric Xie disini kelihatannya memang dia orang yang baik tidak seperti pemikiran dia itu.


Maka dari itu Lina Hua menganggukkan kepalanya, “Baiklah terimakasih atas undanganmu ini, aku akan datang tepat waktu.”


“Aku juga akan pergi aku juga akan pergi, jadi tamu VIP akan duduk dibarisan pertama, sangatlah menyenangkan… apalagi aku telah melihatnya, harga ditiket konsermu ini 3 jutaan lebih, jika dibeli diinternet sekitar 14 juta, sungguh mengerikan sekali, ini artinya kamu sangatlah ternama.”


Windi sendiri memang menyukai penyanyi karena dirinya sendiri juga seorang penyanyi maka itu dia tertarik dengan ini.


Indri juga dengan senang hati, “Windi, jika dengar dari Lili lagu ini sangatlah enak didengar.”


“Astaga aku hanya bermain saja, tidak hebat juga tidak belajar.”


“Suara natural itu memang enak didengar, bagaimana jika aku akan mencari waktu, lalu kita bisa bernyanyi bersama?”


Windi seketika terkejut…


“Kalian berdua perlukan untuk berlatih terlebih dulu?” Lili tertawa.


“Tidak perlu, lebih baik dilatih ditempat akan menjadi baik, bagaimana jika menyantikan lagu Daddy’s straw shoes, apakah kamu bisa lagu ini?”


“Bisa, pasti bisa.” Windi melipatkan tangannya.


Baiklah jika begitu untuk urusan konser, Indri terlihat ragu lalu berbisik kepada Lina Hua, “Lina Hua aku menyukai Eric Xie.”


Lina Hua tercengang… sebenarnya dia menyangka jika gadis ini berani.

__ADS_1


__ADS_2